RI News Portal. Surabaya – Provinsi Jawa Timur berhasil menempati peringkat kedua secara nasional dalam jumlah pendaftar program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebuah inisiatif preventif kesehatan yang digulirkan pemerintah untuk mendeteksi dini risiko penyakit di berbagai kelompok usia.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Saiful Islam, menyampaikan bahwa hingga periode terkini, sebanyak 13.286.214 warga Jawa Timur telah mendaftar program ini. Angka tersebut mencapai 31,57 persen dari total sasaran provinsi yang ditetapkan sebanyak 42.089.271 jiwa.
“Jawa Timur berada di posisi kedua nasional dalam pelaksanaan CKG,” ujar Saiful Islam saat ditemui di Surabaya, Selasa.
Dari keseluruhan pendaftar, sebanyak 12.900.473 orang atau setara 30,65 persen telah benar-benar memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut. Capaian ini mendekati target kehadiran nasional untuk tahun 2025 yang dipatok pada 36 persen dari sasaran keseluruhan.

Keberhasilan implementasi program di Jawa Timur juga tercermin dari keterlibatan penuh seluruh wilayah administratif. Semua 38 kabupaten dan kota di provinsi ini telah aktif menyelenggarakan layanan CKG tanpa terkecuali.
Sasaran program di Jawa Timur mencakup berbagai fase kehidupan, mulai dari 608.356 bayi, 2.327.872 anak balita, 1.118.276 anak usia prasekolah, 6.378.578 anak usia sekolah, hingga kelompok usia produktif sebanyak 25.173.354 jiwa dan lansia 6.482.835 jiwa.
Secara spesifik, kelompok usia dewasa III perempuan (40-59 tahun) menjadi penerima layanan terbanyak, dengan 1.092.132 jiwa atau 17,69 persen dari total peserta yang telah memeriksakan diri. Berdasarkan komposisi jenis kelamin, perempuan mendominasi dengan 55,3 persen, sementara laki-laki 44,7 persen.
Untuk konteks nasional, posisi teratas diraih Provinsi Jawa Tengah dengan 14.438.190 pendaftar, diikuti Jawa Timur di urutan kedua, dan Jawa Barat di peringkat ketiga dengan 10.717.971 pendaftar.
Saiful Islam menekankan bahwa dukungan kebijakan fiskal dari Kementerian Keuangan terus mengalir untuk memperkuat berbagai program pemerintah, termasuk CKG yang menjadi bagian dari strategi pembangunan kesehatan jangka menengah. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini, tetapi juga berkontribusi pada penurunan beban penyakit tidak menular di masa depan.
Dengan capaian signifikan ini, Jawa Timur menjadi contoh nyata kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan akses kesehatan preventif yang lebih merata bagi masyarakat.
Pewarta: Wisnu H.

