RI News. Purwokerto – Di tengah hiruk-pikuk acara Halal Bihalal pasca-Lebaran yang biasanya digelar secara besar-besaran, sekelompok pensiunan eselon dua Kabupaten Banyumas memilih cara yang lebih hangat dan personal. Mereka menggelar acara silaturahmi Halal Bihalal di Rumah Makan Ndalem Baron, Jalan Raya Baturaden, Purwokerto, pada Senin (13/4/2026) mulai pukul 10.00 WIB.
Acara yang dihadiri para pensiunan beserta pasangannya ini sengaja dikemas sederhana namun penuh makna. Panitia telah menyusun rangkaian kegiatan yang mengalir dari pembukaan, sambutan dan ikrar silaturahim, uraian hikmah silaturahim, foto bersama, ramah tamah, pembagian doorprize, santap siang, hingga penutup.
Acara dibuka dengan lafal basmalah bersama yang dipandu pembawa acara. Koordinator Paguyuban Pensiunan Eselon II Banyumas, IR. Tjutjun Sunarti Rochidie, M.Si., menyampaikan sambutan penuh syukur. “Alhamdulillah kita bisa berkumpul dan bersilaturahim dalam keadaan sehat walafiat. Saya pribadi mengucapkan minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Tjutjun Sunarti, yang dikenal di kalangan wartawan sebagai sosok bersih dan memiliki jiwa sosial tinggi, menjelaskan bahwa acara ini awalnya direncanakan sebagai jalan-jalan ke Yogyakarta. Namun, karena respon antusiasme yang luar biasa dari para anggota, kegiatan diubah menjadi Halal Bihalal. “Ini berkat kebersamaan kita semua. Bagi yang belum menyerahkan dana sosial tahunan sebesar Rp150.000, silakan menemui Bendahara Ibu Titik. Dana tersebut selama dua tahun ini digunakan untuk membantu rekan yang sakit atau meninggal dunia,” tambahnya sambil mengucapkan terima kasih kepada yang telah berkontribusi.
Perwakilan pensiunan, IR. Susanto, yang ditunjuk sebagai pemberi sambutan, mengaku kaget sekaligus bangga dipercaya mewakili rekan-rekannya. “Terima kasih Bu Tjutjun. Mudah-mudahan amal ibadah kita di bulan Ramadhan lalu diterima Allah SWT, dan kita bisa bertemu lagi di Halal Bihalal mendatang,” katanya sebagai senioritas paguyuban.
Sesi uraian hikmah silaturahim dan tausiyah diisi Haji Tohari. Ia menekankan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan sarat nilai syariat. “Ada silaturahim, ada saling memaafkan, itu semua syariat. Rezeki kita datang dari Allah, dan ada hak orang lain di dalamnya yang harus diselesaikan di dunia ini melalui zakat, infaq, dan sedekah,” jelas Haji Tohari.
Ia juga menyampaikan pesan mendalam tentang kekuatan hati. “Orang kuat bukan yang pandai bergulat, tapi yang mampu mengendalikan kemarahan. Jangan biarkan dendam atau sakit hati membebani hati, apalagi di usia senja seperti ini. Maafkan, delete, dan jangan ingat lagi agar kita tetap sehat jasmani dan rohani,” pungkasnya.
Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan saling bersalaman dan foto bersama yang diatur pengurus. Kyai Taefur memimpin doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan agar cita-cita baik para peserta diijabah Allah SWT.
Pada sesi isoma, para undangan menikmati santapan siang yang disediakan. Sebagian peserta juga melaksanakan sholat Dhuhur di mushola yang tersedia di lokasi. Acara semakin meriah dengan sesi tukar kado berisi berbagai barang menarik serta undian doorprize yang diawasi ketat pengurus agar berlangsung adil dan transparan. Beberapa peserta yang berbakat juga menyemarakkan suasana dengan menyanyi di panggung.
Pukul 13.00 WIB, pembawa acara menutup kegiatan dengan bacaan Alhamdulillah, menyatakan acara berjalan sukses dan penuh kehangatan.
Acara ini menjadi bukti bahwa silaturahim di kalangan pensiunan tidak harus mewah, cukup dengan keikhlasan dan kebersamaan untuk menjaga tali persaudaraan tetap erat.
Pewarta: Sriyanto

