RI News. Jatiroto, Wonogiri – Ratusan siswa dan sejumlah guru SMKN 1 Jatiroto diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Sentra Pengolahan Pangan (SPPG) Jatiroto 1. Kejadian ini memicu kekhawatiran di kalangan orang tua dan komunitas pendidikan setempat, meski hingga kini belum ada korban yang dirawat di rumah sakit.
Kepala SPPG Jatiroto 1, Richard, saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis (7/5/2026) menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan pertama dari sekolah sekitar pukul 10.00 WIB. “Tadi pagi pada pukul 10.00 WIB saya mendapat laporan dari pihak sekolah SMKN 1 Jatiroto bahwa ada siswa dan guru yang mengalami sakit perut dan diare,” ujar Richard.
Menurut Richard, gejala tersebut muncul setelah siswa dan guru mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan pada Rabu (6/5/2026). Pihak SPPG langsung bergerak cepat dengan melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri untuk dilakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan. Richard juga melakukan pengecekan langsung secara door-to-door ke rumah-rumah siswa yang dilaporkan mengalami gejala.
“Hingga sore ini Kamis (7/5/2026), kami nyatakan belum ada yang dirawat di rumah sakit,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri telah menerjunkan tim investigasi ke Kecamatan Jatiroto untuk mengumpulkan data dan sampel di lapangan. Namun, penyebab pasti dugaan keracunan masih belum dapat dipastikan karena menunggu hasil uji laboratorium menu MBG yang bersangkutan.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 235 pelajar dan 7 guru SMKN 1 Jatiroto dilaporkan mengalami gejala serupa, yaitu sakit perut dan diare. Gejala mulai dirasakan para siswa sejak pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB pada Kamis pagi, sebelum akhirnya dilaporkan ke pengelola SPPG. Korban tersebar di beberapa kelas berbeda di sekolah tersebut.
Pihak sekolah dan SPPG Jatiroto 1 terus berkoordinasi dengan Dinkes untuk memastikan penanganan yang tepat serta mencegah meluasnya kasus serupa. Sementara itu, distribusi MBG di wilayah tersebut untuk sementara waktu masih berjalan dengan pengawasan lebih ketat.
Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif nasional yang bertujuan meningkatkan nutrisi siswa. Penyelidikan mendalam diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai faktor penyebab agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Pewarta: Nandar Suyadi


