Skip to content
29/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Gas Bumi untuk Industri: Asaki Desak Prioritas Domestik Agar Keramik Nasional Tak Terpuruk di Tengah Badai Energi dan Impor

Gas Bumi untuk Industri: Asaki Desak Prioritas Domestik Agar Keramik Nasional Tak Terpuruk di Tengah Badai Energi dan Impor

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 3 minutes read
Asaki Desak Prioritas Domestik Agar Keramik Nasional Tak Terpuruk di Tengah Badai Energi dan Impor
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Jakarta – Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) mendesak pemerintah segera menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) atas komoditas gas bumi. Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin pasokan energi bagi sektor manufaktur strategis, khususnya industri keramik, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional di tengah berbagai tekanan berlapis.

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto menyampaikan hal tersebut dalam pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (24/3/2026). Menurutnya, industri keramik saat ini menghadapi tantangan berat mulai dari gangguan pasokan gas, lonjakan biaya energi, hingga banjir produk impor yang semakin agresif.

“Gangguan suplai gas ini sangat berdampak langsung terhadap operasional pabrik dan produktivitas industri,” ujar Edy.

Data Asaki mencatat tingkat utilisasi produksi sektor keramik pada kuartal I 2026 hanya berada di kisaran 70-72 persen. Angka tersebut jauh meleset dari target ideal 80 persen yang diharapkan dapat mendorong pemulihan lebih kuat pasca-pandemi dan fluktuasi ekonomi global.

Asaki menegaskan bahwa penerapan DMO gas bumi menjadi solusi strategis. Dengan mengurangi porsi ekspor gas dan memprioritaskan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri, pemerintah dapat menjaga ketahanan energi nasional sekaligus melindungi industri yang memiliki efek multiplier luas.

“Gas bumi seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan industri dalam negeri yang memiliki multiplier effect besar, seperti penyerapan tenaga kerja dan mendorong investasi baru,” tegas Edy.

Dinamika global turut memperburuk situasi. Konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas pasokan dan harga energi dunia, sementara Indonesia sebagai negara importir neto energi masih rentan terhadap gejolak tersebut.

Baca juga : Lonjakan Trafik Lebaran di Soekarno-Hatta: 1,98 Juta Penumpang Melintas dalam 11 Hari, Siap Hadapi Puncak Arus Balik

Di balik tekanan itu, industri keramik nasional sebenarnya menunjukkan fondasi yang solid. Kementerian Perindustrian mencatat kapasitas produksi terpasang saat ini telah mencapai 650 juta meter persegi per tahun, dengan serapan tenaga kerja sekitar 150 ribu orang. Pada 2025, tingkat utilisasi produksi sempat menyentuh 73 persen, sejalan dengan pertumbuhan sektor industri pengolahan nonmigas (IPNM) yang tumbuh 5,17 persen sepanjang tiga triwulan pertama tahun lalu dan menyumbang 17,27 persen terhadap PDB nasional.

Dari sisi perdagangan, IPNM juga mendominasi dengan kontribusi 80,27 persen terhadap total ekspor nasional serta menyerap hingga 20,26 juta tenaga kerja. Kinerja ini memperkuat posisi manufaktur sebagai penggerak utama perekonomian Indonesia.

Kementerian Perindustrian optimistis bahwa dengan dukungan kebijakan yang tepat, termasuk DMO gas bumi, industri keramik domestik berpeluang menjadi salah satu produsen terbesar di dunia—bahkan berpotensi menduduki peringkat empat global.

Edy menambahkan, keberlanjutan industri keramik bukan hanya soal kelangsungan pabrik, melainkan juga tentang menjaga ribuan lapangan kerja, mendorong investasi hilir, serta mendukung program pembangunan infrastruktur dan perumahan nasional yang membutuhkan material berkualitas tinggi.

“Dengan prioritas gas untuk industri dalam negeri, kita bukan hanya menyelamatkan satu sektor, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Pemerintah diharapkan segera merespons desakan ini agar momentum pemulihan industri keramik tidak sirna di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Pewarta : Yudha Purnama

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Lonjakan Trafik Lebaran di Soekarno-Hatta: 1,98 Juta Penumpang Melintas dalam 11 Hari, Siap Hadapi Puncak Arus Balik
Next: Respons Cepat Polres Melawi Atasi Kebakaran di Jalan Juang Nanga Pinoh, Satu Korban Luka Bakar

Related Stories

Menteri PPPA Arifah Fauzi

Menteri PPPA Arifah Fauzi: Lindungi Korban, Jangan Hakimi dan Sebarkan Konten Sensasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 jam ago 0
Holding Logistik BUMN Menuju Pemain Global

Menhub Dudy: Holding Logistik BUMN Menuju Pemain Global, Kemenhub Beri Dukungan Penuh

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 jam ago 0
Kolaborasi Ilmiah MK dan Kampus

Kolaborasi Ilmiah MK dan Kampus: Menjaga Konstitusi Lewat Akal Sehat dan Riset

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  2. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  3. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  4. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda
  5. Wisnu mengenai Ning Nuri: Srikandi PKB Ngawi yang Siap Merajut Kekuatan untuk Pemilu 2029

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Eskalasi Hormuz: Iran Ancam Respons Menghancurkan, Diplomasi AS-Iran di Ujung Tanduk
  • Terobosan Arkeologi: DNA Manusia 2.000 Tahun Ditemukan di Dinding Gua Spanyol dan Portugal
  • Tragedi Mematikan di Perbatasan Colorado-Utah: Api Liar Mengklaim Nyawa Petugas Pemadam di Tengah Krisis Iklim yang Memburuk
  • Trump Dorong Suriah Lawan Hizbullah: Solusi Kreatif atau Resiko Baru di Timur Tengah?
  • Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Iran Ancam Putus Perundingan Damai Usai Serangan Balasan AS
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.