Skip to content
07/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Ketegangan di Selat Taiwan: Respons Taiwan terhadap Manuver Militer China dan Implikasi Strategisnya

Ketegangan di Selat Taiwan: Respons Taiwan terhadap Manuver Militer China dan Implikasi Strategisnya

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 minutes read
Respons Taiwan terhadap Manuver Militer China dan Implikasi Strategisnya
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Taipe, Taiwan 1 January 2026 – Pada awal tahun 2026, ketegangan di Selat Taiwan kembali memuncak menyusul latihan militer skala besar yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) pada akhir Desember 2025. Latihan tersebut, yang melibatkan tembak-menembak langsung, peluncuran roket, serta simulasi blokade dan penguasaan pelabuhan kunci, diakhiri tepat sebelum pergantian tahun. Manuver ini merupakan respons Beijing terhadap penjualan senjata Amerika Serikat senilai lebih dari 11 miliar dolar AS kepada Taiwan—paket terbesar hingga saat ini—yang mencakup sistem roket HIMARS, misil ATACMS, drone, dan howitzer.

Dalam pidato Tahun Baru pada 1 Januari 2026, Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan komitmen tegas untuk mempertahankan kedaulatan nasional. Ia menyatakan bahwa di tengah ambisi ekspansi China yang semakin nyata, Taiwan tidak memiliki ruang untuk kompromi dalam hal keamanan nasional. Lai menekankan perlunya memperkuat pertahanan nasional, meningkatkan ketahanan masyarakat secara keseluruhan, serta membangun mekanisme pencegahan yang efektif berbasis demokrasi. Pidato ini juga menyoroti tahun 2026 sebagai periode krusial, di mana Taiwan harus mempersiapkan skenario terburuk sambil berharap yang terbaik, mengingat laporan intelijen yang menyebut China berupaya memiliki kemampuan invasi penuh pada 2027.

Sebaliknya, Presiden China Xi Jinping dalam pesan Tahun Barunya pada 31 Desember 2025 menyebut penyatuan kembali dengan Taiwan sebagai “tren zaman yang tidak dapat dihentikan”. Pernyataan ini memperkuat narasi Beijing bahwa Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah China, dengan ikatan darah dan kekerabatan yang tak tergoyahkan. Respons resmi dari Kantor Urusan Taiwan di Beijing menyebut pidato Lai penuh dengan kebohongan dan permusuhan, serta menuduhnya sebagai pemicu konfrontasi lintas selat.

Dari perspektif analisis strategis, eskalasi ini mencerminkan dinamika deterrence yang semakin kompleks. Taiwan telah merespons dengan mempercepat modernisasi pertahanan, termasuk rencana anggaran khusus sekitar 40 miliar dolar AS yang dialokasikan selama delapan tahun (2026-2033) untuk pengembangan sistem pertahanan udara berlapis bernama T-Dome. Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan deteksi tingkat tinggi dan intersepsi efektif terhadap ancaman beragam, seperti misil balistik, pesawat tempur, drone, dan misil hipersonik, dengan mengambil inspirasi dari model-model serupa di negara lain. Anggaran pertahanan reguler Taiwan untuk 2026 diproyeksikan mencapai lebih dari 3% PDB, dengan target jangka panjang 5% pada 2030, sebagai bagian dari strategi asymmetric warfare yang menekankan mobilitas, presisi, dan ketahanan.

Penjualan senjata AS tersebut, meskipun sesuai dengan kewajiban hukum Washington untuk mendukung kemampuan pertahanan diri Taiwan, semakin memperdalam polarisasi. Beijing memandangnya sebagai campur tangan eksternal yang mengganggu stabilitas regional, sementara Taipei melihatnya sebagai elemen krusial dalam menjaga keseimbangan kekuatan. Latihan militer China tidak hanya menguji kemampuan blokade potensial, tetapi juga mengirim sinyal kepada aktor eksternal—termasuk Jepang, yang baru-baru ini menyatakan kemungkinan intervensi dalam konflik hipotetis—untuk tidak ikut campur.

Baca juga : Eskalasi Militer AS terhadap Penyelundupan Narkoba: Implikasi Hukum, Politik, dan Kemanusiaan

Secara lebih luas, situasi ini menimbulkan implikasi bagi stabilitas Indo-Pasifik. Eskalasi berulang semacam ini meningkatkan risiko miscalculasi, di mana latihan militer dapat bertransisi menjadi konfrontasi aktual. Namun, bagi Taiwan, fokus pada penguatan internal—melalui inovasi teknologi pertahanan domestik dan peningkatan ketahanan masyarakat—menjadi prioritas untuk menghindari ketergantungan berlebih pada dukungan eksternal. Di sisi lain, retorika penyatuan dari Beijing, meskipun tegas, masih meninggalkan ruang untuk diplomasi, asal didasarkan pada pengakuan atas realitas politik yang ada.

Tahun 2026 kemungkinan akan menjadi ujian nyata bagi strategi deterrence kedua belah pihak, di mana keseimbangan antara tekanan militer dan dialog menjadi kunci untuk mencegah konflik terbuka. Pengamatan internasional terhadap resolusi Taiwan dalam mempertahankan diri sendiri akan turut menentukan dinamika selanjutnya di kawasan yang strategis ini.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Eskalasi Militer AS terhadap Penyelundupan Narkoba: Implikasi Hukum, Politik, dan Kemanusiaan
Next: Eskalasi Militer di Tengah Proses Diplomasi Perdamaian: Analisis Perkembangan Konflik Rusia-Ukraina Awal 2026

Related Stories

Trump Menggoyang Selat Taiwan

Trump Menggoyang Selat Taiwan: Siap Telepon Lai Ching-te Meski Beijing Murka

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
Pelanggaran Gencatan Senjata

Pelanggaran Gencatan Senjata: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Perwira Tinggi Militer Lebanon

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
Leo XIV di Spanyol

Leo XIV di Spanyol: Paus Amerika yang Menyuarakan Perdamaian di Tengah Badai Polarisasi Eropa

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Trump Menggoyang Selat Taiwan: Siap Telepon Lai Ching-te Meski Beijing Murka
  • Pelanggaran Gencatan Senjata: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Perwira Tinggi Militer Lebanon
  • Leo XIV di Spanyol: Paus Amerika yang Menyuarakan Perdamaian di Tengah Badai Polarisasi Eropa
  • Desta, Vino, dan Tora Hidupkan Kembali Semangat Persahabatan Warkop DKI di Layar Lebar
  • Harry Kane Cetak Gol Sundulan, Inggris Menang Tipis atas Selandia Baru di Laga Pemanasan Piala Dunia 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.