Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Harapan Perdamaian di Gaza: Israel dan Hamas Dukung Rencana AS, Namun Tantangan Masih Besar

Harapan Perdamaian di Gaza: Israel dan Hamas Dukung Rencana AS, Namun Tantangan Masih Besar

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 bulan ago 3 min read
Harapan Perdamaian di Gaza
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Kairo, 5 Oktober 2025 – Upaya baru untuk mengakhiri konflik berdarah di Gaza mendapat titik terang setelah Israel dan Hamas menyatakan dukungan terhadap rencana perdamaian yang diusulkan Amerika Serikat. Rencana ini bertujuan menghentikan permusuhan dan membebaskan sandera yang masih ditahan di Gaza. Meski begitu, ketidakpastian dan perbedaan pandangan antara kedua belah pihak masih menjadi hambatan menuju penyelesaian akhir.

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan optimismenya, menyatakan bahwa Hamas tampak siap untuk “perdamaian yang langgeng.” Ia mendesak Israel menghentikan serangan udara di Gaza, sambil memperingatkan bahwa “semua opsi akan terbuka” jika Hamas tidak segera bertindak. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan harapan untuk segera mengumumkan pembebasan seluruh sandera dalam beberapa hari ke depan. Namun, ia menegaskan bahwa Israel tidak akan menarik pasukannya sepenuhnya dari Gaza, sebuah pernyataan yang memicu kekhawatiran akan kelanjutan negosiasi.

Pembicaraan tidak langsung antara Israel dan Hamas dijadwalkan berlangsung di Kairo, Mesir, pada Senin, 6 Oktober 2025, menjelang peringatan dua tahun konflik Gaza yang dimulai pada 7 Oktober 2023. Rencana AS ini mencakup beberapa poin utama. Pertama, semua aksi permusuhan akan dihentikan segera. Dalam waktu 72 jam, Hamas diwajibkan membebaskan 48 sandera yang masih mereka tahan, dengan Israel memperkirakan 20 di antaranya masih hidup. Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan 250 warga Palestina yang menjalani hukuman seumur hidup dan 1.700 tahanan Gaza lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak, serta menyerahkan jenazah 15 warga Palestina untuk setiap jenazah sandera.

Setelah pelucutan senjata Hamas, pasukan Israel akan mundur dari Gaza, dan sebuah pasukan keamanan internasional akan dikerahkan untuk menjaga stabilitas. Gaza akan ditempatkan di bawah pemerintahan internasional yang diawasi oleh Trump dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Administrasi sementara dari teknokrat Palestina akan mengelola urusan sehari-hari, sementara Hamas dilarang berpartisipasi dalam pemerintahan. Infrastruktur militer Hamas, termasuk jaringan terowongan, akan dibongkar, dengan amnesti ditawarkan kepada anggota yang bersedia hidup damai.

Rencana ini juga menjamin bahwa warga Palestina tidak akan diusir dari Gaza. Bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar akan dialirkan melalui badan-badan netral seperti PBB dan Bulan Sabit Merah. Namun, Hamas menyatakan bahwa beberapa aspek rencana ini, termasuk pelucutan senjata, memerlukan konsultasi lebih lanjut dengan faksi-faksi Palestina lainnya. Pernyataan mereka pada Jumat, 3 Oktober, menegaskan keterbukaan untuk menyerahkan kekuasaan kepada badan Palestina yang independen secara politik, tetapi tidak menyebutkan pelucutan senjata, yang menjadi syarat utama Israel.

Netanyahu menegaskan kesiapan Israel untuk memulai tahap pertama rencana, yaitu pembebasan sandera, namun ia tetap bersikukuh bahwa Hamas harus menyerah dan dilucuti senjatanya. Militer Israel telah diperintahkan untuk mempersiapkan implementasi tahap awal, meskipun Netanyahu menegaskan bahwa pasukannya akan tetap menguasai wilayah tertentu di Gaza. Ia juga menyebutkan bahwa pelucutan senjata Hamas akan dilakukan pada tahap kedua, baik melalui diplomasi maupun jalur militer.

Baca juga : Konsolidasi Krisis Agraria di Pesisir Selatan: Rapat Silaut Usulkan Solusi Adil untuk Sengketa HGU PT Sukses Jaya Wood

Tantangan besar masih menghadang. Seorang pejabat Hamas, Osama Hamdan, menolak gagasan pemerintahan asing atas Gaza dan menyebut kehadiran pasukan internasional sebagai “tidak dapat diterima.” Selain itu, Hamas menyatakan kesulitan dalam menemukan jenazah beberapa sandera, yang dapat memakan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu. Ketidaksepakatan internal di kalangan Hamas juga menjadi kendala, dengan beberapa pejabat senior menekankan perlunya negosiasi lebih lanjut.

Rencana ini juga memicu perdebatan mengenai masa depan Gaza. Salah satu poin menyebutkan bahwa reformasi Otoritas Palestina di Tepi Barat dan kemajuan pembangunan kembali Gaza dapat membuka jalan menuju penentuan nasib sendiri dan kemungkinan status kenegaraan Palestina. Namun, Israel bersikeras mempertahankan “kehadiran perimeter keamanan” di Gaza, yang dapat diartikan sebagai zona penyangga, sebuah klausul yang ditentang keras oleh Hamas.

Di tengah negosiasi, mediator Arab sedang mempersiapkan dialog menyeluruh untuk menyatukan posisi faksi-faksi Palestina. Seorang pejabat Mesir, yang berbicara secara anonim, mengonfirmasi bahwa utusan AS Steve Witkoff akan memimpin tim negosiasi di Kairo, dengan delegasi dari Israel dan Hamas turut bergabung.

Di Gaza, warga seperti Arafa al-Amour, yang terpaksa mengungsi akibat perang, menyuarakan kelelahan dan harapan untuk segera mengakhiri konflik. Kelompok keluarga sandera di Gaza menyebut peluang reuni dengan orang-orang terkasih “belum pernah begitu dekat,” namun memperingatkan adanya upaya sabotase dari “ekstremis di kedua belah pihak.” Di Israel, dua menteri sayap kanan dari koalisi Netanyahu, Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir, mengkritik rencana ini, meskipun belum mengancam untuk mengguncang pemerintahan.

Meski ada secercah harapan, kenangan akan kegagalan negosiasi sebelumnya membuat banyak pihak tetap skeptis. Dengan negosiasi yang kompleks dan kepentingan yang saling bertentangan, jalan menuju perdamaian di Gaza masih penuh dengan rintangan.

Pewarta : Setiawan Wibisono S.TH

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Konsolidasi Krisis Agraria di Pesisir Selatan: Rapat Silaut Usulkan Solusi Adil untuk Sengketa HGU PT Sukses Jaya Wood
Next: Penggerebekan Judi Oglok di Wonogiri : Responsif Cepat Kepolisan serta Tinjauan Penegakan Hukum

Related Stories

Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump
3 min read

Bentrokan Protes Imigrasi di Minneapolis: Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan
3 min read

Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia
3 min read

Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Mangkrak di Perbatasan: Proyek WC Rp199 Juta untuk Sekolah Sambas Belum Rampung, Siswa dan Guru Terlantar
  • Dugaan Ketidaktransparanan Pengelolaan Dana Desa di Desa Labuhan Labo, Padangsidimpuan Tenggara
  • Paguyuban Prawan’80 Surabaya Kunjungi Kampung Coklat Blitar untuk Promosi Wisata dan Produk Lokal
  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.