RI News. Semarang, 19 Juli 2026 — Menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Semangat inilah yang melandasi Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Bambankerep dalam menyelenggarakan Lomba Simulasi PKBN (Pembinaan Kesadaran Bela Negara) antar-RW yang berlangsung meriah pada Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang berpusat di Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan ini, dibuka langsung oleh Pembina TP PKK Bambankerep, Agung Susilo, S.E. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran strategis kaum ibu sebagai pendidik pertama di lingkungan keluarga untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa melalui program pembinaan kesadaran bela negara.
“Lomba Simulasi PKBN ini merupakan sarana edukasi dan implementasi nyata dari program Cinta Tanah Air. Ibu-ibu merupakan pendidik minimalnya di ranah keluarga. Dari rumahlah nilai-nilai luhur dan kesadaran bela negara ini ditanamkan pertama kali,” ujar Agung Susilo.

Sebelum kompetisi dimulai, perwakilan tim juri memaparkan kriteria penilaian yang ketat dan objektif. Penjurian dilakukan oleh tiga tokoh yang memiliki kapasitas mendalam di bidang pemberdayaan keluarga, yaitu Yeny Tri Wahyuni, S.E. selaku Ketua TP PKK Kelurahan Bambankerep, Mujiati Marni, S.E. sebagai Ketua Pokja I TP PKK Kelurahan Bambankerep, serta Sudjiati selaku Ketua Pokja I TP PKK Kecamatan Ngaliyan.
Kemeriahan acara terasa sejak pagi hingga siang hari. Setiap kelompok terdiri dari 15 orang peserta, sehingga sedikitnya 85 orang memadati lokasi untuk memberikan dukungan sekaligus menampilkan kemampuan terbaik mereka. Masing-masing tim dari tiap RW menyuguhkan performa apik dan penuh semangat, membuat para juri sempat kesulitan menentukan pemenang. Namun, berdasarkan penilaian objektif, juara diraih oleh RW 1 sebagai juara pertama, disusul RW 4 di posisi kedua, RW 3 di peringkat ketiga, RW 5 di urutan keempat, dan RW 2 di posisi kelima.
Di sela-sela kegiatan, Ketua TP PKK Kelurahan Bambankerep Yeny Tri Wahyuni, S.E. menyampaikan harapannya agar esensi dari simulasi ini tidak berhenti di panggung semata. “Supaya ilmu dari simulasi PKBN ini bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Saya menyadari bahwa lomba yang melibatkan banyak orang pasti ada kesulitan tersendiri, tapi saya percaya bahwa setiap wilayah pasti punya kemampuan untuk menyelesaikan. Terima kasih kepada seluruh kelompok PKK di wilayah Kelurahan Bambankerep yang sudah berpartisipasi,” ungkapnya saat diwawancarai melalui telepon.
Baca juga: Menuju Generasi Digital yang Bijak: Kalteng Terapkan Pengaturan Ketat Gawai di Lingkungan Sekolah
Melalui momentum Lomba Simulasi PKBN ini, diharapkan kekompakan antar-warga di Kelurahan Bambankerep semakin erat. Program cinta tanah air tidak hanya menjadi seremoni, melainkan benar-benar terinternalisasi dalam kehidupan keluarga sehari-hari hingga membentuk kesadaran bela negara yang lebih luas di tingkat masyarakat.
Pewarta: Sriyanto
Tagline: #CintaTanahAir, #PKK Bamba nkerep, #BelaNegara, #PendidikanKarakter, #KeluargaSebagaiPilarBangsa, #SemangatKeBangsaan,

