Skip to content
27/10/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Pragmatisme Eropa vs Nilai Kemanusiaan: Mengapa Brussel Memilih Berunding dengan Taliban?

Pragmatisme Eropa vs Nilai Kemanusiaan: Mengapa Brussel Memilih Berunding dengan Taliban?

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 minutes read
Pragmatisme Eropa vs Nilai Kemanusiaan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Brussel – Uni Eropa kembali menghadapi dilema klasik antara keamanan dalam negeri dan komitmen terhadap hak asasi manusia. Kepala urusan migrasi Uni Eropa, Magnus Brunner, secara terbuka menyatakan bahwa Eropa “tidak punya pilihan lain” selain berbicara dengan pemerintah Taliban untuk memulangkan pencari suaka Afghanistan yang gagal, meski rezim tersebut tidak diakui secara resmi.

Pernyataan ini disampaikan Brunner pada Kamis saat membela rencana pertemuan dengan pejabat Taliban di Brussel. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari strategi Uni Eropa untuk menekan migrasi tidak teratur dan mempercepat proses deportasi. Hingga kini, pejabat Taliban belum mendapatkan visa, dan tanggal pertemuan pun masih belum ditentukan. Namun, rencana ini sudah menuai protes keras dari berbagai kalangan di Eropa.

Menurut data badan statistik Uni Eropa, negara-negara anggota telah menerima hampir satu juta permohonan suaka dari warga Afghanistan sejak 2013 hingga 2024. Hanya sekitar setengahnya yang disetujui. Sementara itu, sekitar 20 dari 27 negara anggota Uni Eropa telah menyatakan dukungan untuk memulangkan migran yang tidak berhak tinggal, khususnya mereka yang memiliki catatan kriminal.

Keputusan ini muncul di tengah tekanan politik domestik yang semakin kuat. Opini publik di banyak negara Eropa semakin menolak migrasi massal, yang turut mendorong kebangkitan partai-partai sayap kanan. Dengan penurunan kedatangan migran baru, fokus kebijakan kini bergeser ke sistem pemulangan yang lebih efektif.

Jerman, sebagai salah satu negara yang paling aktif, telah mendeportasi lebih dari 100 warga Afghanistan dengan catatan kriminal sejak awal 2024. Langkah ini mencerminkan pergeseran paradigma di Eropa: dari kebijakan pintu terbuka menuju pendekatan yang lebih pragmatis.

Namun, kritik terhadap kebijakan ini pun tak kalah tajam. Kelompok hak asasi manusia mempertanyakan aspek legal dan etis pemulangan warga ke Afghanistan, yang saat ini masih dilanda krisis kemanusiaan berat. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, jutaan penduduk Afghanistan menghadapi ancaman kelaparan dan kesulitan ekonomi yang parah.

Baca juga : Gelora Digital Pemuda Jawa Tengah: Kapolda Jateng Cup 2026 Hadirkan Talenta E-Sport di Tengah Semangat Bhayangkara ke-80

Di bawah kekuasaan Taliban sejak 2021, perempuan dan anak perempuan mengalami pembatasan hak yang ekstrem: pendidikan formal bagi perempuan hanya boleh hingga usia 12 tahun, sementara akses terhadap ruang publik, pekerjaan, dan kebebasan bergerak sangat dibatasi.

Brunner menegaskan bahwa dialog dengan Taliban bukan berarti pengakuan resmi terhadap rezim tersebut. “Penting untuk berbicara dengan mereka setidaknya untuk memperbaiki situasi bagi warga Eropa, sekaligus bagi para pemohon suaka,” ujarnya. Menurut Brunner, banyak negara anggota mendukung langkah ini sebagai upaya mencari solusi konkret di tengah kebuntuan.

Analis politik melihat pertemuan ini sebagai contoh nyata dari “realpolitik” Uni Eropa. Di satu sisi, Eropa berusaha menjaga kedaulatan dan stabilitas sosialnya. Di sisi lain, langkah ini berisiko menggerus citra Eropa sebagai benteng nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.

Pertanyaan besar yang kini muncul adalah: sejauh mana Eropa bersedia mengorbankan prinsip demi mengatasi tekanan migrasi? Dialog dengan Taliban mungkin menjadi langkah taktis jangka pendek, tetapi tanpa perbaikan situasi hak asasi di Afghanistan, risiko pelanggaran terhadap prinsip non-refoulement (larangan memulangkan orang ke tempat yang membahayakan nyawa) tetap membayangi.

