Skip to content
16/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Budaya
  • Jejak Abadi Leluhur Jawa di Tepi Selat Melaka: Persilangan Budaya yang Menyatukan Serumpun

Jejak Abadi Leluhur Jawa di Tepi Selat Melaka: Persilangan Budaya yang Menyatukan Serumpun

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 4 minutes read
Jejak Abadi Leluhur Jawa di Tepi Selat Melaka
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Muar, Johor — Di pinggir Selat Melaka, wilayah Muar di Johor, Malaysia, menyimpan cerita panjang tentang perjalanan dan adaptasi masyarakat Jawa yang bermula sejak abad ke-19. Migrasi besar-besaran yang dipicu tekanan kolonial Belanda di Tanah Jawa tidak hanya mengubah demografi, tetapi juga menciptakan perpaduan budaya yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat setempat.

Secara historis, masyarakat Jawa dikenal sebagai salah satu kelompok yang paling dinamis dalam membentuk lanskap sosial dan budaya di Asia Tenggara. Ribuan orang Jawa meninggalkan tanah kelahiran mereka mencari kehidupan baru, membawa serta bahasa, adat istiadat, kesenian, dan pengetahuan pertanian yang kemudian berbaur dengan budaya lokal di daerah tujuan, termasuk Semenanjung Melayu.

Salah satu bukti paling nyata dari jejak tersebut dapat ditemukan di Kampung Sarang Buaya dan sekitar Sungai Balang, Muar. Di sini, keturunan Jawa masih menjaga bahasa dan tradisi leluhur meski telah berintegrasi dengan masyarakat Melayu dan Bugis selama beberapa generasi.

YB Selamat Takim, anggota dewan daerah Sungai Balang yang merupakan keturunan Sultan Pakubuwono XI dari Solo, dengan fasih mengucapkan hitungan dalam bahasa Jawa saat berbincang: “Iso ngomong jowo aku. Setunggal, kalih, tiga, sekawan, gangsal, sedoso.”

Menurut Selamat, Muar dulunya menjadi tempat hijrah bagi masyarakat Indonesia, terutama setelah perang kolonial. Awalnya didominasi perantau Bugis dari Sulawesi Selatan pada abad ke-17, wilayah ini kemudian menjadi rumah bagi gelombang migran Jawa. Mereka membentuk perkampungan, menikah dengan penduduk lokal, dan menciptakan ikatan kekeluargaan yang bertahan hingga kini.

“Kita ki sedulur. Wong serumpun,” ujar Selamat penuh semangat. “Zaman dulu kita satu rumpun. Sekarang kita terpisah dua negara, tapi tetap bersaudara. Maju Indonesia, maju Malaysia, kita berdua jadi kuat di Asia Tenggara.”

Keraton Mbah Anang dan Semangat Menjaga Akar

Di kampung yang sama, Johar Paimin, keturunan asal Mojokerto, membangun sebuah bangunan unik bernama Keraton Mbah Anang. Gapura bata merah khas Mojokerto, wayang gunungan raksasa yang dipadukan dengan motif harimau Melayu, serta rumah joglo berukiran Jepara menjadi simbol nyata perpaduan budaya.

Johar mengisi keratonnya dengan koleksi wayang, topeng, reog (yang disebut barongan di sini), dan gamelan lengkap. Ia bahkan membuka kelas gamelan untuk anak-anak Malaysia setempat.

Basca juga : Khofifah Serukan Dharma sebagai Benteng Perdamaian di Tengah Gejolak Dunia

“Kenapa harus dilestarikan? Karena kita harus kembali kepada akar kita,” katanya, mengutip falsafah Jawa sangkan paraning dumadi. Meski menghadapi tantangan — di mana budaya Jawa di Muar sering dipandang sebagai “milik Indonesia” di satu sisi dan “campuran” di sisi lain — Johar menegaskan bahwa yang mereka jaga adalah Jawa-Melayu, bukan Jawa murni.

