RI News. Kulonprogo, 13 Mei 2026 — Di bawah terik matahari siang, suasana di Kalurahan Sidorejo tak lagi sekadar hiruk-pikuk pembangunan. Setelah berjam-jam bergotong royong mengerjakan talud jalan, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han., selaku Dansatgas TMMD Reguler, duduk bercengkerama bersama warga. Mereka saling bercanda, berbagi cerita, dan menghilangkan dahaga sembari tertawa lepas. Tak ada jarak, tak ada sekat. Hanya keakraban yang terbangun alami.
Adegan itu terjadi pada Selasa (12/5/2026), belum genap satu bulan sejak Satgas TMMD turun ke desa. Namun, pendekatan humanis yang diterapkan telah berhasil mencairkan segala sekat. Komunikasi sosial yang ramah, interaksi sehari-hari yang hangat, serta semangat gotong royong dalam pembangunan fisik maupun non-fisik menjadi fondasi utama terwujudnya kemanunggalan TNI dengan rakyat di pedesaan.
“Interaksi dengan masyarakat secara langsung menjadi bagian dari upaya TNI dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, sekaligus untuk memahami kondisi serta kebutuhan warga secara langsung,” ujar Dansatgas Dyan Niti Sukma.

Menurutnya, melalui pendekatan ini, komunikasi sosial dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Keluhan serta aspirasi masyarakat dapat terserap dengan baik, sehingga program pembangunan tidak hanya menyentuh fisik, tetapi juga hati dan harapan warga.
Hingga saat ini, berbagai kegiatan fisik di Kalurahan Sidorejo telah menunjukkan kemajuan signifikan. Pembuatan rabat beton jalan, talud penahan tanah, rehabilitasi masjid, pembuatan sumur bor, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), MCK/jamban, hingga pemasangan prasasti berjalan sesuai target. Semua ditargetkan rampung sebelum acara penutupan TMMD.
Sementara itu, kegiatan non-fisik berupa penyuluhan dan sosialisasi tentang wawasan kebangsaan, kesehatan masyarakat, kamtibmas, serta penanggulangan bencana alam juga telah dilaksanakan secara menyeluruh.
“Semoga seluruh upaya ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Dansatgas.
Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, TMMD Reguler kali ini menegaskan kembali bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya soal membangun sarana fisik, melainkan juga memperkuat ikatan emosional dan kepercayaan. Di desa-desa, senyuman lelah para prajurit dan warga yang bahu-membahu menjadi bukti hidupnya semangat kemanunggalan yang sesungguhnya.
Pewarta: Lee anno

