RI News. Minahasa Tenggara – Semangat kolektivitas sosial kembali menemukan momentumnya dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digelar oleh Kodim 1302/Minahasa di Desa Buku Utara, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kamis (23/04/2026). Kegiatan Karya Bakti yang melibatkan lintas elemen ini tidak hanya merepresentasikan aktivitas fisik pembangunan, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial yang menguatkan kohesi masyarakat desa.
Sejak pagi hari, sekitar 50 peserta yang terdiri dari personel Satgas TMMD, aparat pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat terlibat aktif dalam kegiatan yang berfokus pada penataan lingkungan. Namun lebih dari sekadar aktivitas kebersihan, Karya Bakti ini mencerminkan pendekatan pembangunan berbasis partisipasi yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama, bukan sekadar objek kebijakan.
Komandan Rayon Militer (Danramil) 1302-12/Belang, Noby Rori, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di wilayah pedesaan sangat ditentukan oleh sinergi antara aparat dan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan langsung warga dalam kegiatan semacam ini menjadi indikator penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya lingkungan yang sehat dan tertata.

Pandangan serupa disampaikan oleh Camat Belang, Raymond Sumual, yang mengapresiasi peran aktif TNI dalam mendorong perubahan sosial di tingkat lokal. Ia menilai bahwa kehadiran TNI melalui program TMMD telah berkontribusi signifikan dalam mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat relasi sosial antara negara dan masyarakat.
Secara akademis, kegiatan ini dapat dipahami sebagai bentuk implementasi pembangunan berbasis komunitas (community-based development), di mana nilai-nilai lokal seperti gotong royong diintegrasikan ke dalam kerangka kebijakan pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan pendekatan pembangunan inklusif yang menekankan kolaborasi multiaktor sebagai kunci keberlanjutan.
Baca juga : Tragedi Jalan Raya di Payakumbuh: Pelajar Tewas, Satu Kritis dalam Tabrakan dengan Truk Parkir
Selain itu, keterlibatan tokoh masyarakat, perangkat desa, serta jajaran pegawai kecamatan menunjukkan adanya integrasi kelembagaan yang memperkuat legitimasi sosial program. Dalam konteks ini, TMMD tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembangunan fisik, tetapi juga sebagai medium rekonstruksi nilai sosial yang berakar pada budaya lokal.
Dengan demikian, kegiatan Karya Bakti di Desa Buku Utara menjadi refleksi konkret bagaimana sinergi antara TNI dan masyarakat dapat menciptakan dampak multidimensional—baik secara fisik maupun sosial. Ke depan, model kolaborasi semacam ini diharapkan dapat direplikasi sebagai strategi efektif dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah pedesaan, khususnya di Kabupaten Minahasa Tenggara.
Pewarta : Raden Karim

