RI News Portal. Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa berbagai program stimulus dan kebijakan pemerintah telah berhasil mendorong akselerasi kinerja ekonomi nasional, khususnya pada kuartal keempat tahun 2025. Capaian ini tercermin dari data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,39 persen secara year-on-year (yoy), angka tertinggi sejak masa pemulihan pascapandemi COVID-19.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa langkah-langkah yang diambil pemerintah benar-benar membuahkan hasil positif di akhir tahun,” ujar Airlangga saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Ia menambahkan, performa kuartal IV-2025 tidak hanya melampaui kuartal-kuartal sebelumnya sepanjang tahun tersebut, tetapi juga lebih unggul dibandingkan sejumlah negara dengan kondisi ekonomi serupa di kawasan.
Secara rinci, pertumbuhan kuartalan (qtq) tercatat sebesar 0,86 persen, sementara nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan mencapai Rp3.474 triliun dan atas dasar harga berlaku Rp6.147,2 triliun. Secara keseluruhan sepanjang 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen (c-to-c), dengan PDB atas dasar harga konstan Rp13.580,5 triliun dan atas dasar harga berlaku Rp23.821,1 triliun.

Penguatan ekonomi pada periode akhir tahun terutama ditopang oleh sektor-sektor kunci. Industri pengolahan mencatat pertumbuhan sekitar 5,4 persen, diikuti oleh sektor perdagangan besar dan kecil serta pertanian yang bersama-sama menyumbang lebih dari 40 persen terhadap struktur ekonomi nasional. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama, mencerminkan daya beli masyarakat yang terjaga meski di tengah berbagai tantangan global.
Lebih lanjut, pertumbuhan ini juga berdampak positif pada aspek ketenagakerjaan dan kesejahteraan. Data menunjukkan terciptanya sekitar 1,3 juta lapangan kerja baru selama kuartal tersebut, sementara indikator ketimpangan seperti rasio Gini mengalami perbaikan yang signifikan.
Menghadapi awal tahun 2026, pemerintah berencana mempertahankan momentum positif melalui paket stimulus lanjutan, terutama menjelang periode Ramadhan dan Idul Fitri pada kuartal pertama. Berbagai insentif telah disiapkan, termasuk dukungan transportasi, perluasan bantuan sosial, serta fleksibilitas kerja seperti work from anywhere (WFA) untuk mendorong aktivitas ekonomi.
Baca juga : BPH Migas Perkuat Benteng Pengawasan: BBM Subsidi Diharapkan Benar-Benar Sampai ke yang Berhak
Airlangga menekankan pentingnya memanfaatkan pelajaran dari lonjakan mobilitas dan konsumsi pada akhir tahun sebelumnya. “Di bulan Desember, mobilitas tinggi mendorong konsumsi secara signifikan. Ini menjadi referensi berharga untuk strategi ke depan,” tuturnya.
Dengan fondasi yang semakin kokoh ini, pemerintah optimistis dapat menjaga trajektori pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.
Pewarta : Anjar Bramantyo

