Skip to content
31/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Di Tengah Ledakan Rudal dan Invasi Darat, Lebanon Terjebak antara Diplomasi Washington dan Tekanan Hizbullah

Di Tengah Ledakan Rudal dan Invasi Darat, Lebanon Terjebak antara Diplomasi Washington dan Tekanan Hizbullah

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Di Tengah Ledakan Rudal dan Invasi Darat
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Jakarta (14 April 2026) – Sementara duta besar Lebanon dan Israel dijadwalkan bertemu di Washington hari ini untuk membahas negosiasi langsung bersejarah, pemimpin Hizbullah Naim Qassem justru mendesak pemerintah Beirut membatalkan pertemuan tersebut. Seruan ini semakin memperdalam perpecahan politik di Lebanon yang telah lama rapuh, di tengah perang yang kembali berkobar sejak awal Maret lalu.

Dalam pidato televisi pada Senin malam, Qassem menegaskan penolakan kelompoknya terhadap segala bentuk negosiasi dengan “entitas Israel yang menduduki”. Ia menyebut rencana pertemuan di ibu kota Amerika Serikat sebagai langkah sia-sia yang hanya akan memperlemah posisi Lebanon. “Kami menyerukan sikap heroik dan bersejarah dengan membatalkan pertemuan negosiasi ini,” ujarnya.

Pertemuan antara Duta Besar Lebanon untuk AS, Nada Hamadeh Moawad, dan Duta Besar Israel, Yechiel Leiter, direncanakan berlangsung di Departemen Luar Negeri AS. Pihak Lebanon berharap pembicaraan tersebut membuka jalan bagi gencatan senjata segera, sementara Israel secara tegas menyatakan tidak akan membahas penghentian tembak-menembak dengan Hizbullah. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu malah menekankan keinginan untuk “pembongkaran senjata Hizbullah” dan perjanjian perdamaian jangka panjang yang bisa bertahan antargenerasi.

Perang terbaru antara Israel dan Hizbullah meletus pada 2 Maret 2026, hanya dua hari setelah eskalasi militer antara Israel-Amerika Serikat dengan Iran. Hizbullah merespons dengan meluncurkan roket ke wilayah Israel, yang kemudian dibalas dengan serangan udara intensif dan invasi darat terbatas di selatan Lebanon. Hingga kini, konflik ini telah menewaskan lebih dari 2.000 orang di Lebanon — termasuk ratusan perempuan, anak-anak, dan tenaga kesehatan — serta memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.

Banyak kalangan di Lebanon, terutama dari kelompok non-Syiah, menyalahkan Hizbullah karena menyeret negara ke dalam konflik yang lebih luas. Mereka melihat aksi kelompok ini sebagai perpanjangan tangan kepentingan Iran. Sebaliknya, pejabat senior Hizbullah seperti Wafiq Safa membela tindakan tersebut sebagai langkah pencegahan. Menurutnya, para pemimpin Hizbullah yakin Israel sedang mempersiapkan serangan besar kedua untuk menghancurkan kelompok tersebut, sehingga diperlukan “persamaan kekuatan baru” untuk memulihkan daya tangkal.

Baca juga : Pembuktian Awal Transisi Kekuasaan: Tuduhan Penghancuran Dokumen Sanksi Mengguncang Kementerian Luar Negeri Hungaria Pasca-Kemenangan Telak Péter Magyar

Situasi ini menciptakan paradoks yang jarang terjadi dalam sejarah diplomasi Timur Tengah: di satu sisi, ada upaya langka negosiasi langsung antara Lebanon dan Israel setelah puluhan tahun hanya saling memusuhi secara teknis. Di sisi lain, pertempuran di lapangan terus berlanjut dengan serangan Israel yang mencapai kawasan padat penduduk di Beirut dan bentrokan sengit di selatan Lebanon. Hizbullah menyatakan akan terus bertahan “sampai hembusan napas terakhir”.

Analis politik Lebanon menilai, pertemuan di Washington ini berpotensi menjadi titik balik atau justru pemicu krisis internal yang lebih dalam. Jika pemerintah Beirut memilih melanjutkan jalur diplomasi, risiko perpecahan masyarakat dan tuduhan “pengkhianatan” terhadap Hizbullah bisa semakin membesar. Sebaliknya, jika mengikuti desakan Qassem, Lebanon berisiko kehilangan momentum langka untuk keluar dari siklus kekerasan yang telah berlangsung sejak 1980-an.

Perang ini bukan hanya ujian bagi hubungan Israel-Lebanon, melainkan juga bagi kedaulatan negara Lebanon itu sendiri. Dengan Hizbullah yang masih mempertahankan kekuatan militernya di luar kendali penuh pemerintah pusat, setiap langkah diplomasi kini sarat dengan risiko disintegrasi nasional dan instabilitas regional yang lebih luas.

Konflik yang sedang berlangsung ini mengingatkan kembali bahwa perdamaian di Timur Tengah sering kali harus melewati jurang yang sangat dalam antara harapan diplomasi dan realitas medan perang.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pembuktian Awal Transisi Kekuasaan: Tuduhan Penghancuran Dokumen Sanksi Mengguncang Kementerian Luar Negeri Hungaria Pasca-Kemenangan Telak Péter Magyar
Next: Penemuan Artefak Kapal Romawi Berusia 2.000 Tahun Muncul Kembali di Dasar Danau Neuchâtel, Swiss

Related Stories

Lonjakan Dramatis Kekerasan Seksual dalam Konflik

Lonjakan Dramatis Kekerasan Seksual dalam Konflik: PBB Catat Lebih dari Dua Kali Lipat Kasus pada 2025

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Putin Tingkatkan Eskalasi di Kyiv

Putin Tingkatkan Eskalasi di Kyiv: Strategi Bertahan di Tengah Kebuntuan dan Kelelahan Perang

Jurnalis RI News Portal Posted on 21 jam ago 0
Trump Tunda Keputusan Perpanjangan Gencatan Senjata Iran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Trump Tunda Keputusan Perpanjangan Gencatan Senjata Iran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Jurnalis RI News Portal Posted on 21 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Menuju Pariwisata Emas: ESG Jadi Kunci Daya Saing Indonesia di Mata Investor Global
  • Jakarta Merangkai Harmoni: Pesparani 2026 jadi Bukti Nyata Toleransi sebagai Modal Kota Global
  • Indonesia Siap Menyongsong Era Pasca-2030: Bappenas Tekankan Fondasi Pembangunan Berkelanjutan
  • Bareskrim Polri Bekukan Aktivitas PT WIN di Torobulu, Keselamatan Warga Jadi Prioritas Utama
  • Sinergi Pemerintah dan Fatayat NU Jateng Perkuat Perlindungan Pesantren dari Kekerasan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.