RI News. Wonosari, Gunungkidul – Semangat perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan bangsa kembali bergema di Alun-Alun Pemda Wonosari, Minggu (1/3/2026). Komandan Kodim (Dandim) 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, memimpin upacara bendera secara khidmat untuk memperingati Hari Penegakan Kedaulatan Negara (HPKN) tahun ini.
Upacara yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB tersebut mengambil momentum bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Peristiwa heroik itu, di mana pasukan Tentara Nasional Indonesia berhasil menguasai ibu kota Republik selama enam jam, berhasil mematahkan propaganda Belanda yang mengklaim Indonesia telah runtuh pasca-Agresi Militer II. Serangan kilat tersebut tidak hanya menegaskan eksistensi negara, tetapi juga memicu tekanan internasional yang berujung pada pengakuan kedaulatan Indonesia di mata dunia.
Dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan menekankan bahwa peringatan HPKN bukanlah sekadar ritual tahunan, melainkan panggilan untuk terus merawat nilai-nilai pengorbanan para pejuang kemerdekaan. Ia menggarisbawahi pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa sebagai pondasi kokoh kedaulatan di tengah dinamika global kontemporer.

“Kedaulatan yang kita warisi hari ini lahir dari darah dan air mata para pahlawan. Di era modern ini, tantangan terhadap kedaulatan tidak lagi hanya berupa ancaman militer, tetapi juga berbagai bentuk disintegrasi sosial, ancaman ekonomi, dan pengaruh ideologi asing. Oleh karena itu, kita wajib menjaga persatuan melalui sinergi lintas sektor, pengabdian tanpa pamrih, serta semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa kita,” ujar Dandim.
Suasana upacara terasa sangat haru saat seluruh peserta mengheningkan cipta dalam penghormatan kepada para pahlawan yang gugur demi tegaknya negara. Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya menggema, disusul prosesi yang berlangsung tertib dan penuh khidmat hingga akhir.
Kehadiran lengkap dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gunungkidul, unsur TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta pelajar dan mahasiswa menunjukkan komitmen kolektif dalam merayakan momentum bersejarah ini. Acara berjalan aman, lancar, dan penuh makna, menjadi pengingat bersama bahwa kedaulatan negara adalah tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga dan diperkuat.
Peringatan HPKN di tingkat lokal seperti di Gunungkidul ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memahami nilai historis perjuangan bangsa, sekaligus mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari demi Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan bermartabat.
Pewarta: Lee Anno

