Skip to content
07/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Eskalasi Militer AS terhadap Penyelundupan Narkoba: Implikasi Hukum, Politik, dan Kemanusiaan

Eskalasi Militer AS terhadap Penyelundupan Narkoba: Implikasi Hukum, Politik, dan Kemanusiaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 minutes read
Eskalasi Militer AS terhadap Penyelundupan Narkoba
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Washington 1 Januari 2026 – Amerika Serikat telah meningkatkan operasi militernya di perairan internasional Karibia dan Pasifik Timur sejak September 2025, dengan melakukan serangan udara terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba. Hingga akhir Desember 2025, setidaknya 35 serangan telah dilaporkan, menyebabkan kematian sekitar 115 orang yang diklasifikasikan oleh pemerintah AS sebagai “narco-terrorists”. Operasi ini, yang dimulai sebagai respons terhadap aliran narkoba ke AS, kini telah meluas hingga mencakup serangan drone di wilayah darat Venezuela, menandai eskalasi signifikan dalam kebijakan luar negeri pemerintahan saat ini.

Serangan terbaru terjadi pada 30-31 Desember 2025, di mana lima kapal dalam konvoi diserang, menewaskan delapan orang. Video yang dirilis menunjukkan kapal-kapal bergerak dalam formasi rapat—pola yang tidak biasa bagi kapal penyelundup—dan awak kapal melompat ke laut untuk menghindari serangan lanjutan. Pihak berwenang AS segera menghubungi otoritas pencarian dan penyelamatan, meskipun nasib para penyintas belum diketahui secara pasti. Klaim bahwa kapal-kapal tersebut telah memindahkan narkoba antar satu sama lain didasarkan pada intelijen, namun belum didukung oleh bukti publik yang independen.

Pendekatan ini mencerminkan pergeseran paradigmatik dari penegakan hukum maritim tradisional—yang biasanya melibatkan penyitaan dan penangkapan—menuju penggunaan kekuatan mematikan di bawah kerangka “konflik bersenjata non-internasional” dengan kartel narkoba. Pemerintah AS berargumen bahwa kartel-kartel tertentu, termasuk yang terkait dengan Venezuela, merupakan ancaman keamanan nasional yang setara dengan kelompok teroris, sehingga membenarkan serangan preventif. Namun, para ahli hukum internasional mempertanyakan validitas klaim ini, karena sebagian besar korban adalah warga sipil yang diduga terlibat dalam kejahatan non-kekerasan dan tidak menimbulkan ancaman langsung pada saat serangan.

Kontroversi semakin meningkat menyusul insiden awal di mana serangan lanjutan menghabisi penyintas yang terapung di puing kapal. Pakar hukum perang berpendapat bahwa tindakan semacam itu dapat dikategorikan sebagai eksekusi ekstrayudisial, melanggar prinsip-prinsip Konvensi Jenewa dan hukum humaniter internasional yang melindungi individu yang hors de combat. Di sisi lain, pendukung kebijakan ini menekankan bahwa operasi tersebut telah mengganggu rute perdagangan narkoba, meskipun data independen menunjukkan bahwa mayoritas fentanyl—zat yang menyebabkan overdosis tertinggi di AS—masuk melalui perbatasan darat dari Meksiko, bukan melalui kapal-kapal di Karibia atau Pasifik.

Baca juga : Rekor Baru Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Bali: Melampaui Era Pra-Pandemi

Eskalasi terbaru melibatkan serangan drone terhadap fasilitas dermaga di Venezuela yang diduga digunakan untuk memuat narkoba ke kapal. Operasi ini, yang merupakan intervensi langsung pertama di wilayah darat Venezuela, menimbulkan kekhawatiran tentang potensi konflik terbuka. Venezuela menuduh AS melakukan agresi untuk tujuan perubahan rezim, sementara analisis independen menyoroti kompleksitas hubungan antara aktor negara dan jaringan kriminal di kawasan tersebut. Bukti keterlibatan langsung pemerintah Venezuela dalam perdagangan narkoba tetap kontroversial, dengan laporan intelijen yang sering kali bergantung pada sumber rahasia.

Dari perspektif akademis, kampanye ini men raising pertanyaan mendasar tentang batas antara perang melawan terorisme dan perang melawan narkoba. Pendekatan militerisasi ini berisiko memperburuk siklus kekerasan, mendorong kartel untuk beralih ke zat yang lebih potent dan mudah disembunyikan, serta merusak norma-norma hukum internasional yang membatasi penggunaan kekuatan unilateral. Selain itu, dampak kemanusiaan terhadap komunitas pesisir di Amerika Latin—termasuk hilangnya mata pencaharian bagi nelayan yang tidak terlibat—jarang mendapat perhatian dalam narasi resmi.

Secara keseluruhan, operasi ini mencerminkan strategi keamanan nasional yang berfokus pada pencegahan ekstrem, tetapi dengan biaya yang tinggi dalam hal legitimasi internasional dan hak asasi manusia. Diperlukan pengawasan independen yang lebih ketat untuk memastikan bahwa tindakan tersebut sejalan dengan prinsip proporsionalitas dan akuntabilitas, agar tidak menjadi preseden berbahaya bagi intervensi militer di masa depan.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Rekor Baru Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Bali: Melampaui Era Pra-Pandemi
Next: Ketegangan di Selat Taiwan: Respons Taiwan terhadap Manuver Militer China dan Implikasi Strategisnya

Related Stories

Trump Menggoyang Selat Taiwan

Trump Menggoyang Selat Taiwan: Siap Telepon Lai Ching-te Meski Beijing Murka

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
Pelanggaran Gencatan Senjata

Pelanggaran Gencatan Senjata: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Perwira Tinggi Militer Lebanon

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
Leo XIV di Spanyol

Leo XIV di Spanyol: Paus Amerika yang Menyuarakan Perdamaian di Tengah Badai Polarisasi Eropa

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Trump Menggoyang Selat Taiwan: Siap Telepon Lai Ching-te Meski Beijing Murka
  • Pelanggaran Gencatan Senjata: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Perwira Tinggi Militer Lebanon
  • Leo XIV di Spanyol: Paus Amerika yang Menyuarakan Perdamaian di Tengah Badai Polarisasi Eropa
  • Desta, Vino, dan Tora Hidupkan Kembali Semangat Persahabatan Warkop DKI di Layar Lebar
  • Harry Kane Cetak Gol Sundulan, Inggris Menang Tipis atas Selandia Baru di Laga Pemanasan Piala Dunia 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.