Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Bupati Melawi Dorong Aspirasi Petani Sawit Mandiri hingga ke Gubernur Kalbar

Bupati Melawi Dorong Aspirasi Petani Sawit Mandiri hingga ke Gubernur Kalbar

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 min read
Bupati Melawi Dorong Aspirasi Petani Sawit Mandiri hingga ke Gubernur Kalbar
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Melawi Kalimantan Barat – Di tengah ketegangan yang membayangi ribuan petani sawit mandiri di Kabupaten Melawi, janji Bupati H. Dadi Sunarya Usfa Yursa akhirnya menunjukkan hasil konkret. Pada Selasa, 26 Agustus 2025, rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Dadi mendatangi Kantor Gubernur Kalimantan Barat di Pontianak. Kunjungan ini bukanlah sekadar protokoler, melainkan puncak dari perjuangan kolektif untuk mencari keadilan atas penyegelan lahan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Rombongan tersebut mencakup beragam elemen masyarakat: Wakil Bupati Malin, Sekretaris Daerah Paulus, anggota DPRD Provinsi Kalbar dan Kabupaten Melawi, serta perwakilan dari organisasi petani sawit mandiri. Kehadiran lintas unsur ini menggarisbawahi bahwa isu penyegelan lahan bukan hanya masalah sektoral, melainkan isu bersama yang memengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat Melawi. “Ini adalah manifestasi dari komitmen kami dalam memperjuangkan hak-hak dasar petani. Kami membawa aspirasi langsung dari masyarakat yang mendambakan kepastian hukum,” kata Bupati Dadi dengan tegas saat ditemui usai pertemuan.

Pertemuan di ruang rapat Gubernur berlangsung dalam suasana dialog yang hangat, meskipun sarat dengan isu kompleks. Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menyambut rombongan secara langsung dan menyatakan kesiapannya untuk menampung keluhan tersebut. “Pemerintah provinsi tidak akan menutup telinga terhadap suara rakyat. Kami akan menindaklanjuti aspirasi ini dengan tetap mengacu pada kerangka hukum yang ada,” ujar Gubernur Norsan. Sebagai langkah awal, ia menerima berkas pengajuan pemutihan lahan beserta data kebun sawit mandiri dari 16 desa di Melawi, dengan total luas mencapai sekitar 16.000 hektare.

Menurut data yang terkumpul, penyegelan oleh Satgas PKH telah memengaruhi 634,18 hektare lahan di Melawi. Penyegelan ini didasarkan pada Peraturan Presiden RI Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan, di mana lahan tersebut dikategorikan sebagai kawasan Hutan Tanaman Industri yang berada dalam konsesi PT Inhutani—perusahaan yang telah lama tidak aktif mengelolanya. Bagi petani, however, dampaknya jauh melampaui aspek administratif: ini adalah ancaman langsung terhadap sumber penghidupan mereka, termasuk akses terhadap pendidikan anak dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Baca juga : APDESI Sintang: Motor Perubahan untuk Tata Kelola Desa yang Inovatif dan Transparan

Suhaili, koordinator perwakilan petani yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Nanga Nyuruh di Kecamatan Ella Hilir, berbagi pengalaman pribadi melalui wawancara telepon dengan tim redaksi. “Kami hanya menginginkan kepastian agar bisa bekerja tanpa rasa was-was. Hasil panen seharusnya menjadi berkah, bukan sumber konflik,” katanya dengan suara yang menunjukkan kelelahan emosional. Ia menambahkan bahwa plang penyegelan yang dipasang Satgas PKH—dengan peringatan ketat seperti larangan memasuki, merusak, atau memanen tanpa izin—telah menimbulkan tekanan psikologis bagi masyarakat.

Dari perspektif akademis, isu ini mencerminkan konflik klasik antara regulasi lingkungan dan hak ekonomi masyarakat lokal di Indonesia. Studi-studi di bidang agraria dan hukum lingkungan sering menyoroti bagaimana kebijakan penertiban hutan, meskipun bertujuan melindungi ekosistem, kerap mengabaikan dimensi sosial-ekonomi petani kecil. Di Kalimantan Barat, di mana sawit menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan, penyegelan semacam ini berpotensi memicu ketidakstabilan sosial jika tidak ditangani dengan pendekatan inklusif. Analisis ini sejalan dengan kerangka teori keadilan distributif, di mana akses terhadap sumber daya alam harus diimbangi dengan perlindungan hak masyarakat adat dan petani mandiri.

Hasil pertemuan ini membuahkan kesepakatan penting: Pemerintah Provinsi Kalbar, Pemkab Melawi, dan perwakilan petani akan segera menggelar diskusi bersama Kejaksaan Tinggi Kalbar untuk mengklarifikasi status hukum lahan dan hak panen. Selain itu, Gubernur Norsan berjanji memfasilitasi pertemuan langsung antara petani dan Satgas PKH, pihak yang memiliki otoritas utama dalam penertiban. “Gubernur menyarankan agar kami tetap memanen hasil kebun sementara proses berjalan, asal menjaga ketenangan dan menghindari tindakan anarkis,” ungkap Suhaili. Pesan ini disertai imbauan agar masyarakat tetap sabar dan menjaga kondusivitas wilayah.

Bagi warga Melawi, momen ini menjadi sinar harapan di tengah ketidakpastian yang telah berlangsung lama. Bupati Dadi menekankan bahwa pemerintah daerah akan terus mendampingi rakyat. “Kami tidak mencari solusi instan, tapi jalan yang adil untuk semua pihak. Petani kami pantas mendapatkan pengakuan atas kerja keras mereka,” katanya. Meski baru langkah awal, pertemuan ini bisa menjadi katalisator perubahan, memungkinkan petani sawit mandiri untuk menatap masa depan dengan lebih optimis—tanpa bayang-bayang ancaman hukum yang menggantung.

Pewarta : Lisa Susanti

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: APDESI Sintang: Motor Perubahan untuk Tata Kelola Desa yang Inovatif dan Transparan
Next: Presiden Prabowo: RS PON Mahar Mardjono, Mercusuar Neurosains Kelas Dunia di Jakarta

Related Stories

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren
3 min read

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
2 min read

Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
'raj 2026
2 min read

Lonjakan Penumpang Kereta Api di Sumatera Utara pada Penutupan Libur Isra Mi’raj 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.