RI News. Pemalang – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pemalang, Supa,at, secara resmi meminta seluruh kepala sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik negeri maupun swasta di wilayahnya untuk menunda kegiatan outing class maupun study tour. Instruksi tersebut disampaikan melalui Surat Edaran Nomor 400.3/2724/Dindikpora 2026 tertanggal 13 April 2026.
Keputusan penundaan ini diambil setelah Dinas melakukan monitoring, evaluasi, serta menerima masukan dari berbagai pihak terkait dan masyarakat. Beberapa temuan menjadi alasan utama, antara lain permohonan izin dari sekolah yang belum sesuai baik dari segi waktu pengajuan maupun pemilihan objek wisata, kegiatan study tour yang belum sepenuhnya selaras dengan kurikulum pembelajaran, serta kondisi cuaca ekstrem akibat siklus El Nino yang membuat situasi sulit diprediksi.
Selain itu, banyak keluhan dari warga masyarakat mengenai besaran biaya pelaksanaan study tour yang dirasakan membebani wali murid. Supa,at menegaskan bahwa study tour bukanlah kegiatan wajib bagi siswa maupun sekolah.

“Iya betul, Dinas menginstruksikan kepada kepala sekolah PAUD, SD dan SMP, untuk menunda kegiatan studi tour sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Supa,at saat dikonfirmasi, Senin (13/4).
Menurutnya, pihak sekolah tidak harus menyelenggarakan kegiatan tersebut karena study tour murni bertujuan memperkaya pengalaman atau memperdalam materi pembelajaran di sekolah. Namun, Dinas tetap menekankan agar setiap keputusan mempertimbangkan keamanan dan kemampuan masing-masing peserta didik. “Kalau study tour murni pasti ada tempat yang dikunjungi dan konteksnya memperkaya pengalaman atau memperdalam materi pembelajaran di sekolah, kami dorong tapi bagaimanapun juga jangan sampai memberatkan,” jelasnya.
Baca juga : Tujuh Hari Tanpa Panggilan: Pelapor Pencurian Ponsel di Bogor Siap Datangi Polresta untuk Minta Kejelasan
Supa,at menambahkan bahwa jika sekolah tetap berniat melaksanakan study tour, aspek keselamatan dan ketaatan terhadap prosedur menjadi prioritas utama. “Aspek keselamatan sangat diperlukan dalam pelaksanaan Study tour, apalagi saat ini fenomena El Nino menyebabkan perubahan cuaca sulit diprediksi,” tutupnya.
Penundaan ini diharapkan memberi waktu bagi sekolah dan dinas untuk memperbaiki berbagai aspek yang menjadi catatan, sehingga kegiatan pembelajaran di luar kelas di masa mendatang dapat berjalan lebih aman, sesuai kurikulum, serta tidak memberatkan orang tua siswa.
Pewarta: Ragil Surono

