RI News. Lampung Barat – Pemangku Gunung Sari, Pekon Pampangan, Kecamatan Sekincau – Tangisan bayi baru lahir biasanya menjadi simfoni kebahagiaan bagi setiap orang tua. Namun bagi pasangan Ririn Damayanti dan Sigit Irawan, tangis pertama putri mereka, Shanaya, justru membawa gelombang ujian yang berat. Lahir dengan berat badan 3.000 gram, panjang 47 sentimeter, dan lingkar kepala 32 sentimeter, Shanaya langsung membutuhkan perhatian medis intensif sejak hari pertama kehidupannya.
Sejak lahir, bayi mungil ini harus menjalani perawatan di inkubator selama kurang lebih enam jam sebelum dipindahkan ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan. Diagnosis yang diterima keluarga sungguh mencengangkan: hidrosefalus, kondisi penumpukan cairan di dalam rongga otak yang berpotensi meningkatkan tekanan pada tengkorak dan mengganggu tumbuh kembang anak. Tanpa menunggu lama, Shanaya menjalani operasi di usia yang masih sangat dini – sebuah langkah berani yang menguji ketahanan tubuh kecilnya sekaligus keteguhan hati kedua orang tuanya.
Kini, setelah melewati masa kritis, Shanaya telah diperbolehkan pulang dan menjalani pemulihan di rumah. Meski demikian, perjuangan belum berakhir. Kondisinya terus dipantau secara berkala oleh tim medis Puskesmas Sekincau, dengan kunjungan rutin dari bidan desa yang memastikan setiap perkembangan tetap terjaga. Sigit Irawan, ayah Shanaya, mengungkapkan rasa syukur sekaligus harapannya saat ditemui di kediaman keluarga.

“Bidan desa juga rajin datang ke rumah untuk memantau perkembangan anak kami,” ujar Sigit dengan suara penuh harap.
Di balik kemajuan tersebut, kekhawatiran masih mengintai. Orang tua Shanaya mencatat adanya kondisi pada kaki kiri sang bayi yang tampak agak miring, yang kemungkinan memerlukan penanganan khusus di masa mendatang. Dukungan pun datang dari berbagai pihak. Pemerintah Kecamatan Sekincau, Penjabat Peratin Pampangan, hingga Bhabinkamtibmas setempat turut menjenguk langsung dan memberikan semangat kepada keluarga kecil ini.
Biaya pengobatan utama Shanaya telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Namun, keluarga masih menghadapi berbagai kebutuhan tambahan selama proses pemulihan, mulai dari nutrisi khusus hingga transportasi untuk kontrol rutin. Dengan penuh kerendahan hati, Ririn dan Sigit membuka pintu bagi siapa saja yang tergerak untuk membantu.
Baca juga : Respons Kilat DPUPR Jawa Tengah: Lubang Mengancam di Jalan Wonogiri Tertutup dalam 6 Jam
Bagi masyarakat yang ingin berbagi kebaikan, bantuan dapat disalurkan melalui nomor Dana 081379431973 atas nama Ririn Damayanti, ibu Shanaya.
Kisah Shanaya menjadi pengingat sederhana namun kuat: di balik tubuh mungil yang sedang berjuang melawan tantangan besar, harapan tetap menyala. Bagi keluarga ini, setiap hari adalah kesempatan baru untuk melihat putri mereka tumbuh sehat dan bahagia seperti anak-anak seusianya. Di tengah keterbatasan, cinta dan dukungan komunitas menjadi kekuatan yang tak ternilai.
Pewarta : Atalinsyah