Kasus ini kemungkinan besar akan menjadi bahan perdebatan panjang di parlemen Eropa dan ibu kota-ibu kota negara anggota dalam waktu mendatang.

Pewarta : Setiawan Wibisono

Tagline : #MigrasiEropa, #Taliban, #KrisisAfghanistan, #DeportasiMigran, #HakAsasiManusia, #UniEropa, #Realpolitik, #PengungsiAfghanistan,

Indonesia Kawal UNESCO80 Roadmap Lewat Transparansi dan Penguatan Kantor Lapangan
Internasional Nasional Pemerintahan

Indonesia Kawal UNESCO80 Roadmap Lewat Transparansi dan Penguatan Kantor Lapangan

Jurnalis RI News Portal
16/10/2026 0
Dari Benteng Tanpa Tentara ke Penjara Raksasa
Internasional World

Dari Benteng Tanpa Tentara ke Penjara Raksasa: Kosta Rika Berkiblat pada Model Keamanan El Salvador

Jurnalis RI News Portal
15/10/2026 0
Jembatan Sungai Yalu Baru Akhirnya Beroperasi
Internasional

Jembatan Sungai Yalu Baru Akhirnya Beroperasi: Cermin Tarik-Ulur Pengaruh Beijing dan Moskow atas Pyongyang

Jurnalis RI News Portal
15/10/2026 0
Musk Lempar Tanggung Jawab Pembatasan Starshield Ukraina ke Washington
Internasional World

Siapa Pemegang Kendali? Musk Lempar Tanggung Jawab Pembatasan Starshield Ukraina ke Washington

Jurnalis RI News Portal
15/10/2026 0

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Gelora Digital Pemuda Jawa Tengah: Kapolda Jateng Cup 2026 Hadirkan Talenta E-Sport di Tengah Semangat Bhayangkara ke-80
Next: Ribuan Personel Gabungan Amankan Aspirasi Mahasiswa di Jakarta Pusat: Keamanan dan Hak Berpendapat Dijaga Bersama

Related Stories

Indonesia Kawal UNESCO80 Roadmap Lewat Transparansi dan Penguatan Kantor Lapangan

Indonesia Kawal UNESCO80 Roadmap Lewat Transparansi dan Penguatan Kantor Lapangan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
Dari Benteng Tanpa Tentara ke Penjara Raksasa

Dari Benteng Tanpa Tentara ke Penjara Raksasa: Kosta Rika Berkiblat pada Model Keamanan El Salvador

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
Jembatan Sungai Yalu Baru Akhirnya Beroperasi

Jembatan Sungai Yalu Baru Akhirnya Beroperasi: Cermin Tarik-Ulur Pengaruh Beijing dan Moskow atas Pyongyang

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Pompa Air Sekolah Diduga Bocor Arus Listrik, Siswa Kelas V SD di Padangsidimpuan Tewas
  2. Zulfian andesta mengenai Regenerasi Kepemimpinan di Polda Jateng: 13 Posisi Strategis Berganti, Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” Jadi Pegangan
  3. Tukino/T.gaul mengenai Menjaga Mahkota Lumbung Pangan: Ngawi Kebut Sertifikasi Benih Padi Unggul Lokal yang Tembus 12 Ton per Hektare
  4. Warudi mengenai Gubernur Papua Pilih “Mendayung Bersama”: Tiga Transformasi Disiapkan untuk Selamatkan Fiskal Daerah yang Menyusut
  5. Yudha Purnama mengenai Ombudsman RI Petakan Kesehatan Mata Generasi Muda dari Seleksi Poltek Imipas

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Final PBVSI Cup I Padangsidimpuan: DPRD Sapu Bersih Gelar Putra, Padangsidimpuan Utara Menangi Duel Lima Set Putri
  • Kapolres Melawi Hadir di Ruang Kelas SMA Bina Kusuma, Tanamkan Disiplin dan Cinta Tanah Air lewat “Polisi Peduli Pendidikan”
  • Berjas Hujan di Tengah Guyuran, Polres Melawi Tak Surut Layani Warga di Jalan
  • Dari Fatalitas Nihil ke Budaya Selamat: Polres Melawi Gelar Pasukan Operasi Patuh Kapuas 2026
  • Kapolres Melawi Hadir di Tengah Jemaat GKII Pintu Elok, Ajak Warga Rawat Kerukunan, Cerdas Bermedia Sosial, dan Waspada Kabut Asap
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by