RI News. Pesisir Selatan – Rencana aksi demonstrasi damai yang dijadwalkan ratusan tenaga kesehatan (nakes) honorer di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) pada Rabu (15/4/2026) dibatalkan setelah pertemuan langsung dengan Bupati Hendrajoni pada Selasa (14/4) sore. Para nakes yang sebelumnya merasa dirumahkan tanpa kejelasan akhirnya menerima komitmen pemulihan status kerja mereka.
Pertemuan yang berlangsung di kediaman rumah dinas bupati tersebut hanya dihadiri enam perwakilan dari Aliansi Tenaga Kesehatan Honorer yang Dirumahkan. Sementara ratusan rekan mereka menunggu di halaman luar dengan harapan mendapatkan kabar positif. Turut hadir dalam diskusi itu Sekretaris Daerah (Sekda) Pessel, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM), serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Ketua Aliansi, Revilla Nova Amin, SKM, menyampaikan bahwa pihaknya membawa lima tuntutan utama. Inti permohonan mereka adalah agar seluruh nakes honorer yang dirumahkan dapat kembali bertugas di instansi masing-masing tanpa menuntut pembayaran gaji selama masa dirumahkan.
“Kami bermohon bisa kembali bekerja di instansi masing-masing. Nakes tidak menuntut gaji,” tegas Revilla saat menyampaikan aspirasi.

Selain itu, aliansi juga menyoroti praktik di daerah lain yang tidak merumahkan tenaga honorer serupa, termasuk mereka yang belum diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) maupun P3K paruh waktu. Mereka meminta agar Pemkab Pessel melakukan pendataan ulang dan mengusulkan status P3K jika ada peluang, sebagaimana dilakukan daerah-daerah tetangga.
Usai pertemuan yang berlangsung cukup intensif, Revilla menyatakan bahwa seluruh tuntutan pokok telah diakomodir oleh Bupati Hendrajoni. “Pak Bupati setuju mengembalikan tenaga kesehatan yang dirumahkan kembali ke instansi masing-masing. Pemda Pessel melalui Dinas Kesehatan akan mengeluarkan surat resmi ke setiap instansi agar kami bisa kembali bekerja,” jelasnya.
Menurut Revilla, jumlah nakes honorer yang terdampak mencapai 120 orang. Ia menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak menuntut hak gaji, melainkan prioritas pada kepastian untuk melanjutkan pengabdian di bidang kesehatan masyarakat.
Baca juga : Api Melahap Ruko dan Warung di Pasar Silaut, Kerugian Capai Rp200 Juta Tanpa Korban Jiwa
“Sahabat-sahabat nakes honorer yang dirumahkan menyambut positif keputusan ini. Kami berterima kasih kepada Pak Bupati Hendrajoni yang telah mengambil kebijakan bijak dengan memperbolehkan kami masuk kembali bekerja,” ujar Revilla dengan nada lega.
Setelah pertemuan tersebut, para perwakilan langsung menyampaikan hasilnya kepada rekan-rekan yang menunggu di luar. Aliansi kemudian membubarkan diri secara damai dengan wajah penuh harapan. Suasana sumringah terlihat di kalangan nakes, yang kini melihat masa depan pengabdian mereka lebih terjamin.
Keputusan bupati ini dinilai menjadi titik balik penting dalam menyelesaikan polemik yang sempat memanas di kalangan tenaga kesehatan honorer Pessel. Dengan kembalinya mereka ke tempat tugas, diharapkan pelayanan kesehatan di berbagai puskesmas dan fasilitas kesehatan daerah dapat kembali berjalan optimal tanpa gangguan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Pessel belum memberikan pernyataan resmi tertulis terkait surat edaran yang akan dikeluarkan Dinas Kesehatan. Namun, komitmen langsung dari bupati telah menjadi angin segar bagi ratusan nakes yang selama ini merasa nasibnya tergantung.
Pewarta : Sami S

