Skip to content
21/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Ketegangan di Selat Taiwan: Respons Taiwan terhadap Manuver Militer China dan Implikasi Strategisnya

Ketegangan di Selat Taiwan: Respons Taiwan terhadap Manuver Militer China dan Implikasi Strategisnya

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 bulan ago 3 min read
Respons Taiwan terhadap Manuver Militer China dan Implikasi Strategisnya
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Taipe, Taiwan 1 January 2026 – Pada awal tahun 2026, ketegangan di Selat Taiwan kembali memuncak menyusul latihan militer skala besar yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) pada akhir Desember 2025. Latihan tersebut, yang melibatkan tembak-menembak langsung, peluncuran roket, serta simulasi blokade dan penguasaan pelabuhan kunci, diakhiri tepat sebelum pergantian tahun. Manuver ini merupakan respons Beijing terhadap penjualan senjata Amerika Serikat senilai lebih dari 11 miliar dolar AS kepada Taiwan—paket terbesar hingga saat ini—yang mencakup sistem roket HIMARS, misil ATACMS, drone, dan howitzer.

Dalam pidato Tahun Baru pada 1 Januari 2026, Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan komitmen tegas untuk mempertahankan kedaulatan nasional. Ia menyatakan bahwa di tengah ambisi ekspansi China yang semakin nyata, Taiwan tidak memiliki ruang untuk kompromi dalam hal keamanan nasional. Lai menekankan perlunya memperkuat pertahanan nasional, meningkatkan ketahanan masyarakat secara keseluruhan, serta membangun mekanisme pencegahan yang efektif berbasis demokrasi. Pidato ini juga menyoroti tahun 2026 sebagai periode krusial, di mana Taiwan harus mempersiapkan skenario terburuk sambil berharap yang terbaik, mengingat laporan intelijen yang menyebut China berupaya memiliki kemampuan invasi penuh pada 2027.

Sebaliknya, Presiden China Xi Jinping dalam pesan Tahun Barunya pada 31 Desember 2025 menyebut penyatuan kembali dengan Taiwan sebagai “tren zaman yang tidak dapat dihentikan”. Pernyataan ini memperkuat narasi Beijing bahwa Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah China, dengan ikatan darah dan kekerabatan yang tak tergoyahkan. Respons resmi dari Kantor Urusan Taiwan di Beijing menyebut pidato Lai penuh dengan kebohongan dan permusuhan, serta menuduhnya sebagai pemicu konfrontasi lintas selat.

Dari perspektif analisis strategis, eskalasi ini mencerminkan dinamika deterrence yang semakin kompleks. Taiwan telah merespons dengan mempercepat modernisasi pertahanan, termasuk rencana anggaran khusus sekitar 40 miliar dolar AS yang dialokasikan selama delapan tahun (2026-2033) untuk pengembangan sistem pertahanan udara berlapis bernama T-Dome. Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan deteksi tingkat tinggi dan intersepsi efektif terhadap ancaman beragam, seperti misil balistik, pesawat tempur, drone, dan misil hipersonik, dengan mengambil inspirasi dari model-model serupa di negara lain. Anggaran pertahanan reguler Taiwan untuk 2026 diproyeksikan mencapai lebih dari 3% PDB, dengan target jangka panjang 5% pada 2030, sebagai bagian dari strategi asymmetric warfare yang menekankan mobilitas, presisi, dan ketahanan.

Penjualan senjata AS tersebut, meskipun sesuai dengan kewajiban hukum Washington untuk mendukung kemampuan pertahanan diri Taiwan, semakin memperdalam polarisasi. Beijing memandangnya sebagai campur tangan eksternal yang mengganggu stabilitas regional, sementara Taipei melihatnya sebagai elemen krusial dalam menjaga keseimbangan kekuatan. Latihan militer China tidak hanya menguji kemampuan blokade potensial, tetapi juga mengirim sinyal kepada aktor eksternal—termasuk Jepang, yang baru-baru ini menyatakan kemungkinan intervensi dalam konflik hipotetis—untuk tidak ikut campur.

Baca juga : Eskalasi Militer AS terhadap Penyelundupan Narkoba: Implikasi Hukum, Politik, dan Kemanusiaan

Secara lebih luas, situasi ini menimbulkan implikasi bagi stabilitas Indo-Pasifik. Eskalasi berulang semacam ini meningkatkan risiko miscalculasi, di mana latihan militer dapat bertransisi menjadi konfrontasi aktual. Namun, bagi Taiwan, fokus pada penguatan internal—melalui inovasi teknologi pertahanan domestik dan peningkatan ketahanan masyarakat—menjadi prioritas untuk menghindari ketergantungan berlebih pada dukungan eksternal. Di sisi lain, retorika penyatuan dari Beijing, meskipun tegas, masih meninggalkan ruang untuk diplomasi, asal didasarkan pada pengakuan atas realitas politik yang ada.

Tahun 2026 kemungkinan akan menjadi ujian nyata bagi strategi deterrence kedua belah pihak, di mana keseimbangan antara tekanan militer dan dialog menjadi kunci untuk mencegah konflik terbuka. Pengamatan internasional terhadap resolusi Taiwan dalam mempertahankan diri sendiri akan turut menentukan dinamika selanjutnya di kawasan yang strategis ini.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Eskalasi Militer AS terhadap Penyelundupan Narkoba: Implikasi Hukum, Politik, dan Kemanusiaan
Next: Eskalasi Militer di Tengah Proses Diplomasi Perdamaian: Analisis Perkembangan Konflik Rusia-Ukraina Awal 2026

Related Stories

Kontroversi Kepolisian di Tengah Tragedi Kyiv
3 min read

Kontroversi Kepolisian di Tengah Tragedi Kyiv: Pelarian Dua Petugas Soroti Celah Respons Darurat di Ukraina

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Korea Utara Uji Rudal Berhulu Ledak Bom Kluster untuk Kedua Kali
3 min read

Korea Utara Uji Rudal Berhulu Ledak Bom Kluster untuk Kedua Kali: Sinyal Eskalasi di Tengah Peluang Diplomasi dengan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Penyitaan Kapal Iran oleh AS Mengancam Gencatan Senjata dan Pasokan Energi Global
3 min read

Ketegangan di Selat Hormuz: Penyitaan Kapal Iran oleh AS Mengancam Gencatan Senjata dan Pasokan Energi Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Respons Sigap Polres Mitra Redam Konflik Antar Kelompok di Belang: Masyarakat Akui Keamanan Kembali Terjaga
  • Prajurit Kodim 0730/Gunungkidul Dibekali “Hukum sebagai Panglima” di Tengah Era Digital
  • Kecelakaan Beruntun di Pantura Pemalang: Truk Trailer Pengangkut Pakan Ayam Tabrak Truk Colt Diesel Saat Hendak Masuk SPBU
  • Damai di Tengah Hutan: Bhabinkamtibmas Padangsidimpuan Selesaikan Dugaan Pencurian Kayu Lewat Mediasi Kekeluargaan
  • Berantas Narkoba hingga ke Pelosok Desa: Polres Tapsel Ungkap Jaringan Sabu di Warung Doorsmeer Paluta
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.