Skip to content
07/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Bansos Harus Tepat Sasaran untuk Lansia, Hindari Jebakan Ketergantungan Ekonomi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Bansos Harus Tepat Sasaran untuk Lansia, Hindari Jebakan Ketergantungan Ekonomi

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 bulan ago 3 minutes read
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 23 Agustus 2025 – Di tengah perayaan Hari Indonesia Menabung 2025, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan perlunya reformasi mendalam dalam distribusi bantuan sosial (bansos). Menurutnya, bansos idealnya difokuskan pada kelompok lanjut usia (lansia) yang telah kehilangan kemampuan produktif, bukan pada usia produktif yang masih mampu bekerja. Pernyataan ini disampaikan dalam acara yang digelar di Jakarta pada Jumat (22/8/2025), menyoroti potensi masalah sosial-ekonomi jika penyaluran tidak tepat sasaran.

Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi mengkritik pola distribusi bansos saat ini yang sering kali mencakup penerima berusia 40-45 tahun. “Nah, bansos ini harusnya diarahkan pada mereka yang usianya tidak lagi produktif, usia-usia yang sudah sangat tua. Kalau umurnya 40 tahun, 45 tahun masih bisa bekerja, menerima bansos malah jadi problem,” ujarnya. Ia menilai, pemberian bansos pada kelompok usia produktif dapat menciptakan ketergantungan, menghambat inisiatif kerja, dan pada akhirnya memperburuk ketimpangan ekonomi di masyarakat.

Untuk mengatasi isu ini, Dedi mengusulkan pendataan ulang penerima bansos di Jawa Barat dengan melibatkan langsung masyarakat setempat. Ia menekankan bahwa pendataan oleh pihak eksternal sering kali gagal menangkap realitas sosial di tingkat desa. “Putusan tentang masyarakat miskin di semua desa itu diputuskan dulu lewat peraturan desa. Nanti diputuskan di kabupaten lewat peraturan bupati atau wali kota, lalu provinsi,” jelasnya.

Pendekatan bottom-up ini, menurut Dedi, akan memastikan bahwa data mencerminkan kondisi riil, bukan asumsi dari luar. Dari perspektif akademis, konsep ini selaras dengan teori partisipasi masyarakat dalam kebijakan publik, seperti yang dikemukakan oleh ahli sosiologi Robert Chambers dalam kerangka “participatory rural appraisal” (PRA). Metode ini menekankan keterlibatan komunitas untuk menghindari bias data, yang sering terjadi dalam program bantuan sosial di negara berkembang.

Baca juga : OJK Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Lebih lanjut, Dedi mendorong transparansi total dalam data penerima bansos. Ia mengusulkan agar daftar penerima diumumkan secara terbuka, memungkinkan masyarakat untuk mengajukan komplain jika ditemukan ketidakakuratan. “Ini harus dibuat seperti itu, agar tidak ada data tertutup, kemudian diumumkan menjadi hasil sensus,” tambahnya.

Implikasi dari usulan ini bersifat preventif terhadap korupsi dan penyelewengan. Studi dari Transparency International menunjukkan bahwa kurangnya transparansi dalam program bansos sering kali memicu korupsi, dengan Indonesia sendiri menduduki peringkat yang relatif rendah dalam Indeks Persepsi Korupsi global. Dengan membuka data, pemerintah daerah dapat membangun kepercayaan publik dan mengurangi risiko manipulasi.

Dedi juga memperingatkan bahwa distribusi bansos yang salah sasaran berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. “Distribusi bansos yang tidak tepat sasaran akan menimbulkan persoalan kecemburuan sosial,” katanya. Fenomena ini, dari sudut pandang psikologi sosial, dapat dianalogikan dengan teori equity theory oleh John Stacey Adams, di mana persepsi ketidakadilan dalam distribusi sumber daya memicu ketegangan antarindividu atau kelompok.

Di Jawa Barat, dengan populasi lebih dari 50 juta jiwa dan tingkat kemiskinan yang masih signifikan (sekitar 7-8% berdasarkan data BPS terbaru), perbaikan data bansos menjadi krusial. Bansos yang tepat tidak hanya meringankan beban lansia—yang jumlahnya mencapai jutaan di provinsi ini—tetapi juga mendorong produktivitas usia muda melalui Hari Indonesia Menabung, yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan nasional.

Pernyataan Dedi Mulyadi ini diharapkan menjadi katalisator bagi pemerintah pusat dan daerah untuk merevisi mekanisme bansos. Dalam konteks akademis, hal ini menggarisbawahi pentingnya evidence-based policy making, di mana data empiris dan partisipasi masyarakat menjadi fondasi utama. Pemerintah Jawa Barat telah menyatakan komitmen untuk segera mengimplementasikan usulan ini, meski tantangan logistik dalam pendataan ulang tetap menjadi perhatian utama.

Pewarta : Yudah Purnama

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: OJK Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045
Next: Wakil Presiden Gibran Tegaskan Kelanjutan IKN Nusantara sebagai Pilar Pemerataan Pembangunan Nasional

Related Stories

Harmoni Gotong Royong dalam Irama Bambu

Harmoni Gotong Royong dalam Irama Bambu: Bandung Angklung City Festival 2026 Makin Menggema

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 jam ago 0
Jakarta Menuju Ruang Publik yang Lebih Hijau

Jakarta Menuju Ruang Publik yang Lebih Hijau: CFD Rasuna Said Siap Jadi Landmark Baru Warga

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 jam ago 0
Hanura Padangsidimpuan Solid Konsolidasi

Hanura Padangsidimpuan Solid Konsolidasi, Siapkan Kemenangan 2029

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • NASA Sukses Uji Coba X-59: Langkah Revolusioner Menuju Era Penerbangan Supersonik yang Ramah Lingkungan
  • Revolusi Kekuatan Komputasi: Google Berbalik Menyewa dari SpaceX di Era Dominasi AI Elon Musk
  • Harmoni Gotong Royong dalam Irama Bambu: Bandung Angklung City Festival 2026 Makin Menggema
  • Jakarta Menuju Ruang Publik yang Lebih Hijau: CFD Rasuna Said Siap Jadi Landmark Baru Warga
  • Ditjen Imigrasi Berhasil Tangkap dan Deportasi Buronan Pelecehan Seksual Warga AS yang Bersembunyi 15 Tahun di Indonesia
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.