RI News. Jakarta, 28 Juli 2026 – Pemerintah Kota Jakarta Pusat menegaskan komitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai strategi utama percepatan penanganan stunting. Langkah ini diarahkan agar setiap intervensi berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan tepat sasaran, sekaligus mendukung target nasional penurunan prevalensi stunting.
Sekretaris Kota Jakarta Pusat Denny Ramdany menekankan bahwa stunting bukan semata-mata persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai usia. Kondisi ini erat kaitannya dengan kualitas sumber daya manusia yang memengaruhi kesehatan, kecerdasan, produktivitas, dan daya saing generasi mendatang. “Penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu dan menyeluruh dengan melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, serta elemen masyarakat,” ujar Denny di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan memiliki peran yang jelas dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, hingga mengevaluasi baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitif secara terpadu. Upaya percepatan penurunan prevalensi stunting menuntut tindakan konkret, mulai dari peningkatan akses air minum dan sanitasi layak, penguatan ketahanan pangan keluarga, pendidikan pengasuhan, perlindungan sosial, pemberdayaan keluarga, hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Denny juga meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting Jakarta Pusat untuk terus memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta menyusun langkah strategis yang terukur. Ia mengajak seluruh pihak bergerak bersama agar Jakarta Pusat mampu memberikan kontribusi nyata dalam pencapaian target nasional. “Saya yakin Jakarta Pusat mampu memberikan kontribusi nyata mewujudkan target penurunan stunting serta melahirkan generasi yang sehat, cerdas, unggul, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Pusat, Novia Silmiati, mengungkapkan data Dashboard Carik Jakarta 2025 yang mencatat 5.122 balita stunting dari total 18.558 balita di wilayah tersebut. Sebanyak 4.959 keluarga berisiko stunting juga menjadi sasaran berbagai program intervensi. Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengerahkan 44 Tim Pendamping Keluarga yang aktif mendampingi ibu hamil, calon pengantin, ibu pascapersalinan, bayi, dan balita di seluruh kelurahan.
Novia menilai data tersebut menjadi pengingat bahwa percepatan penanganan stunting memerlukan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan memastikan setiap perangkat daerah menjalankan perannya secara optimal. Dengan demikian, intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran. “Pendampingan keluarga, pemenuhan gizi, edukasi pengasuhan, serta penguatan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan harus terus diperkuat secara berkelanjutan,” katanya.
Baca juga: Cessna PK-ALA Siaga di Jambi: Upaya Strategis Antisipasi Karhutla di Tengah Ancaman Kemarau Panjang
Kolaborasi yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menurunkan angka stunting secara signifikan sekaligus membangun fondasi sumber daya manusia yang berkualitas di Jakarta Pusat.
Pewarta: Yogi Hilmawan
Tagline: #SinergiStuntingJakpus, #GenerasiEmas2045, #KolaborasiLintasSektor, #IntervensiTepatSasaran, #1.000HPK, #KualitasSDM, #JakartaPusatTangguh,

