RI News. Wonogiri – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah kembali membuktikan komitmen nyata terhadap keluhan infrastruktur masyarakat. Kerusakan ruas Jalan Provinsi yang menghubungkan Manyaran dan Pracimantoro, tepatnya di titik Puloharjo, Kecamatan Eromoko, kini telah sepenuhnya tertangani. Hanya dalam tempo enam jam, petugas berhasil memulihkan kondisi jalan sehingga aman dilalui kembali pada Senin, 20 April 2026.
Laporan mengenai lubang jalan tersebut masuk pukul 10.00 WIB. Tanpa menunda, tim teknis langsung bergerak ke lokasi dan menyelesaikan seluruh tahap perbaikan tepat pukul 16.00 WIB. Kecepatan respons ini menjadi sorotan karena ruas tersebut termasuk jalur utama dengan volume lalu lintas yang padat setiap harinya.
Sebelum penanganan resmi tiba, kondisi lubang yang cukup dalam sempat menimbulkan kekhawatiran tinggi akan kecelakaan. Arus kendaraan yang ramai membuat risiko terperosok sangat besar. Menyikapi hal itu, warga setempat secara spontan memasang patok kayu sebagai tanda darurat. Narno, salah satu warga yang terlibat, mengungkapkan alasan di balik inisiatif tersebut.

“Inisiatif ini muncul karena kondisi lubang cukup membahayakan, apalagi ruas jalan provinsi ini sangat ramai kendaraan. Kami khawatir ada pengendara yang terperosok jika tidak diberi tanda,” ujar Narno ketika ditemui di lokasi.
Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Surakarta yang menangani langsung di lapangan memberikan penjelasan teknis. Petugas menegaskan bahwa kerusakan tidak berada tepat di atas jembatan saluran air, melainkan di dekat struktur jembatan. Meski demikian, penanganan tetap dilakukan dengan standar khusus agar kestabilan jalan terjaga.
Perbaikan tidak menggunakan cara konvensional seperti penambalan aspal biasa. Tim BPJ memilih plat beton baru sebagai lapisan dasar, kemudian dilapisi aspal. Langkah ini diambil untuk menjamin kekuatan konstruksi mengingat beban kendaraan yang melintas cukup berat.
“Lubang jalan tidak tepat berada di atas jembatan, namun tetap kami tambal menggunakan plat beton baru kemudian dilapisi aspal. Hal ini dilakukan guna menjaga kekuatan dan keamanan jalan dalam jangka panjang,” jelas petugas BPJ di sela-sela pengerjaan.
Dengan selesainya perbaikan pada sore hari, arus lalu lintas dari Manyaran menuju Pracimantoro maupun sebaliknya kembali normal. Patok-patok peringatan yang dipasang warga pun sudah dibersihkan. Para pengguna jalan menyambut positif respons cepat pemerintah provinsi ini. Penanganan yang memakan waktu kurang dari sehari membuktikan keseriusan DPUPR Jawa Tengah dalam menjaga kualitas infrastruktur demi keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat Wonogiri.
Pewarta: Nandar Suyadi

