RI News. Lebak, 16 Juli 2026 — Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Banten, tengah gencar mempersiapkan lima kawasan industri baru yang diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi wilayah selatan yang selama ini tertinggal. Langkah strategis ini dirancang untuk menyerap ribuan tenaga kerja sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di Banten bagian selatan.
Analis Kebijakan Penanaman Modal pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang, Tedy Fauzi, menyatakan bahwa pengembangan kawasan industri seluas 1.190 hektare di Kecamatan Bojong, Cibitung, Sukaresmi, Pagelaran, dan Cikeusik akan didukung akses langsung melalui Jalan Tol Serang-Panimbang. Menurutnya, kebijakan ini menjadi jawaban konkret atas kesenjangan pembangunan antara selatan Pandeglang dengan wilayah utara yang lebih maju.
“Kami berharap kawasan industri itu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan bisa mengendalikan urbanisasi ke luar daerah, sehingga dapat mempercepat pengentasan kemiskinan khususnya wilayah selatan Pandeglang,” ujar Tedy Fauzi di Pandeglang, Kamis.

Pengembangan kawasan industri ini juga diharapkan dapat menunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Untuk memberikan kepastian hukum bagi investor, Pemkab Pandeglang telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Regulasi tersebut menjadi fondasi kuat bagi masuknya investasi, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dengan prioritas pada industri ramah lingkungan yang tidak menimbulkan kerusakan ekologi.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menekankan arah kebijakan hilirisasi ekonomi berbasis sumber daya alam (SDA) lokal. Tedy Fauzi menyebutkan terdapat setidaknya 18 unit usaha potensial yang siap dikembangkan, antara lain industri pengolahan ikan beku (cold storage), olahan udang vaname, pengalengan sardines, serta industri makanan dan minuman berbasis komoditas pertanian, perkebunan, dan perikanan lokal.
Untuk mempercepat realisasi investasi, pemerintah daerah aktif menjalin kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, serta Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal. Berbagai temu bisnis telah digelar, termasuk di Tangerang, untuk menarik investor domestik maupun mancanegara.
Baca juga: Anak-Anak Disabilitas Menjejak Sejarah: Kunjungan Inklusif ke Istana Kepresidenan yang Mengubah Mimp
Selain infrastruktur tol, kawasan industri ini akan dilengkapi dengan jaringan telekomunikasi, penyediaan air bersih, listrik, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia pekerja lokal. “Kami berharap dua atau tiga tahun ke depan wilayah Pandeglang menjadi kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi baru, sehingga bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat setempat,” pungkas Tedy Fauzi.
Dengan strategi yang terintegrasi ini, Pandeglang diharapkan tidak lagi sekadar menjadi daerah penyangga, melainkan menjadi kekuatan ekonomi baru yang mandiri di ujung barat Pulau Jawa.
Pewarta: Warudi
Tagline: #PandeglangMaju, #KawasanIndustriBanten, #InvestasiHijau, #HilirisasiEkonomi, #PemerataanPembangunan, #LapanganKerjaPandeglang,

