RI News Portal. Wonogiri, Jawa Tengah – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah pesisir selatan Jawa pada Jumat (6/2/2026) dini hari pukul 01.06 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 90 kilometer tenggara Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Getaran kuat dari gempa tersebut terasa hingga berbagai daerah di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Wonogiri. Di Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, warga langsung terbangun dan panik. Suara kentongan bambu serta kayu dari pos kamling dan rumah-rumah penduduk berbunyi bertubi-tubi selama beberapa menit, menandakan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya susulan.
Salah satu dampak terparah tercatat di Puskesmas Jatisrono 2. Plafon bangunan fasilitas kesehatan tersebut runtuh di beberapa bagian, meliputi teras seluas 9×5 meter (45 m²), ruang tunggu 30×4,5 meter (135 m²), serta lorong 5×9 meter (45 m²). Total luas plafon yang roboh mencapai ratusan meter persegi.

Kepala Puskesmas Jatisrono 2, Agus Sulistiyono, SKM, segera melaporkan kejadian tersebut ke Koramil 14/0728 Kodim Wonogiri dan Polsek setempat. Tim gabungan dari Koramil, yang terdiri dari Serka Eko R., Sertu Mianto, serta Serda Teguh, bersama dua personel Polsek yaitu Bripka Eko dan Brigadir Irawan, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan kerugian.
Berdasarkan identifikasi awal bersama kepala puskesmas dan pegawai terkait, kerusakan materiil pada plafon gedung ditaksir mencapai lebih dari Rp80 juta. “Kami telah mengumpulkan data kerugian bersama Kepala Puskesmas dan staf. Estimasi sementara kerusakan plafon saja sudah mencapai angka tersebut,” ujar Sertu Mianto kepada wartawan di lokasi.
Selain fasilitas kesehatan, sejumlah rumah warga di beberapa desa Kecamatan Jatisrono mengalami kerusakan ringan. Genteng atap rontok dan dinding tembok retak menjadi keluhan utama. Prayitno, perangkat Desa Tasikhargo, mengatakan rumahnya sendiri mengalami kerusakan ratusan genteng. Pada Jumat pagi, ia bersama warga setempat bahu-membahu melakukan perbaikan darurat.
Hingga berita ini disusun, belum ada laporan korban jiwa atau luka-luka di wilayah Kecamatan Jatisrono. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap gempa susulan. Media sosial warga Wonogiri langsung ramai dengan berbagai unggahan terkait gempa, mulai dari video getaran hingga foto kerusakan ringan.
Gempa ini merupakan bagian dari aktivitas tektonik di zona subduksi lempeng di selatan Jawa, yang kerap memicu guncangan signifikan di wilayah pesisir dan pedalaman Jawa. Pihak berwenang terus memantau perkembangan untuk memastikan penanganan cepat bagi warga terdampak.
Pewarta: Nandar Suyadi

