RI News. Solo – Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia (RS KEI) di Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, kini resmi melayani pasien peserta BPJS Kesehatan. Peresmian kerja sama tersebut digelar Kamis (13/5/2026) dan dihadiri langsung Wali Kota Solo Respati Ardi, Direktur RS KEI Ali Zaenal Abidin, serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solo Debbie Nianta Musigasari.
Meski peresmian baru berlangsung kemarin, pelayanan bagi pasien BPJS sebenarnya telah berjalan sejak Senin (11/5/2026). Direktur RS KEI Ali Zaenal Abidin menjelaskan mekanisme rujukan yang diterapkan sudah sesuai regulasi BPJS. Pasien dengan kondisi gawat darurat dapat langsung datang ke Unit Gawat Darurat, sementara pasien stabil diarahkan melalui rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
“ Mekanisme pasien BPJS dengan indikasi kegawatan bisa langsung datang ke unit gawat darurat kami. Akan tetapi bagi pasien yang stabil bisa melalui rujukan FKTP,” ujar Ali Zaenal Abidin kepada wartawan.

Sebagai rumah sakit tipe A khusus kardiologi, RS KEI memungkinkan pasien dengan gangguan jantung mendapatkan rujukan langsung dari FKTP. Sementara itu, kasus non-jantung tetap mengikuti sistem rujukan berjenjang sesuai ketentuan. Hampir seluruh tindakan medis terkait penyakit jantung, mulai dari kateterisasi hingga operasi bedah jantung terbuka, telah dicakup BPJS Kesehatan.
Saat ini RS KEI memiliki kapasitas sekitar 100 tempat tidur. Ali menegaskan bahwa pembukaan layanan BPJS sejalan dengan visi awal pendirian rumah sakit. “Kami menerima pasien BPJS karena sejak awal konsep rumah sakit ini memang untuk memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Kami berharap semua lapisan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan di sini,” katanya.
Peresmian turut diikuti secara virtual oleh Dante Saksono Harbuwono dan Abdulla Salem al-Dhaheri. Wali Kota Solo Respati Ardi menyambut positif langkah RS KEI. Menurutnya, kehadiran fasilitas kesehatan modern harus tetap inklusif tanpa memandang latar belakang ekonomi pasien.
“Kami meminta pelayanan kesehatan RS Kardiologi memberikan pelayanan prima bagi warga. Fasilitas kesehatan harus modern tetapi inklusif dan humanis,” tegas Respati Ardi.
Debbie Nianta Musigasari, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solo, menyatakan RS KEI menjadi rumah sakit ke-55 yang menjalin kerja sama dengan BPJS Cabang Solo. Ia menambahkan bahwa layanan penyakit jantung merupakan salah satu kategori dengan biaya penanganan yang tinggi, meskipun jumlah kasusnya tidak sebanyak penyakit lain.
Dengan diresmikannya layanan ini, masyarakat Solo dan sekitarnya kini memiliki akses lebih luas terhadap penanganan jantung yang berkualitas tinggi tanpa harus mengkhawatirkan biaya yang memberatkan. Langkah RS KEI diharapkan menjadi model bagi rumah sakit spesialis lainnya dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan nasional yang berkeadilan.
Pewarta : Rendro P

