Skip to content
31/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Struk Retribusi “Salah Cetak” di Pantai Baron Gunungkidul: Celah Transparansi yang Menggerus Kepercayaan Wisatawan

Struk Retribusi “Salah Cetak” di Pantai Baron Gunungkidul: Celah Transparansi yang Menggerus Kepercayaan Wisatawan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Pantai Baron Gunungkidul
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Gunungkidul, 10 April 2026 – Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Dinparekrafpora) Kabupaten Gunungkidul kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video rekaman wisatawan viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan ketidaksesuaian antara jumlah uang yang dibayarkan dengan nominal yang tercantum pada struk fisik di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Baron, salah satu destinasi andalan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seorang wisatawan merekam kejadian saat rombongan empat orang membayar retribusi senilai Rp60.000. Namun, struk yang diterima hanya mencantumkan pembayaran untuk dua orang senilai Rp30.000. Dalam rekaman itu, pengunjung terdengar bertanya kepada petugas, “Ini tertulis dua pengunjung, padahal kami ada empat orang dan membayar Rp60.000. Kita mau menanyakan apa benar begini peraturannya?”

Pengunggah video mengklaim pengalaman serupa pernah dialaminya sebelumnya. Saat itu, ia membayar Rp120.000 untuk delapan orang, tetapi struk hanya mencatat Rp60.000 untuk empat orang. Kejadian berulang pada pengunjung yang sama ini memicu pertanyaan serius di kalangan masyarakat mengenai potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata atau praktik pungutan yang tidak transparan.

Saat dikonfirmasi di lokasi, petugas TPR Pantai Baron menjelaskan bahwa insiden tersebut murni kesalahan input data atau human error saat mencetak struk. Setelah adanya protes, petugas kemudian mencetak ulang struk sesuai dengan nominal pembayaran yang sebenarnya.

Sekretaris Dinparekrafpora Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, SIP, M.Si, membenarkan adanya laporan tersebut. “Adanya informasi itu benar,” ujarnya saat dihubungi Kamis (9/4/2026) malam. Pihak dinas menyatakan akan segera memanggil petugas terkait untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Kami akan melakukan klarifikasi kepada petugas TPR guna menuntaskan persoalan ini. Permasalahan sebenarnya tadi sudah diselesaikan dengan pengunjung setelah mereka selesai berwisata,” tambahnya.

Meski demikian, pihak dinas masih berhati-hati dalam menyampaikan langkah sanksi atau evaluasi sistemik yang lebih luas. Kejadian ini menyoroti kelemahan sistem pengawasan manual yang masih mengandalkan interaksi langsung antara petugas dan wisatawan, terutama di tengah lonjakan kunjungan wisata yang signifikan di awal 2026.

Baca juga : Bayang-Bayang Tol di Selat Hormuz: Gencatan Senjata AS-Iran yang Rapuh di Tengah Sengketa Penguasaan Jalur Minyak Global

Sebagai kawasan wisata pantai yang telah dikenal secara internasional, Gunungkidul menghadapi risiko citra yang tercoreng jika kasus serupa terus berulang. Pengamat kebijakan publik menilai bahwa “human error” yang berulang kali terjadi menunjukkan perlunya reformasi mendasar. Mereka mendorong Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk mempercepat penerapan sistem pembayaran digital secara menyeluruh, termasuk e-ticketing berbasis aplikasi atau QR code.

Digitalisasi dinilai mampu meminimalisir kontak fisik dengan uang tunai, mengurangi peluang manipulasi data, sekaligus meningkatkan akuntabilitas pendapatan daerah. Dengan demikian, transparansi pengelolaan retribusi pariwisata dapat lebih terjamin, sehingga kepercayaan wisatawan tetap terjaga.

Hingga berita ini diturunkan, publik masih menanti hasil klarifikasi internal Dinparekrafpora serta komitmen nyata Pemkab Gunungkidul agar insiden “salah cetak” struk tidak lagi menjadi preseden buruk yang merusak reputasi destinasi wisata unggulan di Yogyakarta.

Pewarta: Lee Anno

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Bayang-Bayang Tol di Selat Hormuz: Gencatan Senjata AS-Iran yang Rapuh di Tengah Sengketa Penguasaan Jalur Minyak Global
Next: Pemko Subulussalam Kembali Gelar Mutasi Besar: Sekda Definitif Diganti PLT, Sorotan Publik Kembali Menyala

Related Stories

Ketika Musyawarah Lebih Kuat dari Gugatan

Bale Badami Bogor: Ketika Musyawarah Lebih Kuat dari Gugatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 menit ago 0
Lemahnya Pengawasan Negara

Hutan Tergerus: Dugaan Mafia Logging di Madina-Tapsel, Lemahnya Pengawasan Negara

Jurnalis RI News Portal Posted on 11 menit ago 0
Transparansi Pengawasan Jadi Sorotan Publik

Ganja 6,4 Kilogram Ditemukan di Dalam Lapas, Transparansi Pengawasan Jadi Sorotan Publik

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bale Badami Bogor: Ketika Musyawarah Lebih Kuat dari Gugatan
  • Hutan Tergerus: Dugaan Mafia Logging di Madina-Tapsel, Lemahnya Pengawasan Negara
  • Ganja 6,4 Kilogram Ditemukan di Dalam Lapas, Transparansi Pengawasan Jadi Sorotan Publik
  • Blokade Selat Hormuz Bertahan: AS Tekankan Kekuatan Militer di Tengah Peluang Diplomasi dengan Iran
  • Serangan di Lebanon Selatan Lumpuhkan Jalur Bantuan, PBB Peringatkan Krisis Kemanusiaan Semakin Parah
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.