RI News. Silaut, Pesisir Selatan – Kobaran api hebat menghanguskan beberapa unit toko dan warung makan di kawasan Pasar Silaut, tepat di samping Bank Nagari Cabang Pembantu Silaut, Kampung Pasar Malintang, Nagari Sungai Sirah, Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 11.20 WIB.
Peristiwa tersebut sempat membuat warga setempat panik. Api yang membesar dengan cepat memicu kekhawatiran meluas ke bangunan-bangunan di sekitarnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meski kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta.
Menurut Kapolsek Lunang Silaut AKP Tri Sukra Martin, kebakaran pertama kali diketahui berasal dari sebuah toko yang dihuni oleh warga bernama April. Api cepat membesar sehingga warga sekitar berusaha memadamkannya dengan alat pemadam api ringan (APAR) atau racun api yang tersedia. Namun, upaya itu belum mampu mengendalikan kobaran api yang sudah menjalar ke warung makan dan toko lainnya.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan dibantu masyarakat sekitar untuk memadamkan api sekaligus mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan,” ungkap AKP Tri Sukra Martin.
Petugas Damkar dari berbagai wilayah bahu-membahu melakukan pemadaman. Tim pertama tiba sekitar 15 menit setelah kejadian, berasal dari Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Sekitar 30 menit kemudian, menyusul mobil Damkar dari Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan (BAB Tapan). Setelah hampir satu jam berjibaku, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.15 WIB.
Kerja sama yang cepat antara aparat kepolisian, petugas Damkar, dan warga menjadi kunci keberhasilan pemadaman sebelum api meluas lebih jauh. AKP Tri menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Baca juga : Hujan Deras Semalaman Picu Banjir Dadakan di Wonogiri: Akses Jalan Lumpuh, Warga Evakuasi Mandiri
Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari api kompor di salah satu warung makan. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap segala hal yang berpotensi memicu kebakaran, seperti memastikan kompor dimatikan setelah digunakan dan menjaga instalasi listrik agar tidak korsleting,” tutup AKP Tri Sukra Martin.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha kecil di pasar tradisional untuk meningkatkan kesadaran keselamatan kebakaran, terutama di area padat dengan bangunan semi permanen. Pihak berwenang setempat diharapkan dapat melakukan evaluasi dan sosialisasi pencegahan kebakaran secara rutin di wilayah tersebut.
Pewarta : Irman Doni

