RI News. Jakarta — Presiden Donald Trump kembali menjadi sorotan publik setelah membela keputusan peluncuran operasi militer terhadap Iran, yang dinilai banyak pihak bertentangan dengan narasi “tidak ada perang baru” yang menjadi andalannya selama kampanye presiden 2024.
Dalam wawancara eksklusif yang direkam di Wisconsin, Trump menegaskan bahwa ia tidak pernah memberikan jaminan mutlak terkait absennya konflik bersenjata selama kepemimpinannya. “Untuk apa saya membangun militer terkuat di dunia jika tidak boleh digunakan?” ujarnya, seraya menekankan bahwa aksi militer terhadap Iran bukanlah perang tanpa akhir, melainkan operasi terbatas yang telah berlangsung selama tiga bulan sejak akhir Februari.
Trump mengklaim langkah tersebut sebagai “pelayanan bagi dunia dan Amerika” untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Namun pernyataannya menuai kritik karena kontradiksi dengan pernyataan sebelumnya yang menyebut serangan Amerika Serikat tahun lalu telah “menghancurkan” fasilitas nuklir Iran. Ia juga kembali membela keputusan pada masa jabatan pertamanya untuk keluar dari kesepakatan nuklir yang dicapai era Presiden Barack Obama, meski belum berhasil mewujudkan “deal yang lebih baik” seperti yang dijanjikan.

Selain isu Iran, Trump juga menyampaikan pandangan kontroversial terkait proses penghitungan suara di California pasca-pemilu primer. Ia kembali mengulang tuduhan kecurangan massal tanpa menyertakan bukti kuat, meskipun perubahan perolehan suara yang terjadi lebih disebabkan oleh karakteristik sistem penghitungan surat suara pos yang memakan waktu lama. Pewawancara sempat menantang klaim tersebut, yang berujung pada berakhirnya wawancara secara mendadak.
Di bagian lain, Trump membela rencana pembentukan dana kompensasi senilai hampir 1,8 miliar dolar AS yang kini telah dibatalkan pemerintahannya. Dana tersebut menuai kontroversi karena berpotensi menguntungkan pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa 6 Januari 2021. Meski mengaku tidak mendukung pembayaran bagi yang menyerang petugas kepolisian, Trump tetap menyebut ide dana tersebut sebagai “ide yang bagus”.
Baca juga : Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Israel: Eskalasi Baru yang Mengguncang Gencatan Senjata Timur Tengah
Wawancara yang berlangsung di sebuah lumbung di Chippewa Falls, Wisconsin, sempat terganggu oleh hujan deras. Suasana semakin memanas ketika Trump merasa terus ditekan, hingga akhirnya ia memilih mengakhiri sesi dengan nada tidak puas.
Analis politik melihat perkembangan ini sebagai ujian bagi citra Trump sebagai pemimpin yang anti-perang. Meski sempat sukses memenangkan pemilu dengan narasi perdamaian, realitas kebijakan luar negerinya kini menunjukkan kompleksitas dan kontradiksi yang sulit dihindari dalam politik global.
Pewarta : Setiawan Wibisono
Tagline : #Trump, #PerangIran, #NoNewWars, #PemiluAS, #KlaimKecurangan, #PolitikAmerika, #KontradiksiTrump, #Jan6, #KebijakanLuarNegeri,

