Skip to content
15/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Bangladesh di Ambang Pemilu Bersejarah: Harapan Demokrasi Baru vs Bayang-Bayang Ketidakpastian

Bangladesh di Ambang Pemilu Bersejarah: Harapan Demokrasi Baru vs Bayang-Bayang Ketidakpastian

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 bulan ago 3 min read
Bangladesh di Ambang Pemilu Bersejarah
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Dhaka – Dalam hitungan hari, Bangladesh akan menggelar pemilu parlemen paling menentukan dalam sejarah modernnya pada 12 Februari 2026. Pemungutan suara ini bukan sekadar pergantian kekuasaan, melainkan penutup babak transisi pasca-revolusi mahasiswa 2024 yang menggulingkan Perdana Menteri Sheikh Hasina setelah 15 tahun berkuasa, serta sekaligus referendum konstitusi yang akan membentuk arah politik negara ke depan.

Pemerintahan sementara di bawah kepemimpinan Muhammad Yunus—penerima Nobel Perdamaian yang kini berusia 85 tahun—telah menjalankan roda negara selama 18 bulan terakhir. Yunus berulang kali menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan pemilu yang bersih dan adil, sesuatu yang menjadi tuntutan utama rakyat setelah pemilu-pemilu era Hasina dianggap penuh kecurangan dan penindasan oposisi.

Banyak warga melihat momen ini sebagai kesempatan emas untuk mengembalikan supremasi hukum, melindungi kebebasan sipil, dan menghadirkan pemerintahan yang akuntabel. Seorang mahasiswa bernama Arefin Labib menyuarakan keresahan sekaligus harapannya: “Saya tidak ingin lagi ada kekacauan atau situasi seperti perang di Bangladesh. Pemilu yang adil adalah kunci agar negara bisa berjalan lancar dan menuju masa depan yang lebih baik.”

Pemerintahan Yunus memang berhasil menstabilkan ekonomi yang sempat ambruk pasca-gejolak 2024. Namun, kritik tajam muncul terkait kegagalan mengembalikan rasa aman di masyarakat. Kekerasan politik meningkat, serangan terhadap minoritas Hindu berulang, dan perlindungan hak asasi manusia dinilai masih lemah. Seorang pedagang jalanan berusia 62 tahun, Zainul Abedeen, menekankan, “Pemerintah harus mencegah kerusuhan dan pembunuhan. Itu yang paling dibutuhkan rakyat sekarang.”

Warga Dhaka, Rajit Hasan, menambahkan bahwa meski upaya stabilisasi dilakukan, fragmentasi politik yang dalam membuat reformasi mendalam sulit tercapai. “Kami menginginkan demokrasi sejati, supremasi hukum, serta ruang bagi perbedaan pendapat tanpa tekanan,” ujarnya.

Salah satu isu krusial yang mencuat adalah representasi perempuan. Bangladesh pernah menjadi sorotan dunia karena dipimpin perdana menteri perempuan selama puluhan tahun. Namun, dalam pemilu kali ini, partai Hasina dilarang berpartisipasi, dan jumlah calon perempuan menurun drastis—padahal perempuan memainkan peran sentral dalam pemberontakan 2024.

Baca juga : Monarki di Persimpangan: Raja Charles Memilih Transparansi di Tengah Badai Epstein yang Kian Menguat

Wasima Binte Hussain, seorang mahasiswi yang ikut dalam revolusi tersebut, mengungkapkan kekecewaannya. “Saya berharap transisi ini membuka lebih banyak ruang bagi pemimpin perempuan dan isu-isu perempuan mendapat prioritas. Sayangnya, itu belum terlihat,” katanya.

Kekhawatiran semakin membesar seiring lonjakan dukungan terhadap Jamaat-e-Islami, kelompok Islamis yang dulu dilarang tapi kini semakin berpengaruh. Pernyataan sebagian pemimpin partai yang mengusulkan pembatasan aktivitas perempuan karena peran reproduksi mereka memicu alarm di kalangan perempuan muda. Sayma Nowshin Suha (22 tahun) menyatakan, “Konservatisme adalah hal paling menakutkan di Bangladesh. Saya bermimpi negara di mana setiap orang bebas menjalani hidup tanpa rasa takut atau batasan.”

Wasima Binte Hussian, 23 tahun, seorang mahasiswi ekonomi, berbicara kepada The Associated Press di Dhaka, Bangladesh, Minggu, 8 Februari 2026.

Pemilu ini juga diwarnai referendum atas paket reformasi konstitusi yang disebut “Piagam Juli”. Yunus secara aktif mengkampanyekan suara “Ya” agar reformasi tersebut diterima, dengan janji akan segera menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan terpilih. Namun, di tengah ancaman disinformasi asing dan kekerasan sporadis, banyak pihak mempertanyakan apakah proses ini benar-benar akan menjadi tonggak kebangkitan demokrasi atau justru membuka babak baru ketidakstabilan.

Dengan lebih dari 127 juta pemilih terdaftar, Bangladesh berdiri di persimpangan: antara harapan akan tata kelola yang lebih inklusif dan risiko polarisasi yang lebih dalam. Hasil 12 Februari nanti tidak hanya menentukan siapa yang memimpin, tapi juga bagaimana negara ini mendefinisikan dirinya di masa mendatang.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Monarki di Persimpangan: Raja Charles Memilih Transparansi di Tengah Badai Epstein yang Kian Menguat
Next: Bayang Manusia Bertopeng: Jejak Pertama Penculikan Nancy Guthrie yang Mengguncang Amerika

Related Stories

Bahrain dari Kursi Ketua GCC
2 min read

Bahrain dari Kursi Ketua GCC: “Hentikan Serangan Sekarang atau Kawasan Teluk Terjerumus ke Jurang Eskalasi”

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Kematian Aktivis Sharif Hadi
2 min read

Kematian Aktivis Sharif Hadi: Dua Tersangka Ditangkap di India, Diplomasi Ekstradisi Mulai Berjalan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Mengapa Pesawat Tempur Tiongkok Tiba-tiba
3 min read

Keheningan di Selat Taiwan: Mengapa Pesawat Tempur Tiongkok Tiba-tiba ‘Menghilang’ dan Apa Artinya bagi Stabilitas Regional?

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Impian Besar Sumbar: Pusat Kebudayaan Rp382 Miliar Siap Jadi Jantung Baru Identitas Minang
  • Wamenhub Suntana Janji Tindak Tegas Oknum Pungli di Program Mudik Gratis Kapal Laut Sultra
  • Bahrain dari Kursi Ketua GCC: “Hentikan Serangan Sekarang atau Kawasan Teluk Terjerumus ke Jurang Eskalasi”
  • Pelabuhan Benoa Bali Mulai Ramai Pemudik Lebaran 2026 ke Nusa Tenggara
  • MTsN 1 Klaten Kembali Gelar Tradisi Berbagi Zakat Jelang Idulfitri 1446 H: 150 Paket Sembako Disalurkan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.