Skip to content
27/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Pragmatisme Eropa vs Nilai Kemanusiaan: Mengapa Brussel Memilih Berunding dengan Taliban?

Pragmatisme Eropa vs Nilai Kemanusiaan: Mengapa Brussel Memilih Berunding dengan Taliban?

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Pragmatisme Eropa vs Nilai Kemanusiaan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Brussel – Uni Eropa kembali menghadapi dilema klasik antara keamanan dalam negeri dan komitmen terhadap hak asasi manusia. Kepala urusan migrasi Uni Eropa, Magnus Brunner, secara terbuka menyatakan bahwa Eropa “tidak punya pilihan lain” selain berbicara dengan pemerintah Taliban untuk memulangkan pencari suaka Afghanistan yang gagal, meski rezim tersebut tidak diakui secara resmi.

Pernyataan ini disampaikan Brunner pada Kamis saat membela rencana pertemuan dengan pejabat Taliban di Brussel. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari strategi Uni Eropa untuk menekan migrasi tidak teratur dan mempercepat proses deportasi. Hingga kini, pejabat Taliban belum mendapatkan visa, dan tanggal pertemuan pun masih belum ditentukan. Namun, rencana ini sudah menuai protes keras dari berbagai kalangan di Eropa.

Menurut data badan statistik Uni Eropa, negara-negara anggota telah menerima hampir satu juta permohonan suaka dari warga Afghanistan sejak 2013 hingga 2024. Hanya sekitar setengahnya yang disetujui. Sementara itu, sekitar 20 dari 27 negara anggota Uni Eropa telah menyatakan dukungan untuk memulangkan migran yang tidak berhak tinggal, khususnya mereka yang memiliki catatan kriminal.

Keputusan ini muncul di tengah tekanan politik domestik yang semakin kuat. Opini publik di banyak negara Eropa semakin menolak migrasi massal, yang turut mendorong kebangkitan partai-partai sayap kanan. Dengan penurunan kedatangan migran baru, fokus kebijakan kini bergeser ke sistem pemulangan yang lebih efektif.

Jerman, sebagai salah satu negara yang paling aktif, telah mendeportasi lebih dari 100 warga Afghanistan dengan catatan kriminal sejak awal 2024. Langkah ini mencerminkan pergeseran paradigma di Eropa: dari kebijakan pintu terbuka menuju pendekatan yang lebih pragmatis.

Namun, kritik terhadap kebijakan ini pun tak kalah tajam. Kelompok hak asasi manusia mempertanyakan aspek legal dan etis pemulangan warga ke Afghanistan, yang saat ini masih dilanda krisis kemanusiaan berat. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, jutaan penduduk Afghanistan menghadapi ancaman kelaparan dan kesulitan ekonomi yang parah.

Baca juga : Gelora Digital Pemuda Jawa Tengah: Kapolda Jateng Cup 2026 Hadirkan Talenta E-Sport di Tengah Semangat Bhayangkara ke-80

Di bawah kekuasaan Taliban sejak 2021, perempuan dan anak perempuan mengalami pembatasan hak yang ekstrem: pendidikan formal bagi perempuan hanya boleh hingga usia 12 tahun, sementara akses terhadap ruang publik, pekerjaan, dan kebebasan bergerak sangat dibatasi.

Brunner menegaskan bahwa dialog dengan Taliban bukan berarti pengakuan resmi terhadap rezim tersebut. “Penting untuk berbicara dengan mereka setidaknya untuk memperbaiki situasi bagi warga Eropa, sekaligus bagi para pemohon suaka,” ujarnya. Menurut Brunner, banyak negara anggota mendukung langkah ini sebagai upaya mencari solusi konkret di tengah kebuntuan.

Analis politik melihat pertemuan ini sebagai contoh nyata dari “realpolitik” Uni Eropa. Di satu sisi, Eropa berusaha menjaga kedaulatan dan stabilitas sosialnya. Di sisi lain, langkah ini berisiko menggerus citra Eropa sebagai benteng nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.

