Skip to content
10/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Ancaman Tanah Bergerak Semakin Nyata: Ratusan Jiwa di Bojongsari Brebes Terperangkap dalam Ketidakpastian Relokasi

Ancaman Tanah Bergerak Semakin Nyata: Ratusan Jiwa di Bojongsari Brebes Terperangkap dalam Ketidakpastian Relokasi

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 bulan ago 3 minutes read
Ancaman Tanah Bergerak Semakin Nyata
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Brebes – Pergerakan tanah di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memasuki fase kritis sejak akhir Januari 2026. Fenomena geologis ini, yang pertama kali terdeteksi pada 29 Januari, mencapai puncak kerusakan signifikan pada Minggu, 8 Februari 2026, ketika longsoran tanah semakin masif dan mengarah ke barat daya dengan kemiringan lereng sekitar 45 derajat.

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes per Selasa (10/2/2026) mencatat setidaknya 124 unit rumah mengalami kerusakan, dengan mayoritas merupakan konstruksi semi-permanen yang rentan terhadap deformasi tanah. Rumah-rumah tersebut menjadi tempat tinggal bagi 413 jiwa dari 148 kepala keluarga. Kerusakan tidak hanya terbatas pada hunian pribadi; infrastruktur desa juga terdampak parah, termasuk amblasnya jalan desa sepanjang sekitar 700 meter serta rusaknya fasilitas umum seperti dua tempat ibadah, satu satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Brebes, Wibowo, menjelaskan bahwa dinamika pergerakan tanah di RT 03 dan RT 04 RW 03 semakin mengkhawatirkan. “Arah longsoran mengarah ke barat daya dan berpotensi mencapai aliran Sungai Kali Keruh di bawah permukiman,” ujarnya. Faktor pemicu utama, menurut analisis lapangan, adalah curah hujan ekstrem yang terus mengguyur wilayah selatan Brebes dalam beberapa pekan terakhir, sehingga meningkatkan saturasi air pada lapisan tanah dan memicu deformasi lereng.

Proses evakuasi darurat kini menjadi prioritas. Pemerintah desa bersama warga telah memulai pembongkaran rumah-rumah yang dinilai paling berisiko runtuh, disertai pemindahan penghuni ke lokasi yang lebih aman. Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, mengonfirmasi bahwa lebih dari 100 warga telah mengungsi ke tenda darurat sementara. “Kondisi semakin tidak memungkinkan untuk bertahan di rumah, sehingga warga memilih mengungsi demi keselamatan, terutama anak-anak dan lansia,” katanya. Bantuan logistik berupa paket konsumsi dan kebutuhan dasar telah mulai disalurkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Brebes, meski kebutuhan hunian jangka menengah masih menjadi tantangan utama.

Baca juga : Polri Galakkan Dialog Kebangsaan: Bentengi Generasi Muda Kalbar dari Ancaman Digital di Era Indonesia Emas

Bencana ini bukan kejadian pertama bagi sebagian warga setempat; riwayat pergerakan tanah serupa pada tahun-tahun sebelumnya telah memaksa relokasi parsial. Kini, kombinasi antara kerentanan geologis kawasan pegunungan selatan Brebes dan pola cuaca ekstrem akibat perubahan iklim menambah kompleksitas penanganan. Pemerintah desa telah menyampaikan laporan darurat kepada pemerintah kabupaten sejak awal kejadian, dengan harapan respons terkoordinasi yang mencakup pemetaan risiko lanjutan, penyediaan hunian sementara layak, serta strategi mitigasi jangka panjang agar ancaman susulan dapat diminimalisasi.

Situasi di Bojongsari mencerminkan tantangan lebih luas dalam pengelolaan bencana hidrometeorologi di wilayah rawan longsor Jawa Tengah. Tanpa intervensi cepat dan berkelanjutan, ratusan jiwa yang terdampak berisiko menghadapi ketidakpastian tempat tinggal yang berkepanjangan di tengah ancaman alam yang masih aktif.

Pewarta: Ikhwanudin

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Polri Galakkan Dialog Kebangsaan: Bentengi Generasi Muda Kalbar dari Ancaman Digital di Era Indonesia Emas
Next: Upacara Pembukaan TMMD Reguler ke-127 Tahun 2026 di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri

Related Stories

Gelombang Hijau Pulau Dewata

Gelombang Hijau Pulau Dewata: Menteri LH Dorong Penanaman Mangrove Massal sebagai Benteng Alam

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 menit ago 0
Kalteng Terobosan Pendidikan- Kelas Virtual Multibahasa Dorong Daya Saing Pelajar di Era Global

Kalteng Terobosan Pendidikan: Kelas Virtual Multibahasa Dorong Daya Saing Pelajar di Era Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 37 menit ago 0
Pemko Subulussalam Sukses Mediasi

Pemko Subulussalam Sukses Mediasi, Warga Desa Cepu dan PT BSM Capai Kesepakatan Historis Atasi Konflik Lingkungan

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Pemerintah Siap Perkuat Efisiensi Anggaran 2027: Prioritas Belanja Produktif dan Perlindungan Sosial yang Lebih Tepat Sasaran
  2. Sugeng Rudianto mengenai Pemerintah Siap Perkuat Efisiensi Anggaran 2027: Prioritas Belanja Produktif dan Perlindungan Sosial yang Lebih Tepat Sasaran
  3. Sammy Sandinata mengenai Prabowo Perkuat Fondasi Ekonomi: Luhut dan Chatib Basri Bertemu di Istana
  4. Adi tanjoeng mengenai Komnas HAM Dalami Tragedi Kembru: 12 Nyawa Melayang, Ribuan Warga Mengungsi di Papua Tengah
  5. Sammy Sandinata mengenai Komnas HAM Dalami Tragedi Kembru: 12 Nyawa Melayang, Ribuan Warga Mengungsi di Papua Tengah

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Pemerintah Optimistis Dorong Rupiah Menguat Bertahap di Semester II 2026 Melalui Sinergi Fiskal-Moneter
  • Polda Lampung Siagakan 686 Personel untuk Amankan Kunjungan Kerja Presiden Prabowo Subianto
  • Gelombang Hijau Pulau Dewata: Menteri LH Dorong Penanaman Mangrove Massal sebagai Benteng Alam
  • Kalteng Terobosan Pendidikan: Kelas Virtual Multibahasa Dorong Daya Saing Pelajar di Era Global
  • Pemko Subulussalam Sukses Mediasi, Warga Desa Cepu dan PT BSM Capai Kesepakatan Historis Atasi Konflik Lingkungan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.