RI News Portal. Jakarta – Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta secara resmi mengundang Presiden kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk berkunjung ke Dili guna menerima penghargaan tertinggi negara itu, Grand Collar Ordem de Timor Leste. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi besar Megawati dalam mempererat persahabatan dan hubungan bilateral antara Indonesia dan Timor Leste selama ini.
Undangan tersebut disampaikan secara langsung oleh Presiden Ramos Horta kepada Megawati saat melakukan kunjungan kehormatan di sela-sela rangkaian acara Zayed Award for Human Fraternity 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pertemuan kedua tokoh yang telah lama bersahabat itu berlangsung hangat dan penuh makna, dengan fokus utama pada penguatan hubungan kedua negara yang semakin kokoh belakangan ini.
Menurut penjelasan Dubes RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, Presiden Ramos Horta menekankan betapa hubungan bilateral Indonesia-Timor Leste telah mencapai tingkat yang lebih kuat. Timor Leste kini telah resmi menjadi anggota ASEAN, sementara volume perdagangan antarkedua negara terus menunjukkan tren positif. Bahkan, penggunaan bahasa Indonesia masih cukup luas di kalangan masyarakat Timor Leste, yang mencerminkan kedekatan historis dan budaya.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan khususnya peran Ibu Megawati dalam mendorong hubungan bilateral yang harmonis ini,” ujar Ramos Horta, sebagaimana dikutip Zuhairi dalam keterangan tertulis pada Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan apresiasi tersebut, Ramos Horta secara khusus mengundang Megawati untuk datang ke Timor Leste menerima Grand Collar Ordem de Timor Leste, yang merupakan medali kehormatan tertinggi dari pemerintah setempat. Penghargaan serupa sebelumnya juga telah diberikan kepada Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim serta Sultan Brunei Darussalam, menandakan betapa prestisiusnya pengakuan ini bagi para pemimpin yang dianggap berjasa bagi persahabatan regional.
Megawati menyambut baik undangan tersebut dengan penuh rasa terima kasih. “Saya mengucapkan terima kasih atas undangan Presiden Jose Ramos Horta dan bersedia untuk melakukan kunjungan ke Timor Leste,” tuturnya.
Di luar agenda penghargaan, kedua tokoh juga sempat mendalami pembahasan ideologi. Megawati menjelaskan tentang marhaenisme yang digagas oleh Bung Karno, yang lahir dari pertemuan dengan seorang petani bernama Pak Marhaen di Bandung. Ideologi itu menekankan pentingnya berdikari, berpijak pada kekuatan sendiri, serta kedaulatan rakyat. Penjelasan ini mendapat respons positif dari Ramos Horta, mengingat ideologi serupa juga menginspirasi konsep Baubere di Timor Leste.
Suasana pertemuan semakin akrab saat keduanya menghadiri gala dinner pasca-seremoni Zayed Award. Mereka duduk bersebelahan, berbincang panjang, dan bahkan berfoto bersama, menunjukkan kedekatan pribadi yang melampaui hubungan diplomatik formal.
Kunjungan Megawati ke Timor Leste yang direncanakan nanti diharapkan menjadi momentum baru untuk semakin memperdalam kerja sama kedua negara tetangga, baik di bidang ekonomi, budaya, maupun diplomasi regional di tengah dinamika ASEAN yang semakin inklusif.
Pewarta : Diki Eri

