RI News. Teheran — Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran meluncurkan serangkaian rudal balistik ke wilayah Israel. Serangan ini merupakan yang pertama sejak gencatan senjata pada April lalu, dan langsung memicu sirene peringatan di berbagai wilayah Israel.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan signifikan. Sistem pertahanan udara Israel berhasil mencegat seluruh proyektil yang diluncurkan dari Iran. Serangan tersebut terjadi sebagai respons langsung terhadap operasi militer Israel di Beirut dan wilayah selatan Lebanon.
Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan Pangkalan Udara Ramat David, yang mereka sebut sebagai pusat agresi terhadap warga sipil Lebanon. Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa serangan ini merupakan pembalasan yang sudah diantisipasi setelah Pemimpin Tertinggi Iran memberikan persetujuan.

Seorang komandan senior militer Iran menyatakan bahwa Israel telah melampaui “semua garis merah” dengan memperluas serangannya ke Beirut dan Lebanon selatan. “Kami telah memperingatkan sebelumnya bahwa jika kekerasan di pinggiran Beirut terus berlanjut, kami akan menyerang target di wilayah pendudukan,” tegas pernyataan militer Iran. Pihak Iran juga mengancam akan melancarkan serangan yang lebih besar jika Israel melanjutkan atau membalas aksi mereka.
Di pihak Israel, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menyampaikan respons keras melalui media sosialnya, menyebut bahwa Teheran harus menghadapi konsekuensi berat.
Baca juga : Arcadia: Tonggak Baru Kedaulatan Teknologi Pertahanan Eropa
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan segera menghubungi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mendesak agar Israel menahan diri dari tindakan balasan. Trump menekankan bahwa Amerika Serikat sedang mendekati kesepakatan akhir dengan Iran yang dinilainya cukup baik, dan ia berharap eskalasi saat ini tidak menghancurkan peluang perdamaian tersebut.
Serangan ini menandai babak baru dalam konflik berkepanjangan antara Iran dan Israel, yang berpotensi menyeret Lebanon lebih dalam ke dalam pusaran kekerasan regional. Situasi di lapangan masih terus dipantau, sementara komunitas internasional mendesak semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke jalur diplomasi.
Pewarta : Setiawan Wibisono
Tagline : #IranSerangIsrael, #KonflikTimurTengah, #RudalBalistik, #GencatanSenjata, #TrumpNetanyahu, #IRGC, #BeirutLebanon,