Ia mencontohkan reog Ponorogo yang tetap diakui asalnya dari Ponorogo, bukan diklaim sebagai milik Malaysia.

Jejak di Kehidupan Sehari-hari

Warga lokal Mohd Khairi bin Abu, meski bukan keturunan Jawa, mengakui kuatnya pengaruh migrasi tersebut. Menurutnya, sebelum terbentuknya batas negara modern, wilayah ini adalah bagian dari “Kepulauan Melayu” yang sama. Hal itu terlihat dari kesenian seperti Kuda Kepang dan Barongan, serta kuliner khas seperti soto, ketupat, lepat, dan nasi ambeng yang memiliki cita rasa serupa namun telah beradaptasi dengan selera Melayu.

Bahkan nama-nama tempat seperti Parit Jawa dan Sungai Gersik (dari kata “resik” dalam bahasa Jawa) menjadi saksi bisu perjalanan leluhur.

Direktur Senior Bahagian Iklan dan Digital Tourism Malaysia, Akbal Setia, menilai fenomena di Muar mencerminkan kedalaman hubungan sosial-budaya antara Indonesia dan Malaysia yang sudah terjalin jauh sebelum kemerdekaan.

Menjaga Persaudaraan Serumpun

Kunjungan ke Kampung Sarang Buaya membuktikan bahwa migrasi Jawa bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan penyemaian nilai dan tradisi yang terus tumbuh lintas generasi dan lintas batas. Persaudaraan Indonesia-Malaysia yang berakar dari rumpun Melayu yang sama harus terus dijaga, bukan hanya di tingkat pemerintahan, tetapi juga antar masyarakat.

Di tengah dinamika geopolitik kawasan, warisan budaya bersama seperti yang terjaga di Muar menjadi pengingat bahwa ikatan darah dan sejarah jauh lebih kuat daripada sekat-sekat politik.

Pewarta : Setiawan

Tag Line : #JejakJawaDiMuar, #WarisanSerumpun, #BudayaJawaMelayu, #MigrasiSejarah, #PersaudaraanIndonesiaMalaysia, #KampungSarangBuaya, #SangkanParaningDumadi,

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...
Tags: #BudayaJawaMelayu #JejakJawaDiMuar #KampungSarangBuaya #MigrasiSejarah #PersaudaraanIndonesiaMalaysia #SangkanParaningDumadi #WarisanSerumpun

Post navigation

Previous: Khofifah Serukan Dharma sebagai Benteng Perdamaian di Tengah Gejolak Dunia
Next: Serangan di Lebanon Selatan Lumpuhkan Jalur Bantuan, PBB Peringatkan Krisis Kemanusiaan Semakin Parah

Related Stories

Fenomena Pesugihan Kandang Bubrah

Fenomena Pesugihan Kandang Bubrah: Ritual Kekayaan Tanpa Tumbal yang Mengguncang Purwantoro

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Budaya Dongko Menggelora

Budaya Dongko Menggelora: Ribuan Warga Saksikan Pentas Tari Kolosal yang Menggugah Jati Diri Bangsa

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Sumatera Barat Raih 15 Warisan Budaya Takbenda Baru

Sumatera Barat Raih 15 Warisan Budaya Takbenda Baru, Perkuat Identitas Minang-Mentawai di Panggung Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Tonggak Sejarah Energi Indonesia: Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela
  • Koperasi Desa Merah Putih Jadi Pusat Kehidupan Ekonomi Papua, Zulkifli Hasan Siapkan Truk dan Alsintan
  • Pandeglang Bangkit: Kawasan Industri 1.190 Hektare Siap Lahirkan Ribuan Lapangan Kerja di Banten Selatan
  • Anak-Anak Disabilitas Menjejak Sejarah: Kunjungan Inklusif ke Istana Kepresidenan yang Mengubah Mimpi
  • KPK Soroti Dugaan Manipulasi Opini Audit BPK: Integritas Pemeriksaan Keuangan Daerah Dipertanyakan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.