Skip to content
04/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Ambon-Malteng: Konflik Desa Hunuth Picu Kecaman DPRD, Pemerintah Diminta Ambil Tanggung Jawab

Ambon-Malteng: Konflik Desa Hunuth Picu Kecaman DPRD, Pemerintah Diminta Ambil Tanggung Jawab

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 bulan ago 3 minutes read
Konflik Desa Hunuth Picu Kecaman DPRD
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Ambon, 20 Agustus 2025 – Konflik horizontal yang terjadi antara warga Desa Hunuth, Kota Ambon, dan warga Negeri Hitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), pada Selasa (19/08/2025) menimbulkan kerusakan serius dan memicu reaksi politik di tingkat daerah. Peristiwa ini menyoroti persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang diduga kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Pemkab Malteng.

Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela, dalam konferensi pers Rabu (20/08/2025) menegaskan bahwa Pemkab Malteng yang berada di bawah kepemimpinan Bupati Zulkarnain Awat Amir telah lalai dalam membina Kamtibmas di wilayahnya. “Apa-apa sedikit dari Malteng kejadian di Ambon. Ini sangat kami sesalkan. Kami minta Pemkab Malteng bertanggung jawab,” ujarnya tegas.

Peristiwa kekerasan yang terjadi melibatkan massa warga Hitu membawa senjata tajam dan membakar sedikitnya 17 rumah milik warga Hunuth. Insiden ini memaksa 779 jiwa atau 156 kepala keluarga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Morits menyatakan bahwa pihaknya telah merespons cepat untuk menenangkan situasi, namun kehadiran Pemkab Malteng dinilai minim dalam upaya mediasi dan penyelesaian konflik.

Menurut Morits, akar konflik selalu bersumber dari perkelahian antar pelajar SMK Negeri 3 Waiheru, Kota Ambon. Salah satu siswa asal Negeri Hitu, A. Pelu, tewas ditikam oleh orang tak dikenal, yang kemudian memicu kemarahan warga Hitu dan tindakan pembakaran di Hunuth. “Ini informasi A1 yang dapat dipertanggungjawabkan. Sumber konflik di Hunuth selalu berawal dari perkelahian antar pelajar SMK 3 Waiheru. Hal ini harus dipikirkan secara serius agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Morits.

DPRD Ambon telah meminta Gubernur Maluku melalui Wali Kota Ambon untuk memfasilitasi pertemuan antara Pemkot Ambon dan Pemkab Malteng. Tujuannya adalah membahas langkah-langkah strategis penyelesaian konflik serta memastikan keamanan dan kenyamanan warga Hunuth. Rencana pertemuan ini diharapkan mampu menghadirkan solusi jangka panjang, tidak hanya merespons dampak fisik dari insiden, tetapi juga mencegah eskalasi konflik berbasis identitas wilayah dan pelajar.

Baca juga : Sintang Naik Predikat Kabupaten Layak Anak, Tantangan Baru dalam Mewujudkan Pembangunan Ramah Anak

Dari perspektif hukum dan keamanan, insiden ini menegaskan perlunya penguatan mekanisme pengendalian konflik antarwilayah di Maluku. Pemkab dan Pemkot perlu membangun koordinasi rutin serta program pembinaan sosial bagi pelajar dan masyarakat agar potensi pertikaian dapat dicegah sejak dini. Selain itu, pengawasan terhadap penyebaran senjata tajam dan kesiapan aparat keamanan lokal menjadi faktor krusial dalam mitigasi risiko konflik horizontal.

Konflik Hunuth-Hitu merupakan contoh nyata bagaimana persoalan lokal, yang berakar dari perkelahian remaja, dapat dengan cepat berkembang menjadi masalah keamanan lintas kabupaten. Analisis akademis menunjukkan bahwa pendekatan terpadu antara pemerintah daerah, aparat hukum, dan masyarakat sipil menjadi kunci untuk membangun Kamtibmas yang berkelanjutan dan mengurangi ketegangan antar komunitas.

Pewarta : Arba Ode

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Sintang Naik Predikat Kabupaten Layak Anak, Tantangan Baru dalam Mewujudkan Pembangunan Ramah Anak
Next: Semarang Menyelesaikan Status Pegawai Non-ASN melalui Pengangkatan PPPK Paruh Waktu

Related Stories

Transisi Kepemimpinan Mulai Bergulir

Transisi Kepemimpinan Mulai Bergulir: Awaluddin Dipercaya Pimpin Disperindagkop UKM Subulussalam

Jurnalis RI News Portal Posted on 37 menit ago 0
Dokter Spesialis RSUD Pasaman Barat Kembali Bertugas Penuh

Dokter Spesialis RSUD Pasaman Barat Kembali Bertugas Penuh, Bupati Yulianto Temukan Titik Temu Lewat Insentif

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 jam ago 0
Gotong Royong Spiritual

Gotong Royong Spiritual: Tomy Serahkan 1.700 M² Tanah Wakaf untuk Perluasan Makam di Sugihan Trenggalek

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Veteran Angkatan Darat AS Tewas Ditembak FBI Usai Sandera Pegawai Sekolah selama 16 Jam di Bakersfield
  • Transisi Kepemimpinan Mulai Bergulir: Awaluddin Dipercaya Pimpin Disperindagkop UKM Subulussalam
  • Proyek Mega Kushner di Albania: Antara Ambisi Pariwisata dan Perlawanan Lingkungan
  • Korea Utara Perkuat Produksi Bahan Nuklir Secara Eksponensial: Langkah Berisiko di Tengah Ketegangan Regional
  • Dokter Spesialis RSUD Pasaman Barat Kembali Bertugas Penuh, Bupati Yulianto Temukan Titik Temu Lewat Insentif
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.