Pertanyaan besar yang kini muncul adalah: sejauh mana Eropa bersedia mengorbankan prinsip demi mengatasi tekanan migrasi? Dialog dengan Taliban mungkin menjadi langkah taktis jangka pendek, tetapi tanpa perbaikan situasi hak asasi di Afghanistan, risiko pelanggaran terhadap prinsip non-refoulement (larangan memulangkan orang ke tempat yang membahayakan nyawa) tetap membayangi.

Kasus ini kemungkinan besar akan menjadi bahan perdebatan panjang di parlemen Eropa dan ibu kota-ibu kota negara anggota dalam waktu mendatang.

Pewarta : Setiawan Wibisono

Tagline : #MigrasiEropa, #Taliban, #KrisisAfghanistan, #DeportasiMigran, #HakAsasiManusia, #UniEropa, #Realpolitik, #PengungsiAfghanistan,

Gelombang Panas Ekstrem Jepang
Internasional World

Gelombang Panas Ekstrem Jepang: Suhu 40 Derajat Celsius Mengancam 41 Prefektur

Jurnalis RI News Portal
22/07/2026 0
Juara Piala Dunia 2026 yang Menyatukan Keindahan Permainan dan Keberagaman
Internasional Olah Raga

Spanyol yang Baru: Juara Piala Dunia 2026 yang Menyatukan Keindahan Permainan dan Keberagaman

Jurnalis RI News Portal
21/07/2026 0
Kebakaran Hutan Terparah di Castilla-La Mancha Hanguskan Ribuan Hektar Warisan Alam Spanyol
Internasional World

Ancaman Ekologis Besar: Kebakaran Hutan Terparah di Castilla-La Mancha Hanguskan Ribuan Hektar Warisan Alam Spanyol

Jurnalis RI News Portal
21/07/2026 0
Iran Terbuka Terima Usulan Mediator di Tengah Eskalasi Konflik dengan AS
Internasional World

Iran Terbuka Terima Usulan Mediator di Tengah Eskalasi Konflik dengan AS

Jurnalis RI News Portal
21/07/2026 0

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Gelora Digital Pemuda Jawa Tengah: Kapolda Jateng Cup 2026 Hadirkan Talenta E-Sport di Tengah Semangat Bhayangkara ke-80
Next: Ribuan Personel Gabungan Amankan Aspirasi Mahasiswa di Jakarta Pusat: Keamanan dan Hak Berpendapat Dijaga Bersama

Related Stories

Gelombang Panas Ekstrem Jepang

Gelombang Panas Ekstrem Jepang: Suhu 40 Derajat Celsius Mengancam 41 Prefektur

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 hari ago 0
Juara Piala Dunia 2026 yang Menyatukan Keindahan Permainan dan Keberagaman

Spanyol yang Baru: Juara Piala Dunia 2026 yang Menyatukan Keindahan Permainan dan Keberagaman

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 hari ago 0
Kebakaran Hutan Terparah di Castilla-La Mancha Hanguskan Ribuan Hektar Warisan Alam Spanyol

Ancaman Ekologis Besar: Kebakaran Hutan Terparah di Castilla-La Mancha Hanguskan Ribuan Hektar Warisan Alam Spanyol

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 hari ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Kegiatan Belajar Digeser ke Rumah: Sekolah Dasar di Menteng Pilih Jarak Jauh demi Keamanan Siswa Pascakericuhan
  • Tim Basarnas Jambi Kerahkan Personel dan Peralatan Selam Evakuasi Travel yang Tenggelam di Sungai Batanghari
  • Stok Darah Jakarta Timur Terkendali: PMI Pastikan Ketersediaan Aman Hingga 13 Ribu Kantong
  • Destry Damayanti Resmi Jabat Sementara Gubernur BI Pasca Pengunduran Diri Perry Warjiyo
  • Samsat Keliling Jadetabek: Solusi Aksesibilitas Administrasi Kendaraan di 14 Titik Strategis
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.