RI News. Padang, 18 April 2026 – Aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0304/Agam, Sumatera Barat, berhasil menggagalkan upaya penjualan pupuk bersubsidi yang hendak diselundupkan ke luar daerah. Tiga pelaku berhasil diamankan dalam operasi yang berlangsung di kawasan Gadut, Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sabtu (18/4/2026).
Komandan Kodim 0304/Agam, Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso, menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang waspada terhadap aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut. Saat petugas menghentikan dua unit minibus L300 yang dikendarai para pelaku, mereka mengklaim sedang mengangkut beras. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, petugas menemukan ratusan karung pupuk bersubsidi tersembunyi di dalam kendaraan.
“Dari empat orang yang terlibat, satu pelaku berhasil melarikan diri, sementara tiga lainnya beserta dua unit kendaraan langsung diamankan ke Markas Kodim 0304/Agam di Bukittinggi,” jelas Letkol Slamet Dwi Santoso.

Ketiga pelaku yang diamankan berinisial I, F, dan A. Berdasarkan keterangan awal mereka, pupuk bersubsidi tersebut dibeli dari kios-kios di Kabupaten Pasaman dengan harga sekitar Rp170.000 per karung. Rencananya, pupuk itu akan dijual kembali di Provinsi Riau dengan harga hampir dua kali lipat, yaitu sekitar Rp360.000 per karung.
“Pupuk dibawa menggunakan dua unit mobil pick-up jenis L300. Diduga ada pihak lain yang berperan sebagai penampung di luar daerah,” tambah Komandan Kodim.
Kasus ini mencerminkan maraknya praktik penyelundupan pupuk bersubsidi yang merugikan petani lokal dan mengganggu program ketahanan pangan pemerintah. Pupuk bersubsidi seharusnya diperuntukkan bagi petani di wilayah Sumatera Barat guna mendukung produktivitas pertanian, namun justru dialihkan untuk keuntungan pribadi dengan menjualnya ke provinsi tetangga.
Baca juga : Tuduhan Abaikan K3 dan BPJS Bohong Besar ?, Kontraktor PT Anugrah Bayuarya Perkasa Bongkar Fakta
Kodim 0304/Agam akan segera menyerahkan ketiga pelaku beserta barang bukti kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan pengembangan jaringan yang terlibat. Letkol Slamet Dwi Santoso mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi cepat, yang menjadi kunci keberhasilan pengungkapan kasus ini.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk terus aktif melaporkan setiap aktivitas yang berpotensi merugikan program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan distribusi pupuk bersubsidi,” ujarnya.
Keberhasilan Kodim 0304/Agam dalam mengamankan pupuk bersubsidi ini diharapkan dapat menjadi deterrent bagi pelaku serupa dan memperkuat pengawasan rantai distribusi pupuk di wilayah Sumatera Barat. Pihak berwenang juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi pertanian nasional.
Pewarta : Mayang Sari

