Skip to content
19/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Persidangan Kasus Kematian Santri di Wonogiri: Sorotan pada Perlindungan Anak dan Pengawasan Lembaga Pendidikan Keagamaan

Persidangan Kasus Kematian Santri di Wonogiri: Sorotan pada Perlindungan Anak dan Pengawasan Lembaga Pendidikan Keagamaan

Virly Posted on 3 bulan ago 3 min read
Sorotan pada Perlindungan Anak dan Pengawasan Lembaga Pendidikan Keagamaan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Wonogiri – Proses hukum atas kasus penganiayaan yang mengakibatkan kematian seorang santri berinisial MMA, berusia 12 tahun, di Pondok Pesantren Santri Manjung, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, segera memasuki tahap persidangan. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 13 Januari 2026, di Pengadilan Negeri Wonogiri. Kasus ini menyoroti isu krusial perlindungan anak di lingkungan pendidikan berbasis agama, di mana kekerasan fisik sering kali tersembunyi di balik tradisi disiplin internal.

Menurut Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Wonogiri, Murdiyanta Setya Budi, berkas perkara telah dilimpahkan dari Satreskrim Polres Wonogiri pada 30 Desember 2025. Kejaksaan telah melengkapi dokumen tersebut untuk diserahkan ke pengadilan, memastikan proses berjalan lancar. Dari empat anak yang semula ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi, hanya dua yang akan diadili sebagai terdakwa. Alasan utamanya adalah dua anak lainnya berusia di bawah 12 tahun, sehingga tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana sesuai ketentuan hukum. “Anak di bawah usia tersebut dikembalikan kepada orang tua mereka untuk pendampingan lebih lanjut,” ujar Budi dalam keterangannya pada Senin, 12 Januari 2026.

Agenda sidang pertama mencakup pembacaan dakwaan, dengan harapan bisa langsung dilanjutkan ke pemeriksaan saksi. Pendekatan ini diharapkan mempercepat proses, mengingat status terdakwa sebagai anak-anak yang memerlukan penanganan sensitif untuk menghindari trauma berkepanjangan. Kasus ini mengemuka setelah MMA, santri asal Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, ditemukan meninggal pada 15 Desember 2025. Pemeriksaan medis mengungkap luka lebam di berbagai bagian tubuh, termasuk dada, yang diduga akibat penganiayaan oleh sesama santri. Polisi awalnya mengamankan sembilan santri di bawah umur terkait dugaan pengeroyokan, sebelum mempersempitnya menjadi empat tersangka.

Dari perspektif hukum, kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, atau Pasal 170 ayat (2) KUHP, atau Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Ketentuan ini menekankan prinsip restoratif justice bagi pelaku anak, di mana rehabilitasi lebih diutamakan daripada hukuman penjara. Namun, kasus ini juga menggarisbawahi tantangan dalam menerapkan hukum perlindungan anak di Indonesia, di mana batas usia tanggung jawab pidana sering menjadi perdebatan etis dan legal. Secara akademis, pendekatan ini selaras dengan konvensi internasional seperti Konvensi Hak Anak PBB, yang menuntut negara untuk memprioritaskan kepentingan terbaik anak dalam setiap proses yudisial.

Baca juga : Penolakan Praperadilan Wakil Wali Kota Bandung: Affirmasi Prosedur Hukum dalam Kasus Dugaan Korupsi

Lebih luas lagi, insiden di Ponpes Santri Manjung bukanlah kasus terisolasi. Data dari Federasi Serikat Guru Indonesia mencatat setidaknya 60 kasus kekerasan di lembaga pendidikan sepanjang 2025, dengan 358 korban dan 126 pelaku, termasuk di pondok pesantren. Tren ini mencerminkan masalah struktural, seperti kurangnya pengawasan eksternal dan budaya senioritas yang kerap membenarkan bentuk disiplin fisik. Di tingkat nasional, Kementerian Agama telah membentuk satuan tugas pencegahan kekerasan di pesantren, meskipun implementasinya masih diuji di lapangan. Kasus-kasus serupa, seperti dugaan pelecehan di pesantren Jawa Timur baru-baru ini, semakin mendorong diskusi tentang reformasi kurikulum dan pelatihan pengasuh untuk memasukkan modul anti-kekerasan.

Sebagai respons langsung, Kementerian Agama telah melarang Ponpes Santri Manjung menerima santri baru untuk sementara waktu dan meminta perubahan struktur pengurusan. Saat ini, pemilik pondok, Eko Julianto, merangkap sebagai pengasuh, yang dianggap tidak ideal untuk pengawasan optimal. Jika rekomendasi ini tidak dipatuhi, ancaman penutupan permanen menggantung. Eko menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti, dengan rencana menyerahkan tugas pengasuhan kepada ustaz senior yang lebih berpengalaman, yang akan hadir penuh waktu di pondok. “Perubahan ini diharapkan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terstruktur,” katanya.

Kasus ini menjadi momentum bagi stakeholders pendidikan keagamaan untuk merefleksikan praktik internal mereka. Dengan pendekatan yang lebih holistik, termasuk integrasi psikologi anak dan mekanisme pelaporan independen, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir. Persidangan mendatang tidak hanya akan menentukan nasib terdakwa, tetapi juga mengukur komitmen sistem hukum Indonesia dalam melindungi generasi muda dari ancaman kekerasan di ruang pendidikan.

Pewarta : Nandar Suyadi

About the Author

Virly

Administrator

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Penolakan Praperadilan Wakil Wali Kota Bandung: Affirmasi Prosedur Hukum dalam Kasus Dugaan Korupsi
Next: Museum Daerah Klaten: Kebangkitan Minat Pendidikan Sejarah Lokal melalui Kunjungan Pelajar

Related Stories

Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional
2 min read

Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 jam ago 0
Pesan Damai Pramono Anung
3 min read

Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 jam ago 0
Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
2 min read

Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan
  • Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional
  • Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
  • Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial
  • Cinema: Lee Cronin Hadirkan Versi Horor Gelap ‘The Mummy’, Keluarga Berduka vs Kejahatan Kuno yang Menjijikkan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.