RI News. Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kebudayaan harus menjadi pilar utama dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan, khususnya melalui penguatan ekonomi dan industri budaya. Pernyataan ini disampaikannya saat meninjau Benteng Marlborough di Kota Bengkulu, Rabu (25/2/2026), yang ia nilai sebagai aset bersejarah berpotensi tinggi untuk melahirkan talenta kreatif muda di berbagai bidang seni.
Menurut Fadli, Benteng Marlborough yang dibangun oleh East India Company pada 1714–1719 di bawah pimpinan Joseph Collett, kini dalam kondisi terawat prima. Lokasinya yang menghadap langsung ke laut menawarkan panorama memukau, ditambah nilai historis mendalam dari era kolonial Inggris dan Belanda. Kawasan ini, lanjutnya, dapat dikembangkan menjadi pusat edukasi sejarah, ruang budaya hidup, serta arena aktivasi seni seperti pameran rupa, pertunjukan panggung, musik, film, dan sastra.
“Bengkulu punya posisi unik dalam narasi sejarah nasional. Dari masa pemerintahan Inggris hingga pertukaran wilayah dengan Belanda yang melibatkan Singapura dan Melaka, semua itu menjadi modal kuat untuk membangun wisata sejarah dan budaya yang autentik,” ujar Fadli dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia menekankan perlunya mengintegrasikan pengembangan ini dengan industri kreatif, sehingga benteng tidak hanya sebagai monumen statis, melainkan ruang dinamis yang mendorong lahirnya generasi kreatif. Untuk itu, penyelenggaraan festival budaya secara rutin yang melibatkan anak muda menjadi kunci, didukung konektivitas transportasi yang semakin membaik dan strategi promosi yang terarah serta masif.
“Dengan promosi yang konsisten dan terukur, Bengkulu bisa menarik lebih banyak pengunjung, sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal melalui pariwisata berbasis budaya,” tambahnya.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menyambut positif arahan tersebut. Ia menyatakan siap menindaklanjuti berbagai gagasan yang disampaikan Menteri, termasuk penguatan ekosistem pariwisata dan budaya di wilayahnya. “Kami sangat mengapresiasi masukan ini dan memohon dukungan penuh agar rencana pengembangan bisa terealisasi dengan optimal demi kemajuan Bengkulu,” katanya.
Pengelolaan Benteng Marlborough saat ini berada di bawah Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan, yang memastikan pelestarian aset sejarah sekaligus membuka peluang inovasi berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, kawasan bersejarah tersebut diharapkan tidak hanya melestarikan warisan masa lalu, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kreatif dan identitas budaya daerah di masa depan.
Pewarta : Vie

