RI News Portal. Surabaya – Pendidikan telah lama diakui sebagai instrumen utama dalam mengatasi ketimpangan sosial dan memutus lingkaran kemiskinan intergenerational. Di Jawa Timur, program Sekolah Rakyat (SR) berbasis asrama muncul sebagai pendekatan inovatif yang menargetkan anak-anak dari keluarga rentan. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan keyakinannya bahwa model ini efektif dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi kelompok marginal, sehingga membuka peluang mobilitas sosial jangka panjang.
Dalam acara bimbingan teknis (bimtek) bagi kepala sekolah serta tenaga kependidikan SR se-Jawa Timur yang diselenggarakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Khofifah menekankan pentingnya pengelolaan berbasis asrama yang optimal. Kegiatan ini mencerminkan komitmen proaktif pemerintah provinsi untuk meningkatkan kompetensi pengelola pendidikan, termasuk wali asuh dan wali asrama. Bimtek tersebut menjadi fondasi strategis agar institusi SR dapat menyesuaikan diri dengan keragaman dinamika sosial, sambil menerapkan mitigasi komprehensif terhadap potensi tantangan.

Jawa Timur saat ini memimpin nasional dengan 26 sekolah rakyat yang beroperasi penuh, menampung 2.249 siswa dalam 98 rombongan belajar. Distribusi jenjang mencakup 15 kelas sekolah dasar, 35 kelas sekolah menengah pertama, dan 48 kelas sekolah menengah atas. Capaian ini tidak hanya mencerminkan skala implementasi, tetapi juga potensi transformasional program tersebut dalam mengintegrasikan pendidikan formal dengan pembentukan karakter di lingkungan asrama.
Khofifah menggambarkan SR sebagai wadah penguatan potensi anak bangsa yang sering kali tersembunyi akibat keterbatasan ekonomi. Dengan fasilitas pendukung yang disediakan negara, proses pembelajaran diharapkan menghasilkan lulusan yang kompetitif dan berdaya saing global. Ia merujuk pada apresiasi Presiden Prabowo Subianto terhadap penampilan siswa SR Jawa Timur dalam acara peresmian nasional, di mana mereka menampilkan baris-berbaris yang disiplin serta pidato dalam bahasa Arab dan Jepang—bukti nyata bahwa anak-anak dari latar belakang kurang mampu mampu bersinar ketika diberi kesempatan setara.
Baca juga : Revitalisasi Museum Situs Pasir Angin: Komitmen Pemerintah dalam Melestarikan Lapisan Sejarah Nusantara
Dari perspektif akademis, keberhasilan model ini bergantung pada sensitivitas terhadap proses adaptasi siswa yang berasal dari latar belakang keluarga dan pendidikan heterogen. Khofifah mengingatkan para pendidik untuk proaktif mengidentifikasi dan menyelesaikan isu sosial di lingkungan sekolah, dengan menekankan sinergi antarinstansi seperti dinas pendidikan, dinas sosial, serta pemerintah kabupaten/kota. Pendekatan kolaboratif ini menghindari eskalasi masalah hingga tingkat pusat, sehingga solusi dapat diterapkan lebih cepat dan kontekstual.
Program Sekolah Rakyat di Jawa Timur menawarkan harapan konkret bagi transformasi sosial melalui pendidikan inklusif. Dengan fokus pada pengembangan potensi “brilian dan berlian” yang sebelumnya tak terlihat, inisiatif ini tidak hanya memutus rantai kemiskinan, tetapi juga membangun generasi unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional. Keberlanjutan program bergantung pada komitmen berkelanjutan dalam peningkatan kualitas pengelolaan dan dukungan lintas sektor.
Pewarta : Wisnu H

