RI News. , 22 Mei 2026 – Kementerian Pertahanan Belanda secara resmi mengonfirmasi rencana pembelian rudal jarak jauh untuk armada jet tempur Lockheed Martin F-35 Lightning II serta upaya signifikan memperbanyak stok senjata berpemandu presisi. Langkah ini menjadi bagian dari tinjauan proyek pertahanan nasional untuk tahun 2026, yang menekankan kebutuhan mendesak untuk mengisi kembali persediaan amunisi strategis berteknologi tinggi di tengah dinamika keamanan Eropa yang semakin kompleks.
Menurut dokumen tinjauan tersebut, Belanda menghadapi kebutuhan mendesak untuk replenishment stok yang mencakup rudal pertahanan udara, amunisi berpemandu presisi khusus F-35, roket presisi berpanduan GPS untuk sistem artileri roket, serta amunisi pendukung helikopter serang Apache. “Terdapat kebutuhan untuk mengisi kembali stok amunisi strategis berteknologi tinggi,” tegas kementerian dalam pernyataannya.
Proses pengadaan akan memanfaatkan mekanisme Penjualan Militer Asing (Foreign Military Sales/FMS) yang didukung penuh oleh Amerika Serikat. Untuk mempercepat realisasi, Belanda tidak hanya mengandalkan kontrak kerangka sendiri, tetapi juga memanfaatkan kontrak kolektif yang disediakan Badan Dukungan dan Pengadaan NATO (NSPA) bagi negara anggota. Pendekatan kombinasi ini diharapkan dapat memangkas waktu pengadaan sekaligus memastikan interoperabilitas dengan sekutu-sekutu NATO.

Meski dokumen resmi belum merinci jenis senjata secara spesifik, analis pertahanan menghubungkan inisiatif ini dengan rudal jelajah AGM-158B JASSM-ER buatan Amerika Serikat. Rudal ini dikenal memiliki jangkauan ekstended yang sangat sesuai untuk meningkatkan kemampuan serang jarak jauh armada F-35 Belanda, memberikan opsi penetrasi target yang lebih dalam tanpa harus memasuki wilayah berisiko tinggi.
Langkah Belanda ini mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan negara-negara Eropa Barat untuk memperkuat postur pertahanan konvensional di tengah ketegangan geopolitik yang berlangsung. Sebagai anggota NATO yang aktif, Belanda berupaya memastikan armada udaranya—khususnya F-35 yang menjadi tulang punggung kekuatan udara modern—memiliki daya gentar dan fleksibilitas operasional yang memadai, baik untuk pertahanan wilayah maupun operasi koalisi internasional.
Baca juga: Jalan Baru TMMD Wonogiri Bukukan Sinergi untuk Kemajuan Ekonomi Desa
Peningkatan stok amunisi presisi juga menunjukkan pelajaran penting dari konflik-konflik kontemporer, di mana konsumsi amunisi berteknologi tinggi jauh lebih cepat daripada perkiraan semula. Dengan memadukan jalur pengadaan nasional, NATO, dan FMS, Belanda berharap dapat membangun ketahanan logistik yang lebih tangguh tanpa mengorbankan kecepatan adaptasi terhadap ancaman yang berkembang.
Rencana ini diperkirakan akan menjadi pembahasan penting dalam agenda pertahanan Eropa mendatang, sekaligus memperkuat posisi Belanda sebagai kontributor yang kredibel dalam arsitektur keamanan transatlantik.
Pewarta : Setiawan Wibisono

