Skip to content
23/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Batu yang ‘Hidup’: Jejak Pengrajin Tikar Mendong di Makam Dusun Jati yang Mengembang Seiring Waktu

Batu yang ‘Hidup’: Jejak Pengrajin Tikar Mendong di Makam Dusun Jati yang Mengembang Seiring Waktu

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Jejak Pengrajin Tikar Mendong di Makam Dusun Jati yang Mengembang Seiring Waktu
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Wonogiri – Di tengah hamparan makam yang kini dipadati ratusan nisan dan candi, sebuah batu lonjong berbentuk kerucut masih berdiri sebagai saksi bisu sejarah lokal Dusun Jati, Desa Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono. Batu tersebut bukan sekadar benda mati. Warga percaya, batu tindih anyaman tikar mendong ini perlahan mengembang menjadi lebih besar seiring berjalannya ratusan tahun, sekaligus menjadi simbol penghubung antara masa lalu dan kehidupan masyarakat hari ini.

Cerita tentang batu ini telah lama hidup dalam ingatan kolektif warga. Pada 1987, tiga sesepuh kampung—Noyo Karto, Boimin, dan Iro Mariman—sering membagikan kisah ini saat peringatan Bulan Suro maupun Hari Kemerdekaan RI. Menurut mereka, batu kecil itu dulunya adalah alat bantu seorang perempuan pengrajin tikar mendong. Setiap hari ia menganyam tikar dengan rumput mendong, sementara suaminya bekerja di ladang.

Ketika sang suami meninggal, batu tersebut diambil sebagai nisan pertama di atas gundukan tanah pemakaman. Perempuan itu kemudian menanam pohon jati dan pohon uprih di sekitarnya. Kini, lokasi tersebut telah berkembang menjadi makam umum Dusun Jati yang luasnya mencapai ribuan meter persegi. Pohon uprih yang melilit pohon jati pun menjadi penanda kuat asal-usul nama dusun.

Noyo Karto dan rekan-rekannya menuturkan bahwa batu itu menjadi tanda makam pertama di lokasi tersebut. Keberadaannya masih diyakini sebagai peninggalan leluhur yang langsung terhubung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat agraris dan pengrajin anyaman tempo dulu.

Pada 1989, tokoh masyarakat setempat kembali menghimpun keterangan dari narasumber lain, termasuk Somo Redi dan Boirejo. Kesaksian mereka memperkuat narasi bahwa batu lonjong kerucut itu memang berasal dari aktivitas anyaman tikar mendong.

Dari sudut pandang ilmiah, perubahan ukuran batu ini dapat dijelaskan melalui proses geologis yang dikenal sebagai mineralisasi. Air tanah yang kaya mineral meresap ke dalam pori-pori material organik awal, kemudian mengendapkan kalsit atau silika. Proses ini berlangsung selama ratusan hingga ribuan tahun, membuat benda yang semula kecil menjadi lebih besar, padat, dan keras, tanpa kehilangan bentuk aslinya yang khas.

Fenomena ini mengingatkan kita bahwa sejarah lokal tidak hanya tersimpan dalam cerita lisan, tetapi juga dalam bukti fisik yang terus berevolusi bersama alam.

Baca juga : Wonogiri Bangun Benteng Tangguh Bencana dari Tingkat Kecamatan

Sugiman, pengelola makam sekaligus ketua rombongan penggali kubur, mengungkapkan kondisi terkini. Makam yang dulunya hanya satu gundukan kini sudah penuh. “Sudah penuh. Kalau ada warga yang meninggal, kami terpaksa mencari lahan baru untuk pemekaran makam,” ujarnya.

Keberadaan batu tindih anyaman ini kini menjadi pengingat penting bagi generasi muda Dusun Jati. Di balik teksturnya yang kasar dan bentuknya yang semakin mengesankan, tersimpan kisah ketekunan seorang perempuan penganyam, kasih sayang terhadap suami, serta akar budaya anyaman mendong yang pernah menjadi bagian penting ekonomi rumah tangga di pedesaan Jawa tempo dulu.

Batu tersebut tidak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga mengajak kita merenung: betapa warisan leluhur, sekecil apapun, dapat terus tumbuh dan mengakar dalam ingatan sebuah komunitas.

Pewarta: Nandar Suyadi

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Wonogiri Bangun Benteng Tangguh Bencana dari Tingkat Kecamatan
Next: Mualem Cabut Pergub Kontroversial, JKA Kembali Jadi Andalan Kesehatan Masyarakat Aceh

Related Stories

Santri Al Muayyad Jadi Garda Terdepan

Santri Al Muayyad Jadi Garda Terdepan: Bawaslu Solo Tanamkan Literasi Demokrasi di Pesantren

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Petugas Kebersihan Karanganyar Ditemukan Meninggal di Bangunan Bekas TPS

Tragedi Tak Terduga: Petugas Kebersihan Karanganyar Ditemukan Meninggal di Bangunan Bekas TPS

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Penindakan Miras di Lokananta Jadi Tolok Ukur Penegakan Perda

DPRD Solo Beri Dukungan Moral ke Satpol PP: Penindakan Miras di Lokananta Jadi Tolok Ukur Penegakan Perda

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Santri Al Muayyad Jadi Garda Terdepan: Bawaslu Solo Tanamkan Literasi Demokrasi di Pesantren
  • Tragedi Tak Terduga: Petugas Kebersihan Karanganyar Ditemukan Meninggal di Bangunan Bekas TPS
  • DPRD Solo Beri Dukungan Moral ke Satpol PP: Penindakan Miras di Lokananta Jadi Tolok Ukur Penegakan Perda
  • Gelombang Panas Ekstrem Jepang: Suhu 40 Derajat Celsius Mengancam 41 Prefektur
  • Sinergi Penegakan Hukum: Polres Padangsidimpuan Limpahkan Kasus Rokok Ilegal Beserta Pelaku ke Bea Cukai Sibolga
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.