RI News. Wonogiri – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Wonogiri sejak Selasa (14 April 2026) malam hingga Rabu (15 April 2026) dini hari memicu luapan air di dua kecamatan, yakni Nguntoronadi dan Tirtomoyo. Genangan air yang terjadi secara mendadak ini sempat melumpuhkan lalu lintas utama dan merendam permukiman warga, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dari pukul 21.00 WIB hingga sekitar pukul 03.00 WIB. Luapan air mulai terlihat sejak pukul 01.00 WIB, di mana debit air meningkat tajam akibat durasi hujan yang panjang.
“Curah hujan yang tinggi dan berkepanjangan menyebabkan debit air melonjak hingga meluap ke jalan raya dan area permukiman warga,” ujar Fuad dalam laporan resminya pada Rabu pagi.

Di Kecamatan Nguntoronadi, banjir paling terasa di Desa Bulurejo. Genangan air menyapu ruas Jalan Ngadirojo–Giriwoyo, terutama di Dusun Karangturi dan Dusun Krapyak. Air mulai menggenangi badan jalan sejak pukul 01.00 WIB dan menyebabkan kemacetan total sekitar pukul 04.00 WIB. Hingga pukul 06.15 WIB, arus lalu lintas baru bisa dilalui secara bergantian dengan sistem buka-tutup.
Sementara itu, ruas Jalan Karangturi–Tirtomoyo di Dusun Sambeng masih terendam hingga Rabu pagi, sehingga akses antarwilayah lumpuh total. Kondisi ini sempat mengganggu mobilitas warga yang hendak beraktivitas pagi hari.
Di Kecamatan Tirtomoyo, banjir merendam delapan rumah warga di Dusun Klepu, Desa Sendangmulyo. Warga terdampak langsung melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman. Fuad memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meski aktivitas masyarakat sempat terganggu akibat terputusnya akses jalan penghubung.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan segera diterjunkan ke lokasi untuk penanganan darurat. Selain mengatur lalu lintas di titik-titik genangan, tim juga melakukan penyisiran di area terdampak guna memastikan tidak ada warga yang terjebak. Pemantauan debit air di wilayah hulu terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan jika hujan kembali turun.
Saat ini BPBD Wonogiri masih melakukan pendataan kerugian material akibat banjir. Kebutuhan mendesak di lapangan meliputi bantuan logistik bagi warga terdampak serta peralatan pendukung seperti pompa air dan perahu karet.
Fuad mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama terhadap kemungkinan hujan lanjutan di kawasan hulu yang dapat memicu luapan air kembali. “Kewaspadaan dini sangat penting untuk mengurangi risiko yang lebih besar,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi daerah rawan banjir seperti Wonogiri untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk pemeliharaan saluran air dan sungai agar debit air tidak mudah meluap saat hujan deras melanda.
Pewarta : Nandar Suyadi

