RI News Portal. Brebes – Harapan tipis yang sempat menggantung di antara derasnya arus Sungai Maiyah akhirnya sirna menjadi duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Pejagan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 13 tahun, Deni Arya Lembayung bin Wardi, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi (8/2/2026), setelah operasi pencarian intensif selama dua hari oleh tim SAR gabungan.
Penemuan jenazah korban terjadi sekitar pukul 09.15 WIB, di aliran sungai yang membentang hingga memasuki wilayah Desa Krakahan. Tim SAR Kabupaten Brebes bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat menyusuri sungai secara sistematis sejak pagi hari, menempuh jarak sekitar satu kilometer dari lokasi awal kejadian (LKP). Setelah identitas terkonfirmasi, jenazah segera dievakuasi ke RS Mutiara Bunda Tanjung untuk penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup.
Kepala tim SAR setempat menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama semua pihak yang terlibat. “Kami mengapresiasi upaya tanpa lelah dari seluruh unsur, termasuk warga yang turun tangan membantu. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” ujarnya.

Peristiwa nahas ini bermula pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 09.40 WIB. Saat itu, Deni bersama beberapa teman sebayanya sedang bermain dan mandi di Sungai Maiyah, tepatnya di dekat jembatan selatan rel kereta api jalur Pantura. Arus sungai yang deras—akibat pengaruh hujan sebelumnya—membuat situasi berubah cepat. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban diduga terseret ke tengah sungai. Karena tidak mampu berenang dengan baik, tubuhnya terbawa arus hingga masuk ke gorong-gorong di sekitar lokasi, sebelum lenyap dari pandangan.
Saksi mata Taroni (45), warga setempat yang berada di dekat kejadian, mengisahkan momen mencekam itu dengan suara bergetar. “Saya lihat mereka main dan mandi bersama. Tiba-tiba Deni terseret ke tengah. Saya coba tolong, tapi arusnya terlalu kuat. Dia masuk gorong-gorong dan hilang begitu saja,” kenangnya.
Teman-teman korban yang selamat juga masih diliputi kepanikan. Ulil (13) dan Aray (13), dua di antaranya, menceritakan bagaimana suasana riang berubah menjadi jeritan minta tolong dalam hitungan detik. “Kami teriak-teriak panggil orang dewasa, tapi Deni sudah kebawa arus,” ujar Ulil lirih.
Pada hari pertama pencarian, tim SAR gabungan menyisir sungai hingga radius dua kilometer ke arah utara. Berbagai teknik diterapkan menyesuaikan kondisi medan dan arus yang masih deras, namun hingga sore hari korban belum ditemukan. Operasi dihentikan sementara dan dilanjutkan keesokan harinya dengan area yang lebih luas.
Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh warga Desa Pejagan. Sungai Maiyah, yang selama ini menjadi arena bermain anak-anak dan sumber aktivitas sehari-hari masyarakat, kini menyisakan kenangan pilu.
Pihak berwenang mengimbau para orang tua untuk lebih waspada mengawasi anak-anak, terutama menghindari aktivitas di sungai saat arus deras atau pasca-hujan. “Keselamatan anak adalah tanggung jawab bersama. Mari kita tingkatkan kewaspadaan agar peristiwa serupa tidak terulang,” tegas petugas SAR.
Seluruh tim dan masyarakat berdoa agar almarhum Deni Arya Lembayung husnul khotimah, serta keluarga diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
Pewarta: Ikhwanudin

