Skip to content
25/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Ilmu Pengetahuan
  • Paus Abu-abu Muda Mati di Hulu Sungai Willapa: Sinyal Krisis Makanan di Arktik yang Semakin Mengkhawatirkan

Paus Abu-abu Muda Mati di Hulu Sungai Willapa: Sinyal Krisis Makanan di Arktik yang Semakin Mengkhawatirkan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Paus Abu-abu Muda Mati di Hulu Sungai Willapa
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Semarang, 6 April 2026 – Seekor paus abu-abu (Eschrichtius robustus) yang masih muda ditemukan mati di Sungai Willapa, Washington, Amerika Serikat. Kejadian ini menjadi pengingat nyata akan tekanan lingkungan yang dihadapi populasi paus abu-abu timur Pasifik, terutama akibat kelangkaan makanan di perairan Arktik.

Paus tersebut sempat menyusuri sekitar 32 kilometer ke hulu sungai kecil yang bermuara di Teluk Willapa. Penemuan bangkainya pada Sabtu (4 April 2026) di dekat Raymond, Pacific County, mengejutkan banyak pihak. Menurut John Calambokidis, ahli biologi dari Cascadia Research Collective, paus itu kemungkinan besar didorong oleh rasa lapar yang ekstrem untuk mencari wilayah mencari makan baru.

“Paus abu-abu sedang menghadapi krisis besar, dan intinya adalah kesulitan mendapatkan makanan di wilayah Arktik,” ujar Calambokidis. Migrasi musim semi yang panjang—sejauh lebih dari 8.000 kilometer dari laguna-laguna Baja California, Meksiko, menuju Alaska—merupakan periode paling berat bagi spesies ini. Selama perjalanan itu, paus tidak makan dalam waktu lama dan harus mengandalkan cadangan lemak tubuhnya.

Sejak 2019, populasi paus abu-abu timur Pasifik mengalami penurunan signifikan. Badan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Fisheries pernah menyatakan Unusual Mortality Event (UME) dari akhir 2018 hingga akhir 2023, dengan tercatat 690 kasus paus terdampar dari Alaska hingga Meksiko. Penyebab utamanya adalah perubahan ekosistem di area makan sub-Arktik dan Arktik yang menyebabkan berkurangnya pasokan makanan, malnutrisi, penurunan tingkat kelahiran, serta peningkatan kematian.

Meski sempat ada harapan pemulihan, sensus terbaru pada musim dingin 2025 justru menunjukkan tren penurunan yang berlanjut. Jumlah populasi diperkirakan hanya sekitar 13.000 ekor—angka terendah sejak era 1970-an. Banyak individu paus yang teramati dalam kondisi sangat kurus dan kekurangan nutrisi.

Kejadian paus muda ini masuk ke cabang utara Sungai Willapa pada Rabu (1 April 2026) melalui Teluk Willapa, sekitar 298 kilometer barat daya Seattle. Warga setempat sempat berkumpul di jembatan-jembatan untuk melihat mamalia raksasa tersebut menyemburkan udara melalui lubang napasnya. Meski terlihat kurus, paus itu awalnya berperilaku normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda cedera.

Baca juga : Fenomena Super Mario Galaxy Movie: Ketika Kritik Profesional Kalah dari Antusiasme Penonton Keluarga

Para peneliti dari Cascadia Research Collective awalnya memberi ruang bagi paus untuk keluar dari sungai secara alami. Namun pada Jumat, hewan tersebut sudah bergerak lebih jauh ke hulu, memasuki perairan yang sulit dijangkau perahu. Upaya pemeriksaan bangkai akan dilakukan sesegera mungkin untuk mengetahui penyebab kematian yang lebih pasti.

Kejadian ini bukan kasus terisolasi. Para ahli melihatnya sebagai gejala lebih luas dari perubahan ekosistem di Laut Bering utara dan Laut Chukchi akibat pemanasan global. Berkurangnya es laut dan perubahan rantai makanan di Arktik telah mengganggu ketersediaan amphipoda dan krustasea kecil yang menjadi makanan utama paus abu-abu.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengancam ketahanan populasi paus abu-abu yang pernah pulih dari ambang kepunahan berkat upaya konservasi internasional. Para peneliti menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan serta langkah mitigasi perubahan iklim untuk melindungi habitat makan di wilayah kutub.

Penelitian lebih lanjut terhadap bangkai paus ini diharapkan memberikan data berharga untuk memahami dampak lingkungan terhadap mamalia laut migran besar.

Pewarta : Vie

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Fenomena Super Mario Galaxy Movie: Ketika Kritik Profesional Kalah dari Antusiasme Penonton Keluarga
Next: Prajurit Perdamaian Gugur di Lebanon: TNI Beri Penghormatan Militer Terakhir bagi Kopda Farizal Rhomadhon

Related Stories

Harapan Baru dari Sungai Sesayap

Harapan Baru dari Sungai Sesayap: Hiu Gangga yang Nyaris Punah Ditemukan Kembali di Kalimantan

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 jam ago 0
Raih Ki Hajar Dewantara Award atas Riset Sains Polar-Tropis yang Perkuat Diplomasi RI-Rusia

Gerry Utama, Penerima Beasiswa Baznas, Raih Ki Hajar Dewantara Award atas Riset Sains Polar-Tropis yang Perkuat Diplomasi RI-Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
Kemdiktisaintek Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi Kalimantan

Kemdiktisaintek Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi Kalimantan: IKN Jadi Laboratorium Inovasi untuk Pulau Seribu Sungai

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Prabowo Gelorakan Swasembada Protein: Tambak Udang Modern Jadi Andalan Ketahanan Pangan Indonesia
  • Ahli Waris Berusia 87 Tahun Tempuh Jalur Hukum atas Sengketa Tanah Turun-Temurun di Kendal
  • Harapan Baru dari Sungai Sesayap: Hiu Gangga yang Nyaris Punah Ditemukan Kembali di Kalimantan
  • Miliaran Rupiah untuk Makan-Minuman Rapat DPRD Padangsidimpuan Dipertanyakan, Ketua WIB: Segera Diaudit !
  • Revitalisasi SMPN 2 Angkola Selatan: Dugaan Pemborosan APBN dan Ancaman Keselamatan Siswa di Balik Campuran Rangka Kayu Lapuk
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.