Skip to content
31/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Tech
  • Jejak Genetik yang Mengguncang Sejarah: Apakah Christopher Columbus Seorang Bangsawan Galisia?

Jejak Genetik yang Mengguncang Sejarah: Apakah Christopher Columbus Seorang Bangsawan Galisia?

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Jejak Genetik yang Mengguncang Sejarah
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Semarang, 14 April 2026 — Lima abad setelah pelayaran pertamanya mengubah peta dunia, misteri asal-usul Christopher Columbus kembali memasuki babak baru yang paling ilmiah sejauh ini. Sebuah penelitian genetika terbaru memberikan bukti DNA pertama yang kuat, menunjukkan bahwa sang penjelajah Amerika kemungkinan besar berasal dari kalangan bangsawan Galisia di utara Spanyol, bukan dari Genoa seperti yang selama ini diyakini mayoritas sejarawan.

Penelitian ini berfokus pada analisis DNA dari keturunan langsung Columbus yang dimakamkan di sebuah ruang bawah tanah keluarga di Gelves, dekat Seville. Tim peneliti dari laboratorium Citogen dan Universitas Complutense Madrid berhasil mengurutkan ribuan penanda genetik dari sisa-sisa tulang berusia ratusan tahun menggunakan teknologi massively parallel sequencing — metode canggih yang jarang diterapkan pada sampel purba.

Hasil yang mengejutkan muncul ketika para peneliti menemukan kesamaan genetik yang tidak terjelaskan antara dua individu dalam makam tersebut. Satu adalah cicit buyut Columbus, sementara yang lain adalah seorang countess abad ke-17 yang masuk keluarga melalui pernikahan dan memiliki garis keturunan Galisia. Dokumen sejarah tidak mencatat hubungan darah di antara mereka, namun DNA mereka berbicara lain.

Dengan memanfaatkan model komputasi silsilah hingga 16 generasi dan teknik inovatif bernama Virtual Knock-out, tim peneliti menemukan satu nama yang menjadi “jembatan genetik” wajib: Pedro Álvarez de Sotomayor, lebih dikenal sebagai Pedro Madruga. Ketika nama bangsawan Galisia yang tangguh ini dihapus secara virtual dari pohon keluarga, hubungan genetik tersebut langsung hilang — sebuah hasil yang tidak terulang pada ratusan leluhur lain yang diuji.

Pedro Madruga adalah salah satu tokoh paling berpengaruh di Galisia abad ke-15. Ia menguasai wilayah luas dari Kastil Sotomayor, terlibat dalam perang saudara Kastilia, bersekutu dengan Portugal, dan sempat bersitegang dengan Raja dan Ratu Katolik (Isabella dan Ferdinand). Menariknya, namanya menghilang dari catatan sejarah sekitar tahun 1486 — tepat di tahun yang sama ketika seorang pria bernama Christopher Columbus pertama kali muncul di hadapan istana Spanyol.

Peneliti menekankan bahwa bukti ini bersifat tidak langsung karena diambil dari keturunan, bukan dari jenazah Columbus sendiri. Meski demikian, temuan ini menjadi dukungan genomik pertama yang selaras dengan berbagai petunjuk lama: gaya bahasa Galisia-Portugis dalam tulisan Columbus, kemiripan lambang keluarga yang diberikan kepadanya, serta perlakuan istimewa di istana yang seolah-olah ditujukan kepada seseorang yang sudah dikenal.

Baca juga : Penemuan Artefak Kapal Romawi Berusia 2.000 Tahun Muncul Kembali di Dasar Danau Neuchâtel, Swiss

“Temuan ini membuka peluang untuk meninjau kembali identitas historis Columbus dengan cara yang lebih ilmiah,” ujar salah satu anggota tim yang terlibat dalam analisis forensik. Namun, mereka juga menegaskan perlunya verifikasi independen, publikasi data mentah secara terbuka, serta perbandingan dengan basis data populasi sejarah agar kesimpulan ini semakin kuat.

Debat asal-usul Columbus memang telah berlangsung lama. Versi Genoa masih menjadi pendapat dominan karena pernyataan Columbus sendiri dalam surat wasiatnya. Sementara itu, hipotesis asal Spanyol — termasuk yang menyatakan ia adalah Pedro Madruga atau putranya — terus hidup berkat akumulasi bukti linguistik, heraldik, dan kronologis yang sulit diabaikan.

Ilustrasi Misi Columbus mengambil alih negara baru

Penelitian ini hadir di tengah gelombang studi DNA historis yang semakin maju. Di sisi lain, tim peneliti dari Universitas Granada juga terus mengkaji sisa-sisa yang diyakini sebagai jenazah Columbus di Katedral Seville, dengan hipotesis berbeda yang menyinggung akar Mediterania Sephardic.

Hingga kini, pertanyaan “Siapa sebenarnya Columbus?” tetap menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah manusia. Dengan semakin canggihnya alat genetika, jawaban yang selama ini hanya bergantung pada dokumen kertas kini mulai mendapat dukungan dari “arsip” yang tersimpan dalam DNA itu sendiri.

Apakah ini akhir dari perdebatan, atau justru awal dari babak baru yang lebih menarik? Para ahli sepakat: masih diperlukan penelitian lanjutan dan replikasi oleh laboratorium lain sebelum sejarah resmi ditulis ulang.

Pewarta : Vie

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Penemuan Artefak Kapal Romawi Berusia 2.000 Tahun Muncul Kembali di Dasar Danau Neuchâtel, Swiss
Next: Polri Bongkar Jaringan Penampungan Benih Bening Lobster Ilegal di Serang: 47.000 Ekor Disita, Negara Selamatkan Rp705 Juta

Related Stories

Harapan Baru dari Sungai Sesayap

Harapan Baru dari Sungai Sesayap: Hiu Gangga yang Nyaris Punah Ditemukan Kembali di Kalimantan

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 hari ago 0
Raih Ki Hajar Dewantara Award atas Riset Sains Polar-Tropis yang Perkuat Diplomasi RI-Rusia

Gerry Utama, Penerima Beasiswa Baznas, Raih Ki Hajar Dewantara Award atas Riset Sains Polar-Tropis yang Perkuat Diplomasi RI-Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 minggu ago 0
Kemdiktisaintek Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi Kalimantan

Kemdiktisaintek Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi Kalimantan: IKN Jadi Laboratorium Inovasi untuk Pulau Seribu Sungai

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 minggu ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Menuju Pariwisata Emas: ESG Jadi Kunci Daya Saing Indonesia di Mata Investor Global
  • Jakarta Merangkai Harmoni: Pesparani 2026 jadi Bukti Nyata Toleransi sebagai Modal Kota Global
  • Indonesia Siap Menyongsong Era Pasca-2030: Bappenas Tekankan Fondasi Pembangunan Berkelanjutan
  • Bareskrim Polri Bekukan Aktivitas PT WIN di Torobulu, Keselamatan Warga Jadi Prioritas Utama
  • Sinergi Pemerintah dan Fatayat NU Jateng Perkuat Perlindungan Pesantren dari Kekerasan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.