RI News. Klaten – Kecamatan Wonosari kembali menjadi pusat pengembangan bakat generasi muda. Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Wonosari menggelar serangkaian lomba siswa berprestasi, cerdas cermat, serta Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) pada 6-7 April 2026. Kegiatan ini bertujuan menyaring talenta anak-anak berprestasi untuk maju ke tingkat kabupaten Klaten.
Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut melibatkan total 74 siswa, terdiri dari putra dan putri dari berbagai sekolah di wilayah Wonosari. Para peserta bersaing dalam kategori akademik seperti cerdas cermat dan non-akademik melalui cabang seni dalam FLS3N. Seleksi ketat ini diharapkan melahirkan wakil-wakil terbaik yang mampu bersaing di pentas lebih luas.
Titik Marpungatun, selaku K3S Kecamatan Wonosari, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini menjadi langkah strategis untuk memajukan Wonosari di tingkat kabupaten. “Kami berharap seleksi ini dapat membawa siswa-siswa Wonosari lolos ke tingkat kabupaten, kemudian mewakili Klaten di tingkat provinsi, hingga nasional,” ujarnya dengan penuh optimisme.

Bulan April memang menjadi bulan penuh aktivitas di Kecamatan Wonosari. Selain lomba prestasi, berbagai kegiatan lain turut digelar, termasuk peringatan Hari Kartini melalui RA Kartini oleh Dharma Wanita Persatuan serta upacara bendera yang diselenggarakan secara mandiri di masing-masing sekolah. Suasana ini menciptakan momentum positif bagi dunia pendidikan di wilayah tersebut.
Fauzan, Sekretaris PKG Kecamatan Wonosari, menambahkan bahwa pelaksanaan lomba seperti ini telah menjadi tradisi tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat efektif dalam menggali minat dan bakat siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik, sehingga mendorong mereka untuk terus berkembang ke jenjang yang lebih tinggi.
Baca juga : Lapas Cipinang Gelar Tes Urine Massal Jelang HBP ke-62, Tekankan Zero Tolerance terhadap HALINAR
“Pelaksanaan lomba ini sudah menjadi kebiasaan setiap tahun. Ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi mereka,” terang Fauzan. Ia juga menyampaikan harapan agar ada dukungan lebih luas dari berbagai pihak terkait, termasuk stakeholder, rekan-rekan pendidik, dan media, demi keberhasilan program pembinaan prestasi siswa di masa mendatang.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa yang kompetitif, kreatif, dan berprestasi. Dengan semangat kolaborasi seluruh elemen masyarakat pendidikan, Wonosari diharapkan terus melahirkan generasi emas yang mampu mengharumkan nama kecamatan di kancah yang lebih tinggi.
Pewarta : Redro P


hadir