RI News. Wonogiri – Kreativitas seorang warga Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menuai apresiasi langsung dari perusahaan transportasi yang menjadi inspirasinya. PT Anugerah Mas (PO Agramas) memberikan bantuan nyata kepada Supardi alias Bagong, pembangun rumah unik berbentuk bus double decker yang menyerupai armada milik perusahaan tersebut.
Pada Senin (4/5/2026), rombongan manajemen PO Agramas yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama David Ariawan mendatangi rumah Supardi. Mereka menyerahkan bantuan uang tunai senilai Rp10 juta serta surat izin resmi untuk membangun rumah menyerupai bus Agramas. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Supardi beserta keluarganya.
David Ariawan menyatakan kunjungan tersebut sebagai bentuk penghargaan atas ide kreatif Supardi. “Kami ke sini tujuannya untuk mengapresiasi. Ini menurut kami layak diapresiasi. Kami dari manajemen Agramas tentu mendukung,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.

Selain bantuan dana, PO Agramas juga berkomitmen menanggung penyediaan material interior dan aksesori khas bus, seperti dashboard, kaca, plafon, hingga pintu. Dengan dukungan ini, rumah Supardi diharapkan semakin mirip dengan armada double decker Agramas asli. Perusahaan juga meminta penyesuaian desain, di antaranya mengubah penomoran bus dari BG 02 dan BG 07 menjadi BM 02 dan BM 07, serta plat nomor dari B 490 NG menjadi B 154 GRA.
David menegaskan bahwa keberadaan rumah tersebut tidak mengganggu operasional bisnis maupun citra perusahaan. “Apa yang bisa kami berikan, nanti akan kami support,” katanya. Ia mengaku pihak manajemen baru mengetahui keberadaan rumah unik ini setelah viral di media sosial.
Kepala Operasional PO Agramas Wonogiri, Susanto, turut menyampaikan rasa bangga atas inisiatif Supardi. Menurutnya, kreativitas seperti ini patut mendapat dukungan agar pembangunan dapat segera rampung.
Baca juga : Tawuran Pelajar SMA di Jalan Andong Yogyakarta: Kerumunan dan Terikan Menggema di Sisi Stadion Mandala Krida
Sementara itu, Supardi mengaku terharu dengan respons positif dari perusahaan. “Saya sangat berterima kasih. Terutama yang penting saya sudah mendapat izin dari Agramas. Itu menjadi kebanggaan bagi saya,” ungkapnya.
Supardi menjelaskan ide membangun rumah berbentuk bus berawal dari kecintaannya terhadap PO Agramas. Selama puluhan tahun merantau ke Jakarta, ia kerap menggunakan bus perusahaan ini untuk pulang-pergi. “Dari situ ide Supardi suka dengan bus AgraMas, lalu kepikiran bikin rumah yang beda dari yang lain,” katanya.
Saat ini, pembangunan rumah telah mencapai sekitar 60 persen dengan biaya yang telah dikeluarkan mencapai Rp125 juta. Proses pengerjaan sempat dihentikan sementara karena keterbatasan dana. Dengan adanya dukungan dari PO Agramas, Supardi optimistis dapat menyelesaikan rumah impiannya tersebut.
Kisah Supardi menjadi contoh bagaimana ekspresi kreativitas warga biasa dapat menarik perhatian dan mendapatkan dukungan dari perusahaan yang diidolakannya.
Pewarta : Nandar Suyadi


