RI News. Wonogiri — Suasana di Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri memanas Jumat (5/6/2026) ketika seratusan perangkat desa dari Kecamatan Selogiri melakukan aksi damai. Mereka secara bersama-sama mendesak Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk segera mencopot atau memutasi Camat Selogiri, Fredy Sasono, dari jabatannya.
Aksi yang digelar oleh Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Selogiri ini bermula dari ketidaknyamanan kerja yang telah berlangsung lama. Para perangkat desa menilai kepemimpinan Camat Fredy Sasono kerap menimbulkan gesekan yang merusak hubungan harmonis antara pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.
Dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Girimanik, Kompleks Setda Wonogiri, sejumlah perangkat desa menyampaikan keluhan mendalam. Mereka menyoroti sikap dan ucapan camat yang dinilai sering merendahkan martabat serta mempermalukan aparatur desa di depan umum. Hal ini berdampak pada psikologis dan semangat kerja mereka.

Salah satu contoh yang diangkat adalah peristiwa saat upacara Hari Kesaktian Pancasila. Seorang petugas upacara dihukum di hadapan publik meski bukan pelaku kesalahan. Kejadian semacam ini, menurut mereka, menciptakan rasa tidak aman dan ketidaknyamanan yang berkepanjangan.
Selain isu perilaku, PPDI juga menyoroti beban anggaran nonprosedural yang kerap dialihkan ke kas desa. Antara lain arahan mendanai kegiatan lintas sektor menggunakan dana desa, padahal tidak tersedia pos anggaran khusus. Kasus Festival Bothok dalam rangka Hari Kartini juga menjadi sorotan. Kegiatan yang diinisiasi pemerintah kecamatan itu justru dibebankan sepenuhnya kepada desa tanpa bantuan anggaran memadai, sehingga membebani keuangan desa.
Program inovasi desa pun disebut sering mendapat cibiran dan penilaian pesimistis dari sang camat, yang semakin memperlemah semangat kemajuan di tingkat desa.
Ketua PPDI Kecamatan Selogiri, Gandung Prayitno, menegaskan bahwa forum audiensi ini ditempuh karena hubungan kerja antara perangkat desa dan camat sudah tidak lagi sehat. “Kami merekomendasikan agar Camat Selogiri segera dicopot atau dimutasi ke jabatan lain,” ujarnya. PPDI juga meminta camat untuk sementara waktu tidak melakukan kunjungan ke desa-desa guna menjaga stabilitas dan menghindari gesekan lebih lanjut.
Baca juga : Sambung Rasa 2026: Menjembatani Aspirasi Rakyat dan Respons Cepat Pemerintahan Daerah
Menanggapi tuntutan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri, FX Pranata, menyatakan bahwa Pemkab Wonogiri menampung seluruh aspirasi, keluhan, dan rekomendasi tertulis dari PPDI. “Pemerintah Kabupaten menerima seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini. Langkah selanjutnya, kami akan melakukan kajian mendalam terlebih dahulu secara internal. Hasil kajian itulah yang nantinya akan menjadi bahan rekomendasi resmi kepada Bupati Wonogiri untuk pengambilan keputusan final,” kata Pranata.
Sementara itu, Camat Selogiri Fredy Sasono saat dikonfirmasi menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses evaluasi kepada pimpinan daerah.
Aksi ini mencerminkan dinamika ketegangan antara birokrasi kecamatan dan pemerintahan desa yang seharusnya saling mendukung dalam pelayanan masyarakat. Kajian mendalam dari pemerintah kabupaten kini menjadi sorotan utama untuk memulihkan harmonisasi kerja di wilayah Selogiri.
Pewarta : Nandang Bramantyo
Tagline : #PPDI Selogiri, #TuntutanPencopotanCamat, #FredySasono, #HarmonisasiPemerintahanDesa, #Wonogiri, #AspirasiPerangkatDesa, #FestivalBothok, #DanaDesa,

