RI News. Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Letnan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada seluruh umat Islam di Indonesia. Dalam pesan yang disampaikan melalui keterangan video pada Sabtu (21/3/2026), ia menjadikan momentum Lebaran sebagai kesempatan emas untuk memperdalam kepedulian sosial dan memperkokoh persatuan nasional di tengah berbagai dinamika kehidupan berbangsa.
Menurut Djamari Chaniago, Idulfitri bukan sekadar perayaan akhir puasa Ramadan, melainkan titik balik spiritual untuk kembali ke fitrah manusia yang suci. Nilai kesabaran dan keikhlasan yang terasah selama sebulan penuh ibadah puasa diharapkan tidak sirna begitu saja, melainkan terus diimplementasikan dalam interaksi sehari-hari.
“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026 Masehi kepada seluruh umat Islam di Indonesia. Idulfitri menjadi momentum untuk kembali kepada fitrah setelah menjalani ibadah puasa,” ungkapnya.

Ia menyoroti pentingnya sikap empati terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang sedang menghadapi berbagai bentuk cobaan hidup. Semangat Hari Raya, lanjutnya, seyogianya menjadi energi kolektif untuk saling mendukung dan menguatkan, sehingga masyarakat dapat bangkit lebih tangguh.
“Di tengah suasana penuh berkah ini, kita juga mengingat saudara-saudara kita yang mengalami cobaan. Semoga Idulfitri menjadi kekuatan untuk bangkit dan saling menguatkan,” tambah Djamari.
Lebih jauh, Menko Polkam yang baru dilantik pada September 2025 ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan semangat persatuan. Ia berharap perayaan Idulfitri dapat menjadi perekat tali persaudaraan sekaligus penguat rasa kebangsaan di tengah tantangan kontemporer.
“Mewakili keluarga besar Kemenko Polkam, saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Semoga Indonesia senantiasa damai, kuat, dan bersatu,” tuturnya.
Ucapan serupa juga disampaikan Menteri Agama Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA. Dalam pesannya, ia menekankan esensi Idulfitri sebagai panggilan untuk menyebarkan kebaikan secara luas.
“Saya Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia, mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Taqabbalahu minna wa minkum siyamuna wa siyamukum, wa ja’alana Allah wa iyakum minal a’idin wal faizin, kullu ‘am wa antum bikhair,” katanya.
Nasaruddin Umar menggarisbawahi peran Idulfitri dalam memperteguh sikap toleransi antarumat beragama serta merawat ikatan persaudaraan lintas kelompok. Ia mengajak masyarakat menjadikan hari kemenangan ini sebagai titik awal untuk saling memaafkan, sehingga kasih sayang dapat meresap lebih dalam ke dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita jadikan Idulfitri yang penuh keberkahan ini sebagai momentum untuk saling memperkuat toleransi dan merawat persaudaraan,” ujarnya.
Selain itu, Menag menegaskan bahwa memaafkan bukan hanya ritual tahunan, melainkan praktik berkelanjutan yang menjadi inti dari esensi perayaan Idulfitri. Dengan menebarkan kasih sayang secara konsisten, diharapkan tercipta harmoni sosial yang lebih kokoh di tengah keberagaman Indonesia.
Kedua pejabat tinggi negara ini sepakat bahwa Idulfitri 1447 H harus menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan; ia adalah panggilan moral untuk membangun masyarakat yang lebih peduli, toleran, dan bersatu dalam kerangka kebangsaan yang inklusif.
Pewarta : Albertus Parikesit

