RI News. Jakarta, 15 Juli 2026 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggali bukti dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo dengan memanggil asisten pribadinya sebagai saksi kunci.
Pemeriksaan ini dilakukan di Polda Jawa Timur. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa FJ, asisten pribadi Bupati sekaligus anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah, dijadwalkan diperiksa hari ini. Selain FJ, KPK juga memanggil dua kontraktor berinisial RSM dan TGR, serta ANW selaku admin CV Triple S untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
Pemanggilan ini merupakan kelanjutan dari serangkaian pemeriksaan saksi sebelumnya. Pada Senin (13/7), KPK telah memeriksa empat direktur perusahaan, yaitu LUT (Direktur PT Has Putra Indonesia), MAL (Direktur CV Karya Remaja), ED (Direktur CV Bumi Mitra Sejahtera), dan BS (Direktur CV Mitra Karya Sejati). Keesokan harinya, Selasa (14/7), giliran SRW (Direktur CV Mutiara Karya Sejati), VER (Direktur CV Sarana Pembangunan), ASC (Direktur CV Armada Perkasa), serta RF selaku Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung yang dimintai keterangan.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Tulungagung pada 10 April 2026. Dalam aksi tersebut, lembaga antirasuah menangkap 18 orang, termasuk Bupati Gatut Sunu Wibowo dan adiknya yang merupakan anggota DPRD Tulungagung, Jatmiko Dwijo Saputro. Keesokan harinya, KPK menetapkan Gatut Sunu Wibowo beserta ajudannya Dwi Yoga Ambal sebagai tersangka.
KPK menduga Gatut Sunu melakukan pemerasan terhadap pejabat perangkat daerah dengan meminta mereka menandatangani surat pernyataan pengunduran diri yang sudah dibubuhi meterai, namun tanpa mencantumkan tanggal. Modus tersebut diduga digunakan untuk memeras uang dari 16 kepala satuan kerja atau organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Hingga kini, KPK memperkirakan Gatut Sunu telah menerima sekitar Rp2,7 miliar dari target Rp5 miliar.
Baca juga: Puan Maharani Desak Penataan Ulang Pendidikan Nasional: Ribuan Sekolah Terancam Sepi Murid
Penyidikan ini menjadi sorotan publik karena melibatkan pejabat tinggi daerah dan mengindikasikan adanya praktik sistematis yang merugikan keuangan negara serta tata kelola pemerintahan di tingkat kabupaten. KPK menyatakan akan terus mendalami aliran dana dan keterlibatan pihak-pihak lain untuk memastikan penegakan hukum yang tegas.
Pewarta: Naomi Nevada
Tagline: #KPK, #KorupsiTulungagung, #GatutSunuWibowo, #PemerasanPejabat, #PembangunanDaerah, #PenegakanHukum, #JawaTimur,

