Skip to content
07/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Health
  • Di Balik Sentuhan Tangan: Kisah Praktisi Pengobatan Alternatif dengan Tarif Keiklasan dan Menyembuhkan yang ‘Tak Tertolong’ Dokter

Di Balik Sentuhan Tangan: Kisah Praktisi Pengobatan Alternatif dengan Tarif Keiklasan dan Menyembuhkan yang ‘Tak Tertolong’ Dokter

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Kisah Praktisi Pengobatan Alternatif dengan Tarif Keiklasan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Pacimantoro, Wonogiri – Di sebuah kampung kecil bernama Dayu, Kelurahan Sedayu, Kecamatan Pacimantoro, Kabupaten Wonogiri, hidup seorang praktisi pengobatan alternatif yang telah menjadi harapan bagi banyak orang yang putus asa dengan pengobatan medis konvensional. Namanya Mabh Harun Utomo Noto Projo, atau yang akrab disapa Mbah Harun.

Sudah sembilan tahun Mbah Harun menetap di kampung ini, sekitar tahun 2017-2018. Sebelumnya, ia menghabiskan waktu lama di Jakarta, di mana ia sempat “lepek” atau lelah dengan rutinitas kota besar. Kini, di pedalaman Jawa Tengah ini, ia menjalani panggilan hatinya mengobati berbagai penyakit melalui metode non-medis.

Pasien yang datang ke tempatnya beragam. Rata-rata berasal dari wilayah sekitar, tetapi tak sedikit yang datang dari luar daerah. Banyak di antara mereka mengalami kondisi yang menurut dokter sulit disembuhkan, seperti saraf kejepit, kesleo, stroke, hingga kesulitan berjalan parah. Beberapa pasien bahkan harus diangkut naik truk karena tak mampu berjalan sendiri. Namun, setelah mendapat penanganan dari Mbah Harun, banyak yang melaporkan perbaikan signifikan.

“Saya tidak memasang tarif tetap,” ujar Mbah Harun dalam wawancara khusus. “Saya sih rela seikhlasnya. Walaupun orangnya tidak punya duit, asal dia kesini tetap saya terima. Walaupun sakitnya parah ya.”

Pendekatan Mbah Harun bukan hanya terbatas pada masalah fisik. Ia juga menangani aspek supranatural, seperti melakukan ruwatan, membersihkan gangguan dari hal gaib, serta mengajarkan ilmu kebatinan kepada mereka yang tertarik mendalaminya. Kombinasi antara penanganan energi, doa, dan pengetahuan tradisional menjadi ciri khas metode yang ia gunakan.

Mbah Harun mengaku telah menggeluti dunia pengobatan alternatif ini sejak usia muda. “Pokoknya udah lima belas tahun. Kurang lima belas berarti sekitar dua puluh tujuh tahun nanti,” katanya, merujuk pada total pengalaman yang ia miliki hingga kini.

Ibu Mbah Harun berasal dari Sedayu, Kecamatan Pracimantoro juga, yang menurutnya turut membentuk perspektif dan pendekatan pengobatannya yang unik. Meski demikian, ia tetap mengakar pada kearifan lokal Jawa, terutama dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan dimensi spiritual.

Baca juga : Fragmen Iliad Homer yang Tersembunyi di Pelukan Mumi: Rahasia Daur Ulang Sastra Yunani di Tanah Firaun

Keberadaan praktisi seperti Mbah Harun mencerminkan fenomena yang masih hidup di masyarakat Indonesia: kepercayaan terhadap pengobatan alternatif yang holistik, yang tidak hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga menenangkan jiwa. Bagi pasien yang telah “ditinggalkan” diagnosis medis, tempat sederhana di kampung Dayu ini menjadi oase harapan.

Meski demikian, pengobatan alternatif seperti ini tetap menjadi pilihan pelengkap, bukan pengganti pengobatan medis profesional. Mbah Harun sendiri tidak pernah memaksa siapa pun untuk datang; ia hanya membuka pintu bagi siapa saja yang datang dengan ikhlas.

Di tengah kemajuan teknologi kedokteran modern, cerita Mbah Harun mengingatkan kita bahwa di pelosok-pelosok negeri, masih ada tangan-tangan yang bekerja dengan ketulusan, tanpa pamrih, menyembuhkan yang tak kasat mata sekalipun.

Pewarta : Nandang Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Fragmen Iliad Homer yang Tersembunyi di Pelukan Mumi: Rahasia Daur Ulang Sastra Yunani di Tanah Firaun
Next: Polisi Wonogiri Perkuat Patroli Malam Lewat Sambang Satkamling di Jatiroto

Related Stories

Hanura Padangsidimpuan Solid Konsolidasi

Hanura Padangsidimpuan Solid Konsolidasi, Siapkan Kemenangan 2029

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 jam ago 0
Dugaan Penipuan Rp555 Juta di Balik Sewa Alat Berat

Dugaan Penipuan Rp555 Juta di Balik Sewa Alat Berat: Cek Bodong Menggerus Kepercayaan Bisnis di Labuan Bajo

Jurnalis RI News Portal Posted on 9 jam ago 0
Solo Menuju Era Baru Pengelolaan Sampah

Solo Menuju Era Baru Pengelolaan Sampah: Regulasi Pilah Sampah dari Hulu Siap Digulirkan, Warga Pemilah Bakal Diuntungkan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Hanura Padangsidimpuan Solid Konsolidasi, Siapkan Kemenangan 2029
  • Pantai Sundak Bangkit: Kodim dan Pemkab Gunungkidul Luncurkan Gerakan Indonesia Asri di Hari Lingkungan Sedunia
  • Dugaan Penipuan Rp555 Juta di Balik Sewa Alat Berat: Cek Bodong Menggerus Kepercayaan Bisnis di Labuan Bajo
  • Kekerasan di Balik Tembok Pesantren: Polres Lombok Tengah Usut Kasus Pembakaran dan Pelecehan Santri
  • Kemajuan Ukraina di Medan Perang dan Diplomasi Eropa: Tekanan Semakin Kuat terhadap Rusia
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